"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Sabtu, 2 Oktober 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *SU-MPR Alami `Dead Lock`. Belum Ada Kesepakatan soal Jadwal Sidang *Utusan Daerah Ancam Pulang Ada Tekanan terhadap Eksistensi Mereka *Dimulai, "Gerilya Politik" Lemahkan Calon Presiden *PPI Ancam Kerahkan Dua Belas Ribu Pejuang *Indonesia ancam tinjau pemutusan hubungan dengan A'lia ----English Section----- *Revenge attack pushes death toll to 18 in Pakistani religious violence ++++++++ SU-MPR Alami `Dead Lock`. Belum Ada Kesepakatan soal Jadwal Sidang --------------------------------------------------------------------------- ------------- JAKARTA (Media): Perkiraan bahwa akan terjadi dead lock (buntu) dalam Sidang Umum (SU) MPR 1999 mulai terbukti. Hari pertama kemarin dimulai dengan dead lock soal jadwal persidangan. Penentuan jadwal SU-MPR yang semestinya diputuskan dalam rapat Paripurna MPR, tadi malam, ditunda hingga Sabtu pagi ini setelah hasil rapat konsultasi tertutup fraksi-fraksi dengan pimpinan sementara MPR kemarin sore tidak mencapai kesepakatan. Namun, dalam rapat konsultasi itu, semua fraksi sepakat mempercepat proses persidangan SU-MPR dan pemilihan presiden, sementara perbedaan pendapat tentang jadwal persidangan diselesaikan melalui lobi-lobi. Ketua Fraksi Partai Golkar (F-PG) MPR, Marzuki Darusman, mengatakan, rapat ditunda sampai Sabtu (2/10) untuk membicarakan dan merenungkan cara-cara untuk mencapai konsensus. Namun pada dasarnya semua pemikiran fraksi tidak banyak berbeda mengenai percepatan SU-MPR. Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999100200115988 Utusan Daerah Ancam Pulang Ada Tekanan terhadap Eksistensi Mereka -------------------------------------------------- JAKARTA-Sembilan puluh anggota Fraksi Utusan Daerah (FUD) MPR dari 18 provinsi mengancam meninggalkan semua persidangan dan pulang kampung ke daerah masing-masing karena mulai ada tekanan partai bahwa eksistensi mereka akan dihapus. "Kalau kami mau dihapus, untuk apa kami ada di sini? Lebih baik pulang kampung saja,'' kata Ketua FUD MPR Yusuf Kalla kepada pers seusai pertemuan pimpinan fraksi, pimpinan parpol, dengan pimpinan sementara MPR dan DPR di Gedung MPR/DPR, Jumat petang. Ancaman itu ditegaskan mengingat telah ada sejumlah partai yang memiliki agenda akan menghapus Utusan Daerah, walaupun dalam pertemuan tersebut sikap pimpinan partai terlihat masih akan mempertahankan Utusan Daerah. Tekanan dan ancaman likuidasi itu antara lain muncul dari "Tim Tujuh'' yang terdiri atas parpol-parpol peraih suara terbanyak Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/02/nas2.htm Dimulai, "Gerilya Politik" Lemahkan Calon Presiden ------------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Hari pertama Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (SU MPR) Jumat (1/10) langsung diramaikan berbagai bentuk manuver untuk saling melemahkan kekuatan politik lawan berkaitan dengan pencalonan presiden. Bukan hanya antarkekuatan partai, manuver itu bahkan dilakukan di antara kekuatan-kekuatan politik dalam satu partai. Salah satu bentuk manuver itu adalah penyebaran polling (jajak pendapat) yang ingin mengetahui sikap anggota Golkar terhadap perkembangan politik yang mewarnai SU MPR hari pertama. Tiga anggota DPR Partai Golkar, yang ditemui Kompas dan meminta namanya tidak disebutkan, membenarkan adanya formulir tersebut. Menurut mereka, polling tersebut muncul karena adanya sejumlah kejadian yang mengejutkan di hari pertama SU MPR. Misalnya, tidak ada pidato presiden, sebagian anggota DPR/MPR tidak berdiri sewaktu Presiden BJ Habibie masuk, dan adanya teriakan "Huu" yang menghebohkan. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9910/02/UTAMA/dimu01.htm PPI Ancam Kerahkan Dua Belas Ribu Pejuang ------------------------------------------------------ PERIKSA FALINTIL: Pasukan Interfet Australia memeriksa anggota Falintil, setelah mereka melewati tempat pemeriksaan di Dili, kemarin. (Foto: Suara Merdeka/rtr-77c) ATAMBUA - Komandan Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) Timor Timur Joao da Silva Tavares mengancam akan memimpin 12.000 pejuang untuk kembali ke wilayah itu pada Senin lusa guna menduduki enam kecamatan di Timtim barat. Pernyataan Tavares itu dikemukakan setelah pasukan internasional di Timtim (Interfet) melancarkan operasi untuk menguasai daerah tersebut. "Senin, 4 Oktober nanti kami akan masuk daerah Timtim. Saya akan memimpin 12.000 anggota PPI untuk menguasai enam kecamatan ini,'' kata Tavares kepada para wartawan di perbatasan Timor Barat-Timor Timur, Jumat kemarin. Enam kecamatan itu termasuk daerah yang dimasuki pasukan Australia dari Interfet, kemarin. "Pasukan Interfet tidak punya hak untuk mengusir saya dari tanah kelahiran saya. Jika Interfet berani menyerang saya, kami akan segera menyapu bersih mereka,'' katanya. Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/02/nas8.htm Indonesia ancam tinjau pemutusan hubungan dengan A'lia --------------------------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri Pemerintah Indonesia Jumat mengancam akan meninjau hubungan diplomatik dengan Australia, termasuk kemungkinan pemutusan relasi keduanya, jika pasukan negeri itu nekad memasuki kawasan Timor Barat yang secara legal-formal termasuk dalam wilayah kedaulatan Indonesia. "Kita harus meninjau ulang hubungan diplomatik kita dengan Australia (jika pelanggaran perbatasan itu terjadi). Kita harus bertindak keras," tegas Mensesneg/Menkeh Muladi yang berbicara atas nama Presiden BJ Habibie kepada pers. Ia merujuk pada pernyataan Menhan John Moore Kamis (30/9) yang menyatakan bahwa pasukannya memiliki kewenangan untuk menerobos perbatasan Timor Barat untuk mengejar para milisi jika mereka terlibat dalam konflik bersenjata. Para milisi diduga akan menyelamatkan diri dengan berlindung di wilayah Indonesia itu. "Pernyataan (Moore) itu sangat arogan," kata Muladi Lengkapnya: http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1099/bt011099_14.htm *****English Section***** Revenge attack pushes death toll to 18 in Pakistani religious violence --------------------------------------------------------------------------- -------- October 1, 1999 KARACHI, Pakistan (AP) -- A bitter religious feud between extremist Sunni and Shiite Muslims erupted in a new round of attacks and counterattacks Friday that left 18 dead, police and witnesses said. The violence began early Friday in southern Karachi where nine Shiite Muslims were killed when gunman sprayed a mosque where they were praying with automatic weapon fire. Another five people died in three other separate incidents, all in Pakistan's eastern Punjab province. All of those attacks targeted Shiite Muslims More: http://cnn.com/ASIANOW/south/9910/01/pakistan.killings.02.ap/ ++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
