"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Rabu, 1 September 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""'''''' @ 150 Staf Unamet Sempat Disandera @ Pertanggungjawaban Habibie kepada MPR @ PBNU Luruskan Pernyataan Gus Dur @ Bisa Lahir Poros Nasional @ Poros Tengah "Sowan" Ulama NU @ Habibie Diminta Beri Penjelasan (Kasus BB) @ Duet Gus Dur-Amien Menggelinding @ Poros Tengah Manipulasi Informasi Politik ---------Berita Luar Negeri----- ** Sonia Anggap Sepi Hujatan ** Jordania Sapu Bersih Hamas S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Timtim Diblokade: * 150 Staf Unamet Sempat Disandera -------------------------------------------------------------------- Dili, Kompas, Hanya belasan jam saja setelah penutupan pelaksanaan penentuan pendapat Senin petang, Timor Timur kembali memasuki suasana yang tidak menentu. Di beberapa sektor, kegiatan pada hari Selasa (31/8) kemarin praktis terhenti menyusul terjadinya berbagai kerusuhan, seperti terjadi di Ermera. Perkembangan lain yang menambah ketegangan adalah diblokadenya seluruh akses keluar dari Timtim, baik darat, laut maupun udara, kemarin oleh milisi Aitarak yang pro-otonomi pimpinan Eurico Guterres . Sementara 150 staf Misi PBB di Timtim (Unamet) yang akan meninggalkan wilayah Ermera, tepatnya dari Atsabe dan Gleno, menuju Dili, kemarin juga dikepung dan dihadang sekelompok milisia. Penghadangan berakhir tanpa ada yang cedera. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/01/UTAMA/titi01.htm Pertanggungjawaban Habibie Kepada MPR Hasil Pemilu 1999 ------------------------------------------------------------------------- JAKARTA (Waspada): Pimpinan MPR dalam rapim di Jakarta, Selasa (31/8) memutuskan Presiden BJ Habibie tetap akan memberikan pertanggungjawabannya kepada MPR hasil pemilu 1999 pada Sidang Umum MPR 1999 mendatang. "Setelah saya melaporkan hasil pertemuan dengan para pakar hukum tata negara dan anggota yang mengusulkan, maka rapim MPR memutuskan tetap berpegang kepada Tap MPR No.X/MPR/1998 di mana Presiden BJ Habibie memberikan pertanggungjawabannya kepada MPR hasil pemilu 1999 pada Sidang Umum MPR tahun 1999 yang akan datang," kata Wakil Ketua MPR/Ketua Badan Pekerja (BP) MPR, Poedjono Pranyoto, kepada pers seusai rapim MPR. Selengkapnya: http://waspada.com/ PBNU Luruskan Pernyataan Gus Dur Warga PDI Perjuangan dan NU Bersitegang ---------------------------------------------------- JAKARTA - Wakil Sekjen PBNU Arifin Junaidi mengungkapkan, akibat pemberitaan yang tidak benar, yakni Gus Dur melarang warga NU mendukung Megawati sebagai calon presiden, di sejumlah daerah sempat terjadi ketegangan antara pendukung PDI Perjuangan dan warga NU. Berbicara kepada wartawan di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa kemarin, Arifin mengatakan, daerah yang memberikan laporan terjadinya ketegangan itu adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun Arifin tidak memerinci ataupun menjelaskan bentuk ketegangan yang terjadi antara pendukung Megawati dan warga nahdliyyin yang sebelumnya memiliki hubungan yang hangat. Untuk mencegah meluasnya dampak pemberitaan itu, kata Arifin, sejumlah pengurus harian NU di Jakarta bersepakat memberikan klarifikasi tentang masalah tersebut. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/01/nas3.htm Bisa Lahir Poros Nasional ------------------------------- JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Marzuki Darusman mengisyaratkan kemungkinan bergabungnya Partai Golkar dan PDI Perjuangan dalam bentuk kelompok poros nasional, bila poros tengah makin sulit mengonsolidasikan diri guna mengajukan calon presiden mereka. Bagi Marzuki Darusman, langkah gencar kelompok poros tengah yang mencalonkan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden mendatang, dinilai sebagai manuver yang strategis bagi kelompok itu menjelang Sidang Umum MPR mendatang. Namun, tambahnya, fenomena ini bisa dipakai sebagai peluang bagi bergabungnya Partai Golkar dan PDI Perjuangan sebagai peraih suara nomor satu dan dua dalam pemilu lalu untuk membentuk pemerintahan baru. Bagi Marzuki, manuver Gus Dur merevitalisasi kelompok poros tengah juga positif untuk membuka peluang bagi semua pihak guna memunculkan calon mereka. "Memang mungkin itu, jadi kita tidak berkompetisi dalam hal istilah, sebab bisa saja pertalian antara PDI-P dan Golkar melahirkan poros nasional. Mungkin saja itu." Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/01/nas4.htm Poros Tengah "Sowan" Ulama NU ---------------------------------------- Tuban, Kompas Presiden Partai Keadilan (PK) Dr Nur Mahmudi Ismail bersama Deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sowan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang melakukan pertemuan khusus di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, Selasa (31/8). Menyertai keduanya adalah Fuad Bawazier yang diutus pemrakarsa Poros Tengah, Amien Rais. Pertemuan tertutup dan terbatas itu membahas sekitar pencalonan Gus Dur sebagai presiden oleh Poros Tengah. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/01/UTAMA/poro01.htm Habibie Diminta Beri Penjelasan Empat Parpol Bikin Manifesto BB --------------------------------------- Jakarta, Jawa Pos.- Meski tidak terlibat skandal Bank Bali, Presiden Habibie tetap diminta bertanggung jawab atas munculnya kasus tersebut. Empat partai besar -PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan PKP- kemarin berkumpul membuat manifesto. Mereka mendesak Presiden Habibie untuk menjelaskan kepada publik secara terbuka soal skandal Bank Bali. Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel yang dirahasiakan di Jakarta ini dihadiri Sekjen PAN Faisal Basri, Sekjen PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen PKP Hayono Isman, dan Wasekjen PDI Perjuangan Harjanto Taslam. Keempat tokoh yang hadir ini juga membubuhkan tanda tangan dalam manifestonya. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/1sep/de1i2.htm Duet Gus Dur-Amien Menggelinding ------------------------------------------ Jakarta (Bali Post) - Setelah bersusah payah meyakinkan Gus Dur bahwa poros tengah dengan sungguh-sungguh mencalonkannya sebagai presiden, kini mulai digelindingkan duet Gus Dur-Amien Rais. Pengamat politik Azyumardi Azra di sela-sela seminar nasional mengenai negara dalam sejarah Indonesia, Selasa (31/8) kemarin mengatakan, figur Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai capres makin menguat akseptabilitasnya. Hal itu disebabkan makin jatuhnya image Partai Golkar akibat skandal Bank Bali, yang turut pula menjatuhkan pencalonan Habibie sebagai capres. Hadir dalam diskusi yang bertajuk ''Reinterpretasi dan Redefinisi terhadap Arti Integrasi Bangsa'' antara lain Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/1/p2.htm Poros Tengah Manipulasi Informasi Politik * Matori: Amien Rais Kejar Posisi Wapres -------------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui sekjennya Muhaimin Iskandar memperingatkan poros tengah untuk tidak memanipulasi informasi politik atas posisi dan sikap politik Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Itu terkait berita bahwa Gus Dur melarang warga NU mendukung Megawati. Ia menuding cara itu tergolong manipulatif. ''Saya kira poros tengah melakukan pemelintiran informasi,'' kata Muhaimin usai mengikuti talk show di TPI, Senin (30/8) malam. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/1/p1.htm -----Berita Luar Negeri----- Sonia Anggap Sepi Hujatan --------------------------------- New Delhi, Selasa Meskipun dihujat habis-habisan oleh sejumlah menteri kabinet pimpinan Perdana Menteri (PM) Atal Behari Vajpayee dalam kampanye pemilihan umum (pemilu), pemimpin Partai Kongres Sonia Gandhi tidak memberikan komentar. Sonia yang berdarah Italia itu hanya mengangkat bahu pertanda tak mau tahu serangan-serangan bersifat pribadi yang diarahkan padanya. "Saya tidak butuh sertifikat patriotisme," kata Sonia dalam sebuah rapat terbuka, menanggapi serangan pihak nasionalis Hindu, pimpinan pemerintah sebelum berlangsungnya pemilu. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/01/LN/soni20.htm Jordania Sapu Bersih Hamas ----------------------------------- Cairo, Kompas Di saat perundingan Israel-Palestina soal implementasi kesepakatan Wye River mencapai titik sensitif, aparat keamanan Jordania mulai Senin malam hingga Selasa (31/8) dini hari secara mengejutkan mendobrak dan menutup rumah dan kantor para pemimpin Hamas di Amman. Sekurangnya, 12 aktivis Hamas kini ditangkap. Gerakan perlawanan Islam (Hamas) merupakan salah satu kekuatan politik Palestina yang sangat menentang kesepakatan Oslo Israel-Palestina. Kubu radikal Palestina itu selama ini selalu menyambut dingin ajakan dialog dari Presiden Yasser Arafat. Hamas kini absen pada acara dialog terbuka antara kekuatan politik Palestina yang digelar di Ramallah hari Selasa. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/01/LN/jord20.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
