"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 8 September 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Darurat Militer Diberlakukan: Timtim Tambah Gawat
@ Xanana Berlindung di Kedubes Inggris
@ Timtim Dibakar dan Dijarah
@ Rupiah Bisa Anjlok ke 9.000 Per Dolar
@ Pengungsi Serang Petugas UNHCR
   #Megawati akan ke Kupang
@ F-PP dan Partai Pemenang Pemilu Tolak Darurat Militer

----Luar Negeri --------
**Cina: Taiwan Jangan Ikuti Jejak Timtim
**Mubarak Enam Kali Lolos dari Maut

S E L A M A T    M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Darurat Militer Diberlakukan:
Timtim Tambah Gawat
---------------------------
JAKARTA (Waspada): Timtim bertambah gawat sehingga Presiden RI menetapkan
provinsi yang akan merdeka itu berstatus Darurat Militer dalam arti
kekuasaan penuh di tangan TNI sejak pukul 00:00 Selasa (7/9).
Status Darurat Militer itu tertuang dalam Keppres No 107 Tahun 1999 dan
dicatat pada Lembaran Negara No 152. Hal ini tidak bertentangan dengan
kesepakatan Tripatrit di New York dan Sekjen PBB serta pihak Portugal telah
mengetahuinya.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Xanana Berlindung di Kedubes Inggris
----------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Begitu dibebaskan, langsung bersuara keras. Ini yang dilakukan pemimpin
Dewan Nasional Perlawanan Timor Leste (CNRT) Xanana Gusmao. Ia menyatakan,
pemerintah Indonesia tak punya kapasitas untuk mengatur Timtim. Apalagi
sampai memberlakukan keadaan darurat militer di wilayah itu.
''Saya tak tahu mengapa ada darurat militer. Apa gunanya? Sekarang ini tak
ada penduduk yang mendiami desa-desa. Mengapa mengirim TNI ke Timtim?''
kata Xanana dalam bahasa Portugal kepada wartawan di kantor Kedubes Inggris
di Jakarta, kemarin petang. Tampak mendampingi Xanana, antara lain, Dubes
Inggris untuk Indonesia Robin Christopher.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/8sep/de8i1.htm

Timtim Dibakar dan Dijarah
---------------------------------
Jakarta, Kompas
Pembakaran serta penjarahan terhadap rumah dan gedung-gedung di Dili dan
wilayah lainnya di Timor Timur masih terus berlangsung hari Selasa (7/9).
Rentetan tembakan juga terdengar sepanjang hari.Kemarin giliran Markas
Besar Misi PBB untuk Timtim (Unamet), di Baucau, diserang milisi
bersenjata. Sementara puluhan mobil operasional Unamet dibakar massa yang
beringas.
Evakuasi terhadap warga asing terus berlangsung. Hampir sebagian besar staf
internasional Unamet sudah dievakuasi ke Darwin, Australia. Sedangkan Uskup
Dili, Carlos Ximenes Belo telah dievakuasi ke Darwin, Senin malam.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/08/UTAMA/timt01.htm

Rupiah Bisa Anjlok ke 9.000 Per Dolar
----------------------------------------------
Theo F Toemion - Rep. Jawa Pos
JAKARTA-Memanasnya situasi terakhir di Timor Timur pascajajak pendapat
menciptakan sentimen negatif terhadap pasar uang, khususnya kalangan
investor asing. Jika kondisinya terus memburuk, menurut pengamat pasar uang
Theo F Toemion, rupiah dikhawatirkan akan kembali menembus level Rp 9.000
per dolar AS.
Dia menjelaskan, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang relatif stabil
belakangan ini akan kembali mendapat ujian, karena memanasnya situasi di
Timtim setelah hasil jajak pendapat diumumkan Sabtu lalu. Kondisi ini
menyebabkan para pelaku pasar kembali mendapat momentum untuk kembali
mengguncang nilai rupiah. Padahal, menurutnya, sebenarnya komposisi mata
uang yang dipegang para investor belakangan ini adalah 50 persen dalam
bentuk rupiah, dan sisanya dalam bentuk dolar AS. Selengkapnya:
http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/08/nas4.htm

Pengungsi Serang Petugas UNHCR
* Megawati akan ke Kupang
---------------------------------
Kupang (Bali Post) -
Luapan emosi sedikitnya 3.000 pengungsi Timtim yang ditampung di lokasi
Tesistanas, Noelbaki -- 25 km timur Kupang -- Selasa (7/9) petang kemarin
memuncak. Mereka menyerang petugas utusan Komisi Urusan Pengungsi PBB
(UNHCR). Para pengungsi berusaha membakar mobil yang ditumpangi petugas
UNHCR. Tamu pemerintah yang datang ke Noelbaki untuk melihat para pengungsi
itu nyaris tewas dibakar di atas mobil Daihatsu Rocky merah DH 697 AA.
Namun, keduanya diselamatkan aparat keamanan dan aktivis PDI Perjuangan
hingga dilarikan aparat ke rumah sakit.
Sedangkan Megawati dan rombongan DPP PDI Perjuangan direncanakan ke Kupang
dan Belu pekan ini. Hal itu lebih nyata setelah utusan DPP PDI Perjuangan
tiba di Kupang kemarin untuk melakukan pendekatan dan persiapan awal.
Megawati direncanakan mengunjungi Noelbaki dan Atambua, Belu bersama mantan
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei, dan jajaran DPP lainnya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/8/nt8.htm

F-PP dan Partai Pemenang Pemilu Tolak Darurat Militer
------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Kalangan DPR memiliki pandangan berbeda terhadap diberlakukannya keadaan
darurat militer di Timtim. Hanya Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP) DPR
yang menentang keputusan itu. Sedangkan fraksi-fraksi lain dapat
menerimanya.
Sementara itu, beberapa partai pemenang Pemilu 1999 menolak pemberlakuan
darurat militer, karena cenderung akan meningkatkan tindakan kekerasan
sekaligus memperburuk citra Indonesia dalam penegakan hak asasi manusia
(HAM). Keputusan itu kurang tepat mengingat tindak kekerasan lebih banyak
dilakukan kelompok pro-integrasi yang diduga mendapat dukungan dari aparat
keamanan.  Selengkapnya:
http://kompas.com/kompas-cetak/9909/08/UTAMA/fpp01.htm

------ Luar Negeri --------------------------
Cina: Taiwan Jangan Ikuti Jejak Timtim
------------------------------------------------
Beijing, Selasa
Kekacauan di Timor-Timur (Timtim) usai penentuan pendapat akhir Agustus
lalu membuat Cina khawatir, Taiwan bakal mengikuti jejak Timtim mengadakan
referendum. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Sun Yuxi, Selasa
(7/9), mengingatkan agar Taiwan tidak ikut-ikutan melakukan referendum
karena akan "sangat berbahaya"."Soal Timtim dan Taiwan adalah dua soal yang
sama sekali berbeda," tegasnya. Ketika didesak wartawan, apa reaksi Cina
kalau akhirnya Taiwan melakukan hal serupa di Timtim, Sun mengatakan, "Itu
sama dengan bermain api. Hasilnya akan sangat berbahaya". Wartawan kemudian
melanjutkan pertanyaan mengenai ancaman Cina menyerbu Taiwan bila Taiwan
memproklamirkan kemerdekaannya, tetapi Sun tidak menjawab.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/08/LN/cina19.htm

Mubarak Enam Kali Lolos dari Maut
------------------------------------------
UPAYA percobaan pembunuhan atas Presiden Hosni Mubarak hari Senin (6/9) di
Port Said sangat mengejutkan rakyat Mesir. Ini kali yang pertama sejak
Mubarak berkuasa tahun 1981, orang yang berusaha membunuh bisa berhadapan
langsung. Selain itu, baru pertama kali terjadi usaha pembunuhan dilakukan
warga Mesir yang tidak memiliki latar belakang politik.
Selama ini, usaha pembunuhan terhadap presiden-Gamal Abdul Nasser, Anwar
Sadat, dan Mubarak-selalu dilakukan oleh aktivis militan. Karena itu, media
massa Mesir terbitan hari Selasa menyebut peristiwa Port Said itu sebagai
upaya tindak kekerasan terhadap presiden. Hal itu berbeda dengan peristiwa
Addis Ababa, Etiopia, Juni 1995, saat itu media massa Mesir menyebutnya
sebagai upaya percobaan pembunuhan.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/08/LN/muba19.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke