"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 16 September 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Percepat SU MPR
@ Habibie Sambut Baik (Australia pimpin pasukan PBB)
@ Baramuli Beberkan Dosa-dosa Ketua BPPN
@ Megawati Kirim Bantuan Puluhan Truk ke NTT
@ Akbar: Ulahnya Sudah Membahayakan Golkar
@ Masuk Timtim, Pasukan Australia Miris
@ Baramuli Seharusnya Introspeksi (Muladi)

-------- Luar Negeri --------
** Saddam Dilaporkan ke PBB
** Rusia Selewengkan Dana IMF

S E L A M A T    M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Percepat SU MPR
* Beberapa Partai Besar Setuju
--------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan, pelaksanaan Sidang
Umum (SU) MPR tahap pertama 1-3 Oktober 1999 bisa dipercepat apabila
kondisi obyektif dan situasi politik yang berkembang mengharuskannya
demikian. Bila jadwal sudah diatur dan seluruh fraksi sepakat,
pertanggungjawaban presiden dan pemilihan presiden bisa langsung
dilaksanakan, tidak harus menunggu SU MPR tahap kedua, November 1999."Kalau
kondisi obyektif dan situasi politik yang berkembang menghendakinya
demikian, percepatan Sidang Umum MPR bisa dilakukan," kata Tandjung, Rabu
(15/9) malam.  Selengkapnya:
http://kompas.com/kompas-cetak/9909/16/UTAMA/perc01.htm

Habibie Sambut Baik, tetapi Sejumlah Pihak Menyesalkan
---------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden BJ Habibie menyatakan menyambut baik dan bisa menerima Australia
yang terpilih menjadi pemimpin dalam Pasukan Multinasional PBB
(Multinational Force) untuk Timor Timur. Pada dasarnya, Indonesia tidak
sedang dalam permusuhan dengan negara mana pun.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/16/UTAMA/habi01.htm

Baramuli Beberkan Dosa-dosa Ketua BPPN
* Berkasnya Diserahkan ke Mensekneg
-----------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Setelah ''ditelanjangi'' sepak terjangnya di DPR oleh Menkeu Bambang
Subianto dan Ketua BPPN Glenn Yusuf, kini giliran Ketua DPA Baramuli yang
berusaha membeberkan sisi gelap Glenn Yusuf. Baramuli, Selasa (14/9) lalu
membawa sebendel berkas yang menyangkut ''dosa-dosa'' yang pernah dilakukan
Glenn.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/16/n12.htm

Megawati Kirim Bantuan Puluhan Truk ke NTT
-------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Calon presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak bangsa
Indonesia tidak emosional menyikapi kepemimpinan Australia di dalam Pasukan
Perdamaian PBB di Timtim. Sebab, hal itu sudah menjadi keputusan PBB.
''Janganlah kita sebagai bangsa Indonesia yang sangat emosional,'' ujar
Mega kepada wartawan seusai menerima sumbangan sejumlah pengusaha untuk
pengungsi Timtim, di kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, Rabu (15/9)
kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, PBB menunjuk Australia sebagai
pemimpin pasukan perdamaian yang dalam pekan ini sudah bertugas di Timtim.
Sementara itu, sejumlah pengusaha menyerahkan sumbangan untuk pengungsi
Timtim melalui Megawati. Sumbangan ini berupa bahan pangan, obat-obatan,
peralatan dapur, tenda, dan beberapa kebutuhan pokok.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/16/n13.htm

Akbar: Ulahnya Sudah Membahayakan Golkar
-------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Posisi Ketua DPA Ahmad Arnold Baramuli kini benar-benar terjepit.
Mensesneg/Menkeh Muladi sudah merasa kesal karena ulahnya dan Ketua Umum
Partai Golkar Akbar Tandjung berniat meminta pertanggungjawabannya sebagai
penasihat Golkar. Bahkan, Muladi mendesak polisi dan jaksa untuk segera
bertindak, mengusut dugaan Baramuli adalah otak skandal Bank Bali.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/16sep/ut16s4.htm

Masuk Timtim, Pasukan Australia Miris
----------------------------------------------
Canberra, Jawa Pos.-
Senang bercampur cemas. Itulah gambaran Australia setelah Dewan Keamanan
(DK) PBB kemarin memutuskan Negeri Kanguru itu sebagai komandan misi
pasukan multinasional ke Timtim. Australia menilai misi ke Timtim ini
sebagai misi paling berat dan membahayakan setelah Perang Vietnam.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/16sep/ut16s1.htm

Baramuli Seharusnya Introspeksi
Muladi: Dia Kan Orang Tua
Menkeu dan Glenn Tak Dipecat
--------------------------------------
JAKARTA - Presiden BJ Habibie tidak akan memecat Menkeu Bambang Subianto
dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn Moh Yusuf dan
keduanya juga tidak pernah meminta mengundurkan diri.
Mensesneg Muladi, sebelum mengikuti Sidang Kabinet Terbatas Bidang Kesra
Taskin di Bina Graha Jakarta, kemarin, mengatakan, Presiden meminta Bambang
dan Glenn untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja mereka.
Ketika ditanya pers, apakah etis langkah Ketua DPA memasuki wilayah kerja
eksekutif, Muladi mengatakan, yang bersangkutan menafsirkan tugas-tugas DPA
berbeda dari di masa lalu. "Ketua DPA aktif menasihati orang."
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/16/nas1.htm

-------- Luar Negeri --------
Saddam Dilaporkan ke PBB
--------------------------------
London, Rabu
Presiden Irak Saddam Hussein akan dilaporkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) oleh kelompok koalisi oposisi yang berpengaruh di negerinya,
sehubungan dengan aktivitasnya terus membangun gudang senjata pemusnah
massal. Demikian diungkapkan Salah Shaikhly, juru bicara Kongres Nasional
Irak (Iraqi National Congress/INC), koalisi oposisi tersebut, Selasa (14/9)
lalu.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/16/LN/sadd19.htm

Rusia Selewengkan Dana IMF
-----------------------------------
Moskwa, Rabu
Sejak kegiatan pencucian uang (money laundering) haram Mafia Merah Rusia di
Bank of New York (BNY) terbongkar pertengahan Agustus lalu, parahnya
skandal korupsi di kalangan elite politik, finansial, dan bisnis Rusia,
ikut terungkap.
Jaksa Rusia Yury Skuratov, Rabu (15/9), mengungkap, pinjaman Dana Moneter
Internasional (IMF) sebesar 4,4 milyar dollar AS yang seharusnya digunakan
untuk mempertahankan nilai rubel, hanya 471 juta dollar AS yang benar-benar
digunakan untuk tujuan itu. Sisanya, 3,9 milyar dollar AS, tak pernah
sampai ke negeri beruang merah itu karena dibeli orang-orang dalam bank
sendiri.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/16/LN/rusi19.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke