"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Sabtu, 28 Agustus 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" **Bank Dunia Mungkin tak Cairkan Pinjaman **Dipertanyakan, Surat Rudy Ramli Diumumkan Mensesneg **Amien Bantah Tuduh PDI-P **Barnas Desak Habibie Mundur **Utusan PBB Investigasi Ke Aceh --------- Luar Negeri----------------- @ Spion Rontokkan "Siluman" NATO @ Sin dan Estrada Sama-sama ''Ngotot'' ----------------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A ////////////////////////////////// Bank Dunia Mungkin tak Cairkan Pinjaman -------------------------------------------------- Jakarta, Jumat Bank Dunia menyatakan kemungkinan tidak akan mencairkan pinjaman yang masuk dalam kategori new adjustment loans. Semula bantuan untuk Indonesia itu direncanakan cair seluruhnya pada tahun fiskal 1999/ 2000, hingga akhir tahun ini. Beberapa kalangan menyatakan, terhentinya bantuan internasional itu akan sangat merepotkan Indonesia. "Kemungkinan besar kita tidak bisa mencairkan pinjaman ini hingga Januari," ujar seorang juru bicara Bank Dunia di Jakarta, Kamis (26/8), sebagaimana dikutip Kantor Berita AFP. Kompas belum berhasil menghubungi pihak Perwakilan Bank Dunia di Jakarta Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/28/UTAMA/bank01.htm Dipertanyakan, Surat Rudy Ramli Diumumkan Mensesneg ------------------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Sejumlah kalangan mempertanyakan, mengapa seorang warga negara bernama Rudy Ramli harus berkirim surat kepada Presiden BJ Habibie dan kemudian isi suratnya diumumkan oleh Menteri Negara Sekretaris Negara/ Menteri Kehakiman Muladi. Juga dipertanyakan validitas surat pengakuan Rudy versi kedua, bantahan surat Rudy yang beredar, mengingat nama Rudy tidak ditulis secara benar. Demikian salah seorang Ketua DPP PDI Perjuangan, Dimyati Hartono, dan sejumlah kalangan, di Jakarta, Jumat (27/8). Mereka menanggapi surat pernyataan bermeterai Rp 2.000 yang dibacakan dan dibagikan Mensesneg/Menkeh Muladi di Bina Graha, Kamis lalu. Dimyati mengatakan, seberapa jauh kepentingan Presiden dan orang di sekitarnya sehingga seorang Mensesneg harus mengumumkan surat seorang warga negara. "Peristiwa itu amat menarik untuk dilihat lebih jauh," ujar Dimyati. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/28/UTAMA/dipe01.htm Amien Bantah Tuduh PDI-P -------------------------------- JAKARTA-Ketua Umum DPP PAN Amien Rais menyatakan tak pernah menyebutkan nama partai atau nama bank dalam kasus yang belakangan ini mencuat. Yakni mengenai dugaan keterlibatan PDI Perjuangan dalam kasus Bank Lippo. Hal itu terungkap dalam pembahasan jarak jauh Jakarta-Yogyakarta antara SCTV bersama fungsionaris PDI Perjuangan, Sabam Sirait, dan Amien Rais, mengenai dugaan bantuan dana kelompok Lippo untuk PDI Perjuangan yang konon Rp 1,3 triliun. Amien mengatakan, tahu kode etik secara bulat. Namun yang membuat dia heran, mengapa sementara media massa mengungkap langsung ke kesimpulan, orang menuduhnya. Dia mengaku sementara ini mendapatkan beberapa informasi yang menengarai ada partai-partai besar, selain Partai Golkar, yang tampaknya juga mendapatkan kucuran uang dari berbagai bank. Tetapi siapa itu, bagaimana, dan lain-lain, Amien tak mengaku pernah menyebut nama bank, nama partai, atau nama perorangan. "Jadi ini harus diklarifikasi.'' Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/28/nas2.htm Barnas Desak Habibie Mundur ------------------------------------ Jakarta, Jawa Pos.- Keinginan Presiden B.J. Habibie untuk mencalonkan diri sebagai presiden mendatang, tampaknya, bakal ditentang banyak pihak. Barisan Nasional (Barnas) secara tegas minta agar Habibie mengurungkan niatnya itu. Pasalnya, selama menjadi presiden transisi selama satu tahun lebih, Habibie tidak bisa memperbaiki citra dirinya. Tuntutan Barnas tersebut diwujudkan dalam bentuk surat terbuka setebal tiga halaman. Sebelum disampaikan kepada Habibie, surat itu dibacakan di hadapan puluhan wartawan di Kantor Barnas Jalan Gatot Subroto. Dan, kemarin sore surat tersebut disampaikan kepada Habibie di rumahnya, Jalan Patra Kuningan, Jakarta. Dalam jumpa pers tersebut, hadir Ketua dan Sekjen Barnas Letjen (pur) TNI Kemal Idris dan Rahmat Witoelar. Hadir pula beberapa anggota Barnas lain, seperti Bambang Triantoro dan Hasnan Habib. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/28ags/de28h2.htm Subkomisi HAM PBB Prihatin: Utusan PBB Investigasi Ke Aceh --------------------------------------- AMSTERDAM (Waspada): Dua orang utusan Subkomisi HAM (Hak Azasi Manusia) PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) direncanakan akan berkunjung ke Indonesia, khususnya Aceh, untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan sehubungan laporan adanya penyiksaan dan pembunuhan terhadap rakyat sipil yang melibatkan negara. Rencana investigasi tersebut dikemukakan dalam pernyataan Mr Hatano dari Jepang, sebagai ketua sidang Subkomisi HAM PBB di Jenewa Rabu (25/8). Subkomisi ini tidak jadi mengeluarkan resolusi terhadap Indonesia setelah terjadi lobby dan counter lobby antara LSM Indonesia dengan delegasi pemerintah RI. Namun hampir semua elemen yang tercantum dalam rancangan resolusi tercakup dalam pernyataan ketua sidang, yang disebutkan lebih mengikat pemerintah Indonesia agar memerhatikan masalah HAM. Berita yang disampaikan melalui e-mail oleh INFOHD (Indonesia Forum for Human Dignity) diterima Waspada Kamis (26/8) malam. Berikut ini adalah laporan dari Amsterdam, negeri Belanda. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ --------- Luar Negeri----------------- Spion Rontokkan "Siluman" NATO ----------------------------------------- London, Jumat Seorang mata-mata di dalam struktur komando NATO mungkin telah membocorkan informasi sangat rahasia mengenai operasi NATO dalam konflik Kosovo pada intelijen Rusia, yang lalu menyampaikannya pada Beograd. Bocornya rencana penerbangan sebuah pesawat tempur Stealth F-117A Nighthawk itu menyebabkan ditembakjatuhnya pesawat "siluman" itu oleh pasukan Yugoslavia.Surat kabar The Scotsman yang terbit di Edinburgh menyebutkan bahwa seorang perwira NATO yang tak disebut identitasnya membocorkan rute penerbangan dan sasaran-sasaran yang akan dituju pesawat "siluman" pada Moskwa. Pihak Rusia lalu menyampaikan informasi itu pada pihak Serbia, menurut artikel itu, dengan syarat Beograd mengizinkan pihak Rusia hadir kala pesawat-pesawat itu diserang. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/28/LN/spion23.htm Sin dan Estrada Sama-sama ''Ngotot'' ---------------------------------------------- Manila, Jumat Pertemuan yang diharapkan terjadi antara Presiden Filipina dan kubu yang berseberangan dipimpin Jaime Kardinal Sin serta mantan Presiden Corazon Aquino, akhirnya tak terwujud. Kedua pihak sedianya bertemu Kamis (26/8) petang, namun karena masing-masing tetap berkeras dengan sikapnya, maka pertemuan pun batal. Aquino dan Sin, pekan lalu memimpin demo besar-besaran melibatkan puluhan ribu massa di pusat keramaian Makati, menolak usulan Presiden Estrada untuk melakukan amandemen Konstitusi Filipina 1987. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/28/LN/sin24.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
