"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Selasa, 19 Oktober 1999 """""""""""""""""""""""""""""""""""" @ Megawati tentang Pemilihan Presiden Optimis Masih Berlakunya Hati Nurani @ Ribuan Mahasiswa Protes Forkot dan Famred @ Ancaman Revolusi Teror terhadap Demokrasi @ Gus Dur akan Gugat "Tempo" @ Ribuan Pendukung Mega Sudah Mulai Berdatangan @ Rela Kehilangan Rezeki demi Megawati @ FDP Tolak Pertanggungjawaban Presiden @ Wiranto ''Mundur'' dari Cawapres ------ Luar Negeri -------------- ** Perekonomian Asia Menggeliat ** Militer Pakistan Rangkul Sipil ---------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Megawati tentang Pemilihan Presiden Optimis Masih Berlakunya Hati Nurani --------------------------------------------- Jakarta, Kompas Megawati Soekarnoputri menyatakan, dirinya bukan orang pesimis, melainkan orang yang selalu optimis, termasuk dalam soal kansnya sebagai presiden. Oleh karena itu pula, ia melihat peluang bagi PDI Perjuangan (PDI-P) terbuka lebar untuk menempatkan orang terbaiknya sebagai presiden. Megawati bahkan yakin bahwa pada akhirnya hati nurani akan mampu "mengalahkan" berbagai usaha penjegalan atau "amputasi politik" terhadap dirinya. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/19/UTAMA/opti01.htm Ribuan Mahasiswa Protes Forkot dan Famred Dinilai tak Berhak Atasnamakan 'Mahasiswa Indonesia' ------------------------------------------------------------------ JAKARTA -- Giliran Forkot dan Famred, kemarin, dikritik oleh kalangan mahasiswa sendiri. Kritik pedas, antara lain datang dari Forum Mahasiswa Surabaya (FMS). Bahkan, ribuan mahasiswa Ujungpandang mengadakan unjuk rasa khusus untuk memprotes klaim demo brutal di Jakarta yang mengatasnamakan 'mahasiswa Indonesia'. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam FMS menilai aksi mahasiswa yang tergabung dalam Forkot (Forum Kota) dan Famred (Fron Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi) di Jakarta bukan gerakan moral mahasiswa, melainkan aksi anarki karena menjurus kekerasan, pemaksaan kehendak, dan brutal. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/19/28088.htm Ancaman Revolusi Teror terhadap Demokrasi ------------------------------------------------------ JAKARTA -- Banyak kalangan menilai ancaman massa PDI Perjuangan untuk melakukan revolusi bila Megawati Soekarnoputri gagal menjadi Presiden ke-4 RI sebagai sesuatu yang melanggar norma agama dan etika demokrasi. ''Ancaman revolusi merupakan teror kepada anggota MPR. Jika anggota majelis tunduk pada ancaman itu, berarti pemilihan presiden di bawah tekanan dan itu berbahaya bagi demokrasi,'' ujar mantan Wakil Ketua DPA Cholil Badawi di Jakarta kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/19/28092.htm Gus Dur akan Gugat "Tempo" ----------------------------------- Jakarta, Kompas "Kami hanya ingin menunjukkan bahwa PKB (Partai Kebangkitan Bangsa-Red) berdiri paling depan dalam memerangi praktik uang haram. Sebab itu kami merasa surprise bila Gus Dur akan menggugat Tempo," demikian disampaikan oleh Redaktur Eksekutif Tempo Toriq Hadad tadi malam.Gus Dur akan menggugat majalah berita mingguan (MBM) Tempo jika dari hasil penyelidikan ternyata pemberitaan Tempo tendensius. "Berita itu akan mengadu domba saya dengan Pak Habibie. Kalau benar mau mendiskreditkan hubungan baik saya dengan Habibie, saya akan gugat Tempo Rp 100 milyar," ujarnya. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/19/UTAMA/gusd11.htm Ribuan Pendukung Mega Sudah Mulai Berdatangan ------------------------------------------------------------- JAKARTA - Ribuan pendukung Mega se-Jabotabek dan dari luar Jakarta kemarin mulai berdatangan ke Ibu Kota. Mereka menggunakan lebih dari enam puluh bus Metromini menggelar spanduk, orasi, dan konvoi di seputar Jalan MH Thamrin, Sudirman, dan Jembatan Semanggi, Jakarta Selatan. Janji belasan ribu anggota satgas PDI Perjuangan asal Sala, Semarang, Jabar, dan Jatim yang akan nglurug ke Jakarta sudah mereka buktikan. Namun, kemarin mereka tidak semua turun ke jalan. Mereka juga perlu waktu untuk konsolidasi, termasuk istirahat, mengatur aksi yang akan marak di Jakarta pada hari ini dan esok, Rabu (20/10). Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/19/nas5.htm Rela Kehilangan Rezeki demi Megawati ----------------------------------------------- "MEGAWATI harus jadi presiden''. Begitulah tekad pendukung setia putri Proklamator RI itu untuk mendukung Mega menuju kursi kepresidenan. Entah mereka paham prosedur pemilihan presiden atau tidak, yang jelas dalam benak pikiran mereka hanya satu kalimat mantap itu. Inilah yang membuat sebagian warga Ibu Kota merasa miris. Mereka khawatir jika Mega gagal menjadi presiden dalam pemilihan yang dijadwalkan besok, kerusuhan akan terjadi. Tak mengherankan ada yang memilih tidak keluar rumah, ada pula yang sampai mengungsi. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/19/nas6.htm FDP Tolak Pertanggungjawaban Presiden ------------------------------------------------- Surabaya (Bali Post)- Ratusan orang yang tergabung dalam Front Demokrasi Perjuangan (FDP), Senin (18/10) kemarin, mendatangi gedung DPRD Jatim dan DPRD Kotamadya Surabaya (KMS). Mereka menyerahkan delapan butir sikap politik kepada anggota Dewan untuk disampaikan dalam sidang umum (SU) MPR khususnya agenda pemilihan presiden. Ketika pengunjuk rasa ''bertamu'' ke DPRD KMS, selain menyajikan orasi, para demonstran juga menyuguhkan drama SU-MPR di halaman gedung wakil rakyat. Tiga wakil rakyat, Herman Rifai (Wakil Ketua dari PAN), Arief Indrianto (F-PDI Perjuangan) dan I Gde Tamba (F-TNI/Polri) menemui para demonstran. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/19/n11.htm Wiranto ''Mundur'' dari Cawapres * Duet Gus Dur-Cak Nur Alternatif ------------------------------------------ Jakarta (Bali Post) - Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto menegaskan, dirinya tidak masuk dalam rivalitas calon presiden ataupun calon wakil presiden. Ini berarti Wiranto ''mundur'' dari pencalonan wapres oleh Golkar. ''Pada situasi seperti saat ini, saya memilih untuk tidak masuk dalam rivalitas calon presiden ataupun calon wakil presiden. Posisi politik yang terbuka untuk saya, akan saya laksanakan apabila rakyat benar-benar membutuhkannya,'' kata Wiranto, di Jakarta, Senin (18/10) malam kemarin. Wiranto juga menyatakan, situasi politik dan keamanan saat ini cenderung bergerak ke arah instabilitas yang berbahaya. ''Karenanya, saya tidak mungkin berbuat lain kecuali mengkonsentrasikan segenap waktu dan kemampuan saya bersama seluruh prajurit TNI dan rakyat yang mencintai negeri ini untuk melaksanakan tugas menjaga keselamatan bangsa dan negara kita,'' kata Wiranto. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/19/n4.htm ------ Luar Negeri -------------- Perekonomian Asia Menggeliat ------------------------------------ Singapura, Senin Dana Moneter Internasional (IMF) meramalkan, perekonomian lima negara Asia yang belakangan terpukul oleh krisis, tahun ini akan tumbuh rata-rata tiga persen, dan tahun berikutnya empat persen. Menurut Wakil Direktur IMF Stanley Fischer di Singapura, Senin (18/10), di antara lima negara, Korea Selatan (Korsel), Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina, hanya Korsel yang mampu tumbuh hingga enam persen. Fischer mengatakan, Korsel akan memimpin pertumbuhan tahun ini hingga enam persen setelah beberapa tahun belakangan tumbuh rata-rata tujuh persen.Perekonomian Korsel cepat pulih karena pemerintah mampu menyehatkan kembali sektor perbankan nasional. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/19/LN/pere06.htm Militer Pakistan Rangkul Sipil ------------------------------------ Islamabad, Senin Meski berjanji akan mengembalikan iklim demokrasi di Pakistan, namun penguasa militer Jenderal Pervaiz Musharraf masih menyimpan teka-teki, kartu apa lagi yang ia mainkan untuk berkuasa tanpa melalui pemilihan umum. Lima hari setelah PM Nawaz Sharif digulingkan melalui kudeta militer, Jenderal Pervaiz Musharraf hari Minggu (17/10) mengumumkan pemerintahan bersama militer-sipil.Dalam pengumuman yang disiarkan di seluruh negeri, Kepala Angkatan Darat yang juga Kepala Staf Angkatan Bersenjata Pakistan ini mengungkapkan, ia akan menunjuk menteri-menteri anggota kabinet dan mereka akan bekerja di bawah koordinasi lembaga baru, Dewan Keamanan Nasional sebagai administrator tertinggi dengan Musharraf sendiri sebagai Kepala Eksekutifnya. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/19/LN/mili06.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
