"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 30 September 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Poros Tengah Minta Habibie Evaluasi Pencalonannya
*Anggaran bagi JPS tinggal untuk empat bulan
*Penerapan Syariat Islam Bukan
Akhir Penyelesaian Kasus Aceh
*Rudy Ramli, Novanto, dan Djoko Tjandra Ditahan

----English Section----
*Massacre at No Gun Ri
*We'll hunt down militias
+++++++++

Poros Tengah Minta Habibie Evaluasi Pencalonannya
----------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Poros Tengah meminta kepada Presiden BJ Habibie untuk memikirkan kembali
pencalonannya sebagai Presiden RI ke-4. Usulan Poros Tengah itu disampaikan
langsung di kediaman Presiden di perumahan Patra Kuningan XIII, Jakarta,
Rabu (29/9) pagi.Hadir di kediaman Habibie, Deklarator Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Amien Rais (Ketua Umum Partai
Amanat Nasional), Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang),
Nur Mahmudi Ismail (Partai Keadilan), Alwi Shihab (PKB), Hamzah Haz (Ketua
Umum PPP) dan KH Syukron Ma'mun. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua
Umum Partai Golkar Akbar Tandjung dan Menhankam/ Panglima TNI Jenderal
Wiranto.
Usai pertemuan, Amien Rais mengatakan kepada wartawan, tim ini memberi
masukan secara jujur kepada Presiden Habibie. "Apakah pencalonan Pak
Habibie itu tidak dipikirkan ulang. Tetapi semua terpulang kepada Golkar
dan terpulang kepada Pak Habibie," ujarnya.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9909/30/UTAMA/poro01.htm

Anggaran bagi JPS tinggal untuk empat bulan
--------------------------------------------------------
JAKARTA, Mandiri
Deputi Ketua Bappenas Herman Haeruman mengungkapkan, tanpa ada bantuan baru
lembaga keuangan internasional, anggaran negara untuk membiayai berbagai
program Jaring Pengaman Sosial tinggal untuk empat bulan lagi.
"Seharusnya dalam pekan ini dikucurkan Social Safety Net Adjustment Loan
(SSNAL) tahap I 300 juta dolar dari paket 600 juta dolar bantuan OECF
Jepang, tetapi nyatanya belum hingga kini," kata Herman di Jakarta, Rabu
siang, tentang posisi pendanaan JPS setelah Bank Dunia dan Dana Moneter
Internasional m(IMF) mengumumkan penangguhan bantuan baru sampai pemerintah
menyelesaikan skandal keuangan Bank Bali.
Selengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/0999/bt290999_7.htm

Penerapan Syariat Islam Bukan
Akhir Penyelesaian Kasus Aceh
-------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Penerapan syariat Islam di Daerah Istimewa Aceh sesuai
dengan UU Keistimewaan Aceh, menurut beberapa pembicara pada sebuah dialog,
bukanlah merupakan akhir penyelesaian berbagai masalah yang menimpa daerah
tersebut.
"Karena bagi masyarakat Aceh, keadilan terhadap mereka, seperti keadilan
ekonomi, hukum dan perlakuan kemanusiaan justru merupakan hal yang
penting," kata Koordinator Kontras Munir SH dalam Dialog Nasional bertajuk
"Membincang Implementasi Syariat Islam untuk DI Aceh" di Auditorium Adhyana
Wisma Antara Jakarta, Rabu (29/9).
Syariat Islam bagi masyarakat Aceh, katanya, sejak dulu sudah menjadi
bagian dari hidup dan kehidupan mereka, sehingga kalaupun dipaksakan untuk
menerapkan syariat Islam, maka mesti diikuti kebijakan lain yang merupakan
rangkaian untuk menyelesaikan masalah Aceh.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/093099/headline/headlin2.htm

Rudy Ramli, Novanto, dan Djoko Tjandra Ditahan
-------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Enam tersangka skandal Bank Bali mulai tadi malam 'menginap' di
tahanan Mabes Polri.

''Keenam tersangka itu ditahan untuk kepentingan penyidikan,'' kata
Kadispen Polda Metro Jaya Brigjen (Pol) Togar M Sianipar saat dihubungi
Republika tadi malam. Tapi sampai berapa lama mereka akan ditahan, Togar
menjawab, selama diperlukan untuk kepentingan penyidikan.

Kata Togar, keenam tersangka yang ditahan tersebut terdiri atas empat dari
Bank Bali serta dua tersangka dari PT Era Giat Prima (EGP). Dari Bank Bali
adalah Rudy Ramli, Firman Sucahya, Hendry Kurniawan, serta Rusli Suryadi.
Sedangkan dari EGP adalah Setya Novanto dan Djoko Tjandra.

Semestinya masih ada satu tersangka lagi dari Bank Bali, yaitu Irvan. Tapi
menurut Togar dia tidak perlu ditahan. ''Karena dia tidak mengetahui,''
ungkap Togar memberi alasan
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/30/25752.htm

-----English Section-----
Massacre at No Gun Ri
-----------------------------
It was a story no one wanted to hear: Early in the Korean War, villagers
said, American soldiers machine-gunned hundreds of helpless civilians under
a railroad bridge in the South Korean countryside.
When the families spoke out, seeking redress, they met only rejection and
denial, from the U.S. military and their own government in Seoul. Now a
dozen ex-GIs have spoken, too, and support their story with haunting
memories from a "forgotten" war.
     American veterans of the Korean War say that in late July 1950, in the
conflict's first desperate weeks, U.S. troops killed a large number of
South Korean refugees, many of them women and children, trapped beneath a
bridge at a hamlet called No Gun Ri.
More: http://abcnews.go.com/sections/world/DailyNews/koreaUS990929.html

We'll hunt down militias
------------------------------
By BERNARD LAGAN and PETER COLE-ADAMS
The Australian-led force in East Timor might cross Indonesia's border in
"hot pursuit" if Indonesia allowed Timorese militias to launch attacks from
its territory, the Defence Minister, Mr Moore, warned yesterday.
Expressing concern at a build-up of militias in Indonesian West Timor, Mr
Moore said the mandate given to the international force Interfet under
Article 7 of the United Nations charter authorised such interventions. This
allows raiders to be chased to their hideouts across the border.
The United States stepped up its contribution to Interfet yesterday, with
the visiting US Defence Secretary, Mr William Cohen, announcing that an
amphibious landing ship equipped with four heavy-lift helicopters would go
to East Timor.
More: http://www.smh.com.au/news/9909/30/pageone/pageone1.html
++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke