"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 10 September 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Selama Kondisi Belum Normal, Habibie Bentuk Pos Komando
*Amien Rais: Habibie Sebaiknya Tidak Ikut Capres
*Ambon Bagai Kota Mati
*Gerakan Muda Nahdlatul Ulama  Nyatakan Perang Terhadap Australia
*Rudy Akui Kebenaran Dokumen ke PDI-P. 'Surat Bantahan itu bukan Saya yang
Bikin'

---English Section---
* Bishops pray for help from outside world
*Black Hole Born in a Blast
+++++++

Selama Kondisi Belum Normal, Habibie Bentuk Pos Komando
-------------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden BJ Habibie secara khusus mengadakan pertemuan dalam bentuk Pos
Komando dengan para menteri dan para pemimpin TNI, setiap pukul 17.00 di
Istana Merdeka. Pertemuan itu akan diadakan setiap hari hingga keadaan
normal.
Penegasan itu disampaikan Mensesneg/Menkeh Muladi saat dicegat wartawan di
halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/9), usai mengikuti pertemuan
antara Presiden dengan para menteri dan para pemimpin TNI tersebut.
Pertemuan Pos Komando tersebut sudah dilaksanakan sejak Rabu lalu.
Umumnya dimulai antara pukul 16.00 dan pukul 17.00, dan berakhir hingga
petang, sekitar pukul 19.15. Namun Muladi baru mulai bergabung Kamis
kemarin. "Ini setiap hari, ya, sampai normal. Ya, normal semuanya-lah,"
kata Muladi.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/10/UTAMA/sela01.htm

Amien Rais: Habibie Sebaiknya Tidak Ikut Capres
-----------------------------------------------------------
Denpasar, Pembaruan
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Prof Dr Amien Rais berpendapat,
pemerintah Indonesia semestinya tidak perlu melakukan kebijakan darurat
militer di Timtim, karena wilayah tersebut bukan lagi bagian dari Indonesia
setelah jajak pendapat. Kalau memang tujuannya untuk mengamankan wilayah
tersebut, lebih baik diserahkan pada pasukan pengamanan internasional atau
PBB.
Hasil jajak pendapat di Timtim merupakan salah satu pukulan bagi
pemerintahan Habibie, karena harapan supaya rakyat Timtim menerima otonomi
luas yang ditawarkan justru kalah, karena mereka memilih merdeka. Karena
itu, akan lebih baik kalau Habibie tidak ikut lagi bersaing sebagai calon
presiden mendatang.
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/09/090999/Headline/hl053/hl053.html

Ambon Bagai Kota Mati
Beberapa Karung Senjata Disita dari Penumpang Kapal
------------------------------------------------------------------
Ambon, Kompas
Lebih dari 71 penumpang KM Kota Teratai yang hendak turun di Kota Ambon
dicegat petugas di pangkalan armada Angkatan Laut Halong, Ambon, Kamis
(9/9). Selain tak ber-KTP, mereka diketahui membawa beberapa karung senjata
tajam, senjata api rakitan dan amunisi.Sementara itu Bandara Pattimura yang
sempat tutup, kemarin dibuka lagi bagi penerbangan komersial. Itu ditandai
acara serah terima dari TNI AU kepada PT Angkasa Pura Ambon. Perusahaan
penerbangan yang melayani Ambon, diminta segera beroperasi lagi.
Tentang pencegatan penumpang KM Kota Teratai diungkap Komandan Pangkalan
Angkatan Laut (Danlanal) Halong, Kolonel Laut Didi Setiadi, kemarin di
Ambon. Kapal bertolak dari Ternate, Maluku Utara (Malut) menyinggahi
Sanana, Kepulauan Sula (Malut) dan tiba di Halong (15 km dari Ambon) pukul
09.15.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/10/DAERAH/bebe18.htm

Gerakan Muda Nahdlatul Ulama
Nyatakan Perang Terhadap Australia
---------------------------------------------
Reporter: Djoko Tjiptono
detikcom, Jakarta- Hubungan Indonesia Australia, nampaknya kian runyam.
Soal Timtim jadi pemicunya. Setelah Gus Dur di Belanda mengusulkan agar
hubungan Indonesia Australia sebaiknya dibekukan dulu, Gerakan Muda
Nahdlatul Ulama (GMNU) mulai Jumat (10/9/1999) ini justru menyatakan perang
terhadap Australia.

Bahkan GMNU juga membuka posko perlawanan terhadap Australia. Memang tak
hanya Australia saja yang menjadi titik bidik GMNU. Selandia Baru pun juga
dinyatakan sebagai musuh oleh GMNU. Bahwa GMNU menyatakan perang terhadap
kedua negara itu, tak lain karena ngotot-nya kedua negara itu mengirim
pasukan ke Timtim.
Selengkapnya: http://detik.com/berita/199909/19990910-0115.htm

Rudy Akui Kebenaran Dokumen ke PDI-P. 'Surat Bantahan itu bukan Saya yang
Bikin'
---------------------------------------------------------------------------
--------

JAKARTA (Media): Mantan Dirut Bank Bali (BB) Rudy Ramli membenarkan telah
membuat kronologis kasus BB dan menyerahkan kepada fungsionaris DPP PDI-P.
Sebaliknya, dia mengaku tidak membuat surat bantahan keterlibatan pejabat
dalam skandal BB yang dibacakan Mensesneg/Menkeh Muladi namun dia
menandatangani surat itu.

"Dokumen itu adalah benar diserahkan oleh saya kepada Saudara Hartoyo
(Mayjen (Purn) Suhartoyo, fungsionaris DPP PDI-P--red)," ujar Rudy dalam
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR-RI, kemarin.

Namun, tentang substansi isinya, Rudy keberatan menjawab dalam forum ini.
Rudy juga mengaku pernah mengadakan pertemuan dan diskusi dengan Kwik Kian
Gie bersama 10 orang pengurus PDI-P lainnya.

Sedangkan mengenai surat bantahan kronologis kasus BB yang sekaligus
membantah keterlibatan pejabat dan dibacakan Menkeh Muladi di Istana
Merdeka beberapa waktu lalu, Rudy mengaku tak ikut membuatnya. "Surat

bantahan itu bukan saya yang bikin. Saya hanya menandatanganinya," ujar
Rudy setelah terus dicecar pertanyaan senada oleh anggota DPR.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/09/10/UTAMA01.html

*****English Section*****
 Bishops pray for help from outside world
---------------------------------------------------
THE ROMAN CATHOLIC bishops of East Timor's two main cities are praying for
international intervention to stop the bloodshed in the former Portuguese
colony.
"We are all going to die," said the Bishop of Baucau, Basilio do
Nascimento. Earlier, he fled to the hills after suffering a knife wound
while trying to protect people who had sought refuge in his compound.
Bishop do Nascimento, the Vatican's apostolic administrator in the town of
Baucau, was interviewed by Portuguese radio. When asked if he were injured,
he said he was fine. When the reporter asked about the reported attack, the
telephone line fell.
The Bishop of Dili, Carlos Belo, who won the 1996 Nobel Peace Prize, said
it was "necessary and urgent" to send troops to East Timor, even if Jakarta
disagreed.
Earlier this week, Bishop Belo's residence in Dili, where refugees had
taken shelter, was set on fire by pro-Indonesian militiamen and the bishop
was evacuated to Darwin.
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=kJZLqxNp&atmo=HHHHH8w
L&pg=/et/99/9/9/wtim509.html

Black Hole Born in a Blast
-------------------------------
Blast a stick of a dynamite, and tiny bits of the explosive embed
themselves into nearby objects, an indelible record of the blast.
     Astronomers have found a similar sort of fingerprint in a star
orbiting a black hole, strongly suggesting that this particular black
hole - a burnt-out star collapsed so tightly that not even light can escape
its gravitational pull - was born of a cataclysmic supernova explosion.

Light to Dark
To this time, astronomers have observed supernova explosions, and they have
spotted objects they believe to be black holes. The new finding is the
first direct evidence linking the former to the latter. (Black holes cannot
be seen directly, but their presence can sometimes be inferred from how
their immense gravity affects nearby objects.)
More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/blackhole990908.html
++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke