**********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************

---------------------
Artikel Eskol-Net:
---------------------

"Jajak Pendapat di saat Krisis"
--------------------------------------
Oleh: Augustinus Simanjuntak

Akhirnya secara defakto mayoritas penduduk Timor Timur memilih lepas dari
negara kesatuan RI. Lepas dari adanya ketidakpuasan dari pihak pro
integrasi, hasil jajak pendapat di Provinsi termuda itu tergolong
mengenjutkan. Betapa tidak, dari seluruh rakyat Timtim, baik di Timtim
sendiri maupun di luarTimtim, 79 % memilih merdeka, sedangkan 21 % lainnya
memilih pro otonomi seluas-luasnya.
Banyak yang kecewa, sedih, dan menolak hasil jajak pendapat ini, terutama
para veteran yang berjuang di Timtim dalam Operasi Seroja.  Bahkan, sejak
awal sebelum jajak pendapat diadakan para veteran ini sudah memprotes opsi
yang ditawarkan oleh Presiden Habibie.

Tragis memang dialami oleh Bangsa Indonesia harus menghadapi sebuah jajak
pendapat dalam situasi negara masih mengalami berbagai krisis.  Rakyat
Timtim dalam menentukan pilihannya tentu sudah mempertimbangkan untung
ruginya ikut bersatu dengan Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang. Seperti halnya mendekati pemilu, sebelum jajak pendapat
diadakan diawali dengan kampanye untuk mempromosikan kelebihan, program ke
depan, dan daya tarik kedua belah pihak.  Dari pihak pro kemerdekaan tentu
mempromosikan terciptanya suatu kebebasan, bebas dari segala bentuk teror,
bebas dari pendekatan militer, akan berusaha menciptakan keadilan,
ketentraman, dan sebagainya.

Bagaimana dengan daya tarik Indonesia sendiri, jaminan apa yang bisa
diberikan oleh negara RI kepada rakyat Timtim selain otonomi seluas-luasnya
?.  "Dagangan" apa yang bisa dipromosikan oleh kelompok pro integrasi
kepada rakyat Timtim mengenai Indonesia ?.

Pertama, krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menimbulkan berbagai
harga kebutuhan pokok melonjak tajam, angka pengangguran meningkat, angka
kejahatan meningkat, anak dan keluarga terlantar semakin banyak, banyak
usaha yang gulung tikar, dan sebagainya.  Inilah yang dialami bangsa
Indonesia saat ini.  Dari kondisi perekonomian seperti ini, apa yang bisa
diharapkan oleh rakyat Timtim dari Indonesia ?.

Kedua, krisis politik pasca pemilu cenderung semakin membuat rakyat
bingung.  Para elit politik lebih mementingkan kelompoknya sendiri daripada
kepentingan yang lebih luas (nasional). Seolah-olah kinerja para elit
politik justru mengulur-ulur waktu, yang seharusnya begitu pemungutan suara
selesai Sidang Umum MPR bisa dipercepat untuk membentuk pemerintahan baru
yang bersih dan berwibaya, yang diharapkan juga bisa mengatasi berbagai
gejolak sosial (seperti di Ambon), masalah Aceh dan Timtim.  Demikian juga
kinerja KPU ikut andil dalam memperlambat proses menuju Sidang Umum MPR.
Mereka tidak sadar bahwa negara ini masih banyak persoalan yang harus
diselesaikan secara cepat.  Melihat perilaku para elit politik dan kinerja
anggota KPU ini, apa yang bisa diharapkan oleh rakyat Timor Timur dari
Indonesia ?.

Ketiga, krisis kepercayaan kepada pemerintah juga mempengaruhi gerak laju
investasi dan pertumbuhan ekonomi.  Terungkapnya berbagai kasus berskala
besar, seperti kasus Andi Ghalib dan kasus Bank Bali, yang diduga
melibatkan beberapa oknum pejabat membuktikan betapa bobroknya pemerintahan
kita.  Selain itu, kelambanan pemerintah dalam mengungkap berbagai kasus
korupsi, kolusi, dan nepotisme, para pejabat dan mantan pejabat juga
membuat kepercayaan terhadap penegakan hukum oleh negara  membuat
masyarakat semakin tidak percaya kepada pemerintah.  Dalam kondisi
pemerintahan dan penegakan hukum seperti ini, apa yang bisa diharapkan oleh
rakyat Timtim dari Indonesia ?.

Keempat, krisis kebangsaan juga mewarnai kehidupan bangsa kita.  Diawali
dengan penolakan Pancasila sebagai asas partai dimungkinkan bisa mengarah
kepada penggantian Pancasila sebagai dasar negara.  Dalam kondisi
masyarakat Indonesia yang begitu majemuk sebagian masyarakat Indonesia
memang ada yang menginginkan negara kita dibangun atas dasar paham golongan
(agama).  Ini tentu ikut mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa.
Timtim, sebagai daerah yang mayoritas beragama Katolik tentu tidak setuju
kalau daerah itu dipaksakan dengan paham golongan agama lain, baik dalam
sistem politik, pemerintahan dan hukum.  Begitu juga daerah lain yang
berlatar belakang agama yang berbeda dan adat istiadat yang masih kental.

Kelima, pendekatan militer yang selama ini diterapkan oleh pemerintah telah
membuat masyarakat Timtim trauma dengan berbagai teror, penyiksaan, dan
pembunuhan terhadap orang-orang yang belum tentu bersalah. Penerapan DOM
(Daerah Operasi Militer) di Timtim telah menimbulkan berbagai bentuk
pelanggaran HAM.

Keenam, krisis moral juga mewarnai kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sebagian masyarakat kita telah mengalami krisis moral yang ditandai dengan
meningkatnya angka kejahatan.  Demikian juga pejabat di kalangan
pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, yang ditandai dengan banyaknya
praktek-praktek KKN.  Dalam kondisi negara seperti ini, apa yang bisa
diharapkan oleh rakyat Timtim dari Indonesia ?.

Sebagai penutup, saya mengutip pemikiran dari Fans Magnis Suseno bahwa
KEADILAN MERUPAKAN  PEREKAT  PERSATUAN.  Buat apa bersatu kalau toh negara
tidak bisa menjamin keamanan, ketenteraman, keadilan, dan kesejahteraan.
Mudah-mudahan tulisan ini sebagai refleksi bagi kita semua sebagai anak
bangsa.   Sekian.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke