SARI BERITA : Rabu, 20 Oktober 1999
====================================
Seputar SU' 99
-------------------
*Presiden BJ Habibie mundur sebagai capres Golkar, Siapa calon presiden
terkuat?
*Akbar Tolak Jadi Capres
Amien Maju Jika Gus Dur Mundur
*Massa Mega Dan Massa Habibie Nyaris Bentrok
*Bisa-bisa Ambon Pindah ke Jakarta
*Wiranto says he won't run with Habibie

---Umum---
*Perlu Waktu Untuk Pemulihan Ambon:
20 Tahun Untuk Fisik, 4 Abad Untuk Mental
*Putusan Fatwa MA Trick Menghilangkan Tanggung Jawab

----English Section----
*Police Arrest Hijacker of EgyptAir Plane
*Pentagon: Drug may be linked to Gulf War Syndrome
+++++

Presiden BJ Habibie mundur sebagai capres Golkar, Siapa calon presiden
terkuat?
Laporan Sumarno
---------------------------------------------------------------------------
------------
JAKARTA, Mandiri
JAKARTA, Mandiri - Menyusul ditolaknya pidato pertanggungjawaban presiden
BJ Habibie oleh rapat paripurna Mejelis Permusyawaratan Rakyat Rabu pagi,
akhirnya Habibie menyatakan mundur sebagai calon presiden dari Partai
Golkar.
Hal itu terungkap dari sebuah sumber dekat pihak Habibie saat mantan
Menristek dalam Kabinet Pembangunan itu melakukan sholat shubuh di Masjid
Istiqlal, Jakarta Pusat. Namun, Habibie yang dicegat beberapa wartawan itu
tidak memberikan komentar apapun.
Sebelumnya, usai pengumuman voting, ketum DPP Partai Golkar yang juga ketua
DPR, Akbar Tandjung, melakukan pertemuan dengan presiden BJ Habibie, di
kediaman Habibie, di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Lengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1099/bt201099_2.htm

Akbar Tolak Jadi Capres
Amien Maju Jika Gus Dur Mundur
---------------------------------------
detikcom, Jakarta- Gong penolakan kembali Habibie menjadi Presiden telah
ditabuh di rumah rakyat. Kekuatiran Megawati menjadi calon tunggal muncul.
Apalagi dibarengi isu Gus Dur akan mundur. Amien Rais pun didorong-dorong
untuk maju. Namun Amien, kabarnya bersedia maju jika saja Gus Dur mundur.
Itu gambaran situasi politik yang terjadi hingga Rabu (20/10/1999) sampai
pukul 07.45 wib. Meskipun Amien Rais telah menyatakan Gus Dur mantap
bertarung merebut kursi kepresidenen secara elegan, namun di sebagian
kalangan muncul juga kekuatiran Gus Dur akan mundur.
Oleh sebab itu banyak kalangan Islam, terutama yang dekat dengan Habibie,
mendorong-dorong Amien Rais maju sebagai Capres. Hanya saja, sejauh ini,
Amien tetap tidak bersedia. "Kalau Gus Dur mundur, barulah Amien akan
maju," begitu menurut sumber detikcom.
Lengkapnya: http://detik.com/berita/199910/19991020-0750.htm

Massa Mega Dan Massa
Habibie Nyaris Bentrok
-----------------------------
JAKARTA (Waspada): Meski aparat keamanan melarang Bundaran Hotel Indonesia
(HI) sebagai ajang demonstrasi, namun belasan ribu massa PDI Perjuangan,
Gerakan Pemuda Kabbah dan mahasiswa, Selasa (19/10) masih terus membanjiri
kawasan itu.
Sejak siang sampai sore hari, Bundaran HI menjadi lautan merah karena
dibanjiri belasan ribu massa PDI P yang menggelar aksi untuk menggolkan
Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI ke 4 dalam
pemilihan Presiden yang akan dilangsungkan hari ini, Rabu (20/10).
Gelombang massa PDI P yang datang dari berbagai daerah itu tidak dapat
ditahan oleh aparat keamanan sehingga seluruh jalur Jalan MH Thamrin dan
Jenderal Sudirman di tutup.
Sementara itu sekitar 10.000 massa yang datang dari arah Blok M melakukan
long march hingga ke Fly Over Senayan. Mereka menolak Megawati Sokarnoputri
dipilih menjadi Presiden periode 1999 - 2004.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/102099/headline/headlin4.htm

Bisa-bisa Ambon Pindah ke Jakarta
------------------------------------------
JAKARTA - Jika melihat tanda-tanda konsentrasi massa pendukung calon
presiden Megawati Soekarnoputri dan pendukung BJ Habibie di Jakarta,
bentrok massa sulit dihindari. Karena itu, para calon presiden perlu duduk
satu meja untuk membentuk pemerintahan transisi.
Demikian dikatakan Ketua PUDI Dr Sri-Bintang Pamungkas kepada wartawan di
Jakarta, menanggapi persaingan tiga kandidat calon presiden yang kini
bersaing keras, yaitu Megawati, BJ Habibie, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus
Dur).
''Tapi saya tidak melihat kondisi yang kondusif, siapa pun yang terpilih
sepertinya akan timbul kerusuhan dan Ambon bisa pindah di Jakarta,'' ujar
Bintang yang kemarin menemui beberapa anggota fraksi di MPR.
Untuk menghindari hal itu, para calon presiden yang sedang bersaing
sekarang mesti bertemu untuk membentuk pemerintahan triumvirat terdiri atas
presiden dan dua wakil presiden. Pemerintahan itu bersifat transisi.
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/20/nas3.htm

Wiranto says he won't run with Habibie
------------------------------------------------
General also sends strong message to Megawati to get her act together if
she wants him to be her partner
JAKARTA -- Indonesian military chief General Wiranto yesterday announced he
was not running as President B.J. Habibie's vice-presidential candidate.
He also sent a strong message to challenger Megawati Sukarnoputri to get
her act together if she really wanted him on her ticket.
In a televised address on the eve of a People's Consultative Assembly (MPR)
vote on the President's 17-month track record, he told the nation he had
not been consulted when Golkar decided to name him as its vice-presidential
candidate, and that to this day, he had yet to be contacted on the matter.
More: http://straitstimes.asia1.com/one1/one1.html


----Umum-----
Perlu Waktu Untuk Pemulihan Ambon:
20 Tahun Untuk Fisik, 4 Abad Untuk Mental
-------------------------------------------------------
MAKASSAR (Waspada): Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Suaidi Marasabessy yang
pernah terlibat dalam penanganan penghentian pertikaian di Ambon,
menyimpulkan kerusuhan kedua yang terjadi di Ambon sejak 24 Juli 1999
hingga saat ini berdampak lebih berat dibanding pada kerusuhan pertama, Mei
1999.
Untuk mengembalikan Ambon pada keadaan semula, Suaidi memperkirakan
dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk pemulihan secara fisik dan empat
abad untuk pemulihan secara mental.
Kesimpulan itu, menurut Suaidi yang pernah memimpin Tim Khusus ABRI pada
kerusuhan Ambon yang pertama dan memimpin Tim 3 pada kerusuhan kedua,
didasarkan pada lima indikasi.
Kepada pers di Makassar, Selasa (19/10), Suaidi merinci, (kesatu) korban
jiwa yang berhasil didata, lebih besar pada kerusuhan kedua, yakni 246
orang (belum termasuk korban kerusuhan yang terjadi di luar Kodya Ambon).
Sedang dalam kerusuhan pertama (hingga 15 Mei 1999) di Kodya Ambon dan
Maluku Tengah terdapat 212 korban jiwa.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/102099/headline/headlin9.htm

Putusan Fatwa MA Trick Menghilangkan Tanggung Jawab
----------------------------------------------------------------------
Adanya Fatwa Mahkamah Agung dalam memutuskan boleh tidaknya Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) untuk menyerahkan long form hasil audit Price Waterhouse
Cooper (PWC) pada DPR, dinilai sebagai siasat untuk menghilangkan tanggung
jawab pemerintah Habibie terhadap skandal Bank Bali.

Pengamat Hukum Perbankan, Pradjoto yang merupakan orang pertama membongkar
skandal Bank Bali itu, melihat bukan tidak mungkin pengumuman fatwa MA
sekarang sebagai upaya menghindar dari tanggung jawab. "Bisa saja ini
ditujukan untuk menghilangkan pertanggunganjawaban pemerintah Habibie.
Mengapa baru sekarang diumumkan bukan sebelum-sebelumnya,"katanya
mempertanyakan
Lengkapnya:
http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=18101999-ti-4

English Section-----

Police Arrest Hijacker of EgyptAir Plane
---------------------------------------------------
HAMBURG, Germany -- Police commandos captured the alleged hijacker of an
EgyptAir flight after he forced it to land Tuesday evening in Hamburg,
freeing 55 people aboard four hours after the plane was commandeered over
Turkey.
A man armed with a knife seized control of Flight 838 shortly after it took
off from Istanbul's Ataturk airport at 6:16 p.m. (11:16 a.m. EDT) en route
to Cairo, authorities said. The motive for the hijacking was not known.
More: http://www.washingtonpost.com/wp-srv/inatl/daily/oct99/hijack19.htm

Pentagon: Drug may be linked to Gulf War Syndrome
------------------------------------------------------------------
WASHINGTON (CNN) -- A drug given to U.S. troops during the Persian Gulf War
to protect against a nerve gas may be linked to ailments now known as Gulf
War Syndrome, the Pentagon said Tuesday, acknowledging what some medical
researchers and veterans have long suspected.
A study of scientific literature about pyriostigmine bromide -- or PB --
found that the drug "cannot be ruled out" as the cause for an array of
symptoms. They include chronic pain, digestive problems, nausea, skin
rashes, fatigue, aching joints, memory loss and concentration problems
suffered by thousands of veterans of the 1990-91 war
More: http://cnn.com/US/9910/19/gulf.war.syndrome.02/index.html
++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke