"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 4 September 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@  Gus Dur: Saya Jengkel (Jajak Pendapat Timtim)
@ Buyung Mundur sebagai Kuasa Hukum Rudy Ramli
@ Manuver Gus Dur Disambut Dingin
@ Komnas dan Pemerintah Didesak Selesaikan Masalah Ambon
@ Pengamat: PKB akan Ubah Orientasi Politiknya

------ Luar Negeri ---------
**Korsel Siap Pukul Korut
**Gara-gara Pendidikan Seks

S E L A M A T    M E M B A C A
""""""""""""""""""""""""""""""""

Gus Dur: Saya Jengkel
----------------------------
Jakarta (Bali Post)-
Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menilai Australia telah
melakukan tindakan standar ganda dalam pelaksanaan jajak pendapat di Timor
Timur (Timtim). ''Kenapa dari mula dibiarkan orang Unamet dari Australia
yang seenaknya saja berpihak kepada pro-kemerdekaan,'' kata Gus Dur kepada
wartawan di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Jumat (3/9) kemarin
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/4/p5.htm

Buyung Mundur sebagai Kuasa Hukum Rudy Ramli
-----------------------------------------------------------
JAKARTA - Kuasa hukum Rudy Ramli, Adnan Buyung Nasution and Partners, Jumat
menyatakan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan dirut Bank Bali itu
dalam kasus skandal Bank Bali.
Dalam siaran pers di Jakarta, Jumat malam, Buyung menyatakan pihaknya
mundur sebagai kuasa hukum Rudy Ramli berdasar pertimbangan murni etika
profesi. Yaitu tak ada keteguhan kliennya pada prinsip trustworthy
(kepercayaan timbal balik yang penuh).
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/04/nas6.htm

Manuver Gus Dur Disambut Dingin
PDI-P Rapat, tapi Tak Menyinggung
Hikam: Tak Mengubah Poros Tengah
-------------------------------------------
JAKARTA-Manuver Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengundang
sejumlah tokoh poros tengah dan ulama NU dalam acara tasyakuran di
rumahnya, Ciganjur, ditanggapi beragam dari berbagai kalangan. Kubu
Megawati Soekarnoputri menanggapi pertemuan itu secara dingin.
Seperti diakui oleh orang dekat Mega, yang juga Wakil Bendahara DPP Novanti
Nasution, kemarin DPP mengadakan rapat pleno yang dipimpin Ketua Umum
Megawati Soekarnoputri. Namun dalam rapat itu tidak menyinggung sedikit pun
soal pertemuan tasyakuran Ciganjur.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/04/nas1.htm

Komnas dan Pemerintah Didesak Selesaikan Masalah Ambon
-----------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diminta serius mendesak
pemerintah agar secepatnya menuntaskan insiden Ambon, yang berjalan sejak
awal Januari 1999 dan tetap tidak terselesaikan sampai saat ini. Kehadiran
aparat keamanan di Ambon dan sekitarnya, menurut pandangan rakyat setempat,
tidak menyelesaikan masalah yang ada. Kesepakatan damai yang diambil para
pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat juga dinilai sebagai perbuatan
rekayasa, yang sama sekali tidak membantu penyelesaian masalah yang timbul
di Ambon dan sudah memakan korban jiwa ribuan orang tersebut.
Selengkapnya:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/04/NASIONAL/komn15.htm

Pengamat: PKB akan Ubah Orientasi Politiknya
--------------------------------------------------------
JAKARTA -- Tasyakuran Poros Tengah di kediaman Ketua Umum PBNU KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur), diyakini para pengamat politik akan mengubah
orientasi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari mendukung Megawati
Soekarnoputri menjadi mendukung Gus Dur.
Pakar politik Prof Dr Imam Suprayogo menyatakan setelah tasyakuran itu
posisi tawar politik Poros Tengah semakin diperhitungkan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/04/23459.htm

------- Luar Negeri -----
Korsel Siap Pukul Korut
----------------------------
Seoul, Jumat
Korea Selatan (Korsel), Jumat (3/9), mengeluarkan peringatan keras terhadap
Korea Utara (Korut) yang menyatakan tidak mengakui lagi secara sepihak
garis batas laut dengan Korsel di Laut Kuning. Korsel tidak akan memberi
toleransi bila Korut mencoba melintasi batas perairan yang sudah berlaku
sejak 46 tahun silam.
Sikap tegas Korsel terhadap Korut itu diumumkan Jumat kemarin, setelah
dilakukan rapat darurat Dewan Keamanan Nasional Korsel yang secara khusus
menanggapi pernyataan Pyongyang hari Kamis. Dalam pernyataan itu, Pyongyang
tak mengakui garis batas di Laut Kuning.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/04/LN/kors19.htm

Gara-gara Pendidikan Seks
---------------------------------
London, Jumat
Dalam seminggu ini media Inggris meramaikan masalah kehamilan remaja karena
dua kasus kehamilan remaja usia 12 tahun. Setelah pada akhir minggu lalu
memberitakan peristiwa seorang remaja usia 12 tahun melahirkan bayi
laki-laki di kamar mandi rumahnya di Rotherham, South Yorkshire, kemarin
(3/9) media Inggris memuat kasus seorang anak perempuan 12 tahun lainnya
yang sedang hamil tiga bulan.
Remaja kedua yang sedang hamil itu tinggal sekitar 10 km dari tempat
tinggal remaja pertama. Kalau remaja putri pertama masih terus ditanyai
mengenai ayah bayinya, remaja kedua tegas-tegas mengatakan orang yang
menghamilinya adalah pacarnya, remaja putra usia 14 tahun.
Remaja 14 tahun dari Sheffield itu mengakui bahwa ia menjadi aktif secara
seksual sejak usia sembilan tahun dan ia mempersalahkan pelajaran
pendidikan seks yang eksplisit di sekolah.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/04/LN/gara20.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke