"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Selasa, 5 Oktober 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *Gus Dur Ajak Mega Main Fair *Pemilihan presiden dilakukan berjenjang; potensial munculkan 'kuda hitam' *Pemilihan presiden dilakukan berjenjang; potensial munculkan 'kuda hitam' *Pasukan Prointegrasi Gagal Masuk Timtim *ICW : Ada Anggota DPR Disuap ---English Section---- *Many E. Timor Towns Depopulated ++++++++++ Gus Dur Ajak Mega Main Fair ------------------------------------ Mengaku Didukung 4 Fraksi Fraksi TNI Menjadi Rebutan UCAPAN SELAMAT: Prof Dr Amien Rais mendapat ucapan selamat dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati, seusai dilantik menjadi Ketua MPR 1999-2004 oleh Ketua Mahkamah Agung Sarwata SH di Gedung MPR/DPR, Senayan Jakarta, Senin siang kemarin. (Foto: Suara Merdeka/rtr-15c) JAKARTA - Kemenangan poros tengah mengangkat Amien Rais sebagai Ketua MPR membawa semangat baru bagi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bahkan dengan mengantongi dukungan empat fraksi, dia mengajak Megawati bermain secara fair dan mengakui siapa pun yang terpilih menjadi presiden periode 1999-2004. Gus Dur pada kesempatan itu juga mengeliminasi pernyataan Amien soal peran dia yang begitu besar sehingga bisa mengantarkan mantan ketua PP Muhammadiyah ke Ketua MPR melalui pemilihan yang menegangkan. ''Saya kan digambarkan Mas Amien begitu hebat, sehingga berperan memenangkan dia. Itu tidak benar. Itu kan upayanya untuk meredam masalah karena lawannya Pak Matori.'' Sebenarnya yang terjadi, kata dia, Amien Rais sebelum mencalonkan diri meminta izin pada dia. ''Karena minta izin, ya saya terima. Minta dukungan, ya saya dukung. Masa minta izin ditolak.'' Dia menegaskan Amien Rais paham betul soal itu. Sehingga dia menilai baik sikap Amien yang meminta izin tersebut. ''Dimintai dukungan, ya saya dukung. Angele apa, wong hanya bilang silakan maju.'' Karena itu Gus Dur perlu meluruskan masalah tersebut sehubungan dengan kemunculan anggapan terjadi perpecahan dengan Matori, sehingga dia mendukung Amien Rais. ''Tidak pecah dan tidak geger dengan Pak Matori.'' Lengkap: http://suaramerdeka.com/harian/9910/05/nas1.htm Pemilihan presiden dilakukan berjenjang; potensial munculkan 'kuda hitam' --------------------------------------------------------------------------- ---------------- Laporan Asih Nurhayati JAKARTA, Mandiri Ketua MPR Dr Amien Rais menyatakan, lebih suka jika pemilihan presiden dilangsungkan dalam beberapa tahap, sehingga dihasilkan dua calon saja pada tahap terakhir. "Tampaknya itu akan lebih fair," kata Amien kepada pers di luar sidang SU MPR di Jakarta, Senin. Pemilihan presiden akan dilangsungkan pada tahap kedua SU MPR yang berlangsung 14-21 Oktober mendatang. Pengamat memperkirakan pemilihan presiden dengan cara berjenjang seperti itu akan menyaring figur-figur 'ekstrem', yakni yang posisinya berseberangan pada titik-titik terjauh dan menghasilkan figur-figur yang lebih bisa diterima atau moderat. Penelitian tentang hal itu pernah dilakukan oleh Dr Hermawan Sulistyo dari LIPI pada saat pemilihan ketua umum PPP dan ketua umum PB NU beberapa tahun lalu. Pada pemilihan ketua umum PPP, misalnya, calon-calon paling dijagokan dari kubu Muslimin Indonesia dan Nahdlatul Ulama kalah pada penyaringan tahap pertama Lengkapnya: http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1099/bt041099_6.htm Pasukan Prointegrasi Gagal Masuk Timtim Ribuan Warga Desak MPR Tolak Hasil Jajak ----------------------------------------------------- Atambua, JP.- Rencana Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) Joao da Silva Tavarez bersama 12.000 anak buahnya untuk kembali masuk Timtim, kemarin, batal. Ini terjadi setelah PPI mengubah strategi perang mereka dalam menghadapi pasukan Interfet yang kini sudah menutup seluruh wilayah perbatasan NTT-Timtim. Tavarez mengatakan bahwa perubahan strategi itu bukan karena pihaknya takut menghadapi Interfet. ''Saya akan tetap masuk ke Timtim, tapi terlebih dahulu kami harus menguasai basis kami, apa pun akan kami hadapi dan di mana saja. Saya tidak bisa menyebut kapan saya masuk ke Timtim karena itu rahasia dan saya bersama Tuhan saja yang tahu kapan waktunya,'' kata Tavarez menjawab Jawa Pos usai pemeriksaan pasukan PPI di Kampung Hali Ulun, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, kemarin Lengkapnya: http://www.jawapos.com/5okt/de5j2.htm ICW : Ada Anggota DPR Disuap -------------------------------------- Suara apa yang paling mahal? Tentu saja jawabnya bukan, suara Titiek Puspa atau kelompok musik AB Three. Jawabnya suara wakil rakyat. Satu suara anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kini bisa mencapai harga Rp 3 milyar. Buat apa suara semahal itu? Tentu saja untuk memenangkan calon yang dijagoinya. ''Saya pernah ditawari oleh orang dari Partai Golkar Rp 1 milyar untuk memberi suara pada B.J. Habibie untuk pemilihan presiden nanti,''ujar seorang anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa. Badan pemantau korupsi paling beken di Indonesia, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menemukan gejala-gejala itu. ''Indidkasi kuat adanya upaya menyuap anggota MPR/DPR dalam sidang umum untuk pemenangan presiden hasur diwaspadai sejak dini. Bukan saja oleh partai politik perserta sidang umum MPR, tetapi juga oleh semua lapisan masyarakat, terutama insan pers,''kata Koordinator ICW, Teten Masduki. Lembaganya, menurut Teten, sudan\h menerima pengaduan dari beberapa anggota DPR/MPR yang coba disuap. ''Ada yang mengaku ditawari uang Rp 3 milyar,''katanya Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=04101999-ti-4 ****English Section**** Many E. Timor Towns Depopulated ----------------------------------------- BALIBO, East Timor, Oct. 4 - More than two weeks into a military operation aimed at bringing security and badly-needed relief supplies to tiny, devastated East Timor, aid agency officials and military commanders seem stumped by a perplexing question: Where are the people? As Australian troops have pushed to the territory's far western district, securing the border town of Balugade and the one-time militia stronghold of Balibo, they have encountered only a handful of people - at most, about two dozen refugees living across the border in Indonesia proper, who have crossed over to scavenge for food. Here in Balibo, which once was home to 15,000 people, they have found exactly one local resident - an elderly woman, who they believe to be deaf, who was left behind when the entire town fled. A drive here from the capital, Dili, shows the extent of the depopulation of East Timor. During the more than three hour drive, the military convoy passed through once crowded towns and villages - Liquisa, Maubara, and Fatuboro - and encountered a total of just six people. Instead, the villages were a similar scene of near total destruction: burned remnants of houses with their roofs caved in, the empty shells of what were once shops and mangled vehicles on the roadside. The only buildings left standing intact are the churches More: http://www.washingtonpost.com/wp-srv/inatl/longterm/indonesia/indonesia.htm ++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
