"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 23 Oktober 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
* Menuju "Indonesia Baru"
   Politik Rekonsiliasi Harus Segera Dilaksanakan
* Pasar Menunggu Rupiah Bereaksi Positif
   Paul Wolfowitz - SM/dok
* Gus Dur Minta Masukan Ekonom
  "Kabinet Pelangi" Segera Diumumkan
  Muladi Mengakui Setneg Semrawut
* Soal Pemulihan Bantuan
  IMF Berikan Sinyal Positif
* Kabinet Harus Bebas KKN
* 'Jangan Sepelekan
  Tuntutan Rakyat Aceh'

 BERITA LUAR NEGERI
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
* Papon Tertangkap di Swiss
  Maurice Papon - SM/rtr
*Temuan Tim Investigasi Di Motaain:
  Pihak Indonesia Duluan Menembak

SELAMAT MEMBACA
===================
Menuju "Indonesia Baru"
Politik Rekonsiliasi Harus Segera Dilaksanakan
--------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Tugas paling pokok pemerintahan sekarang adalah melaksanakan politik
rekonsiliasi secara sungguh-sungguh dan memperbanyak komunikasi dengan
kelompok-kelompok yang bertikai. Pemerintah juga harus sensitif dan
responsif pada aspirasi daerah. Untuk itu perlu semacam imajinasi bersama
tentang apa yang ingin dituju, sehingga tercipta Indonesia baru sebagai
bagian nyata dari kehidupan rakyat.
Demikian rangkuman pendapat dari peneliti CSIS Kusnanto Anggoro, Ulil
Abshar-Abdalla dari Institut Studi Arus Informasi (ISAI), pengamat sosial
budaya Nirwan Ahmad Arsuka, dan Taslim Arifin dari Universitas Hasanuddin
(Unhas) yang dihubungi Kompas, Jumat (22/10). Mereka dimintai pendapat
berkaitan munculnya bibit-bibit disintegrasi bangsa di tengah gagasan untuk
membentuk apa yang kini populer disebut "Indonesia Baru".
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9910/23/UTAMA/poli01.htm

Pasar Menunggu Rupiah Bereaksi Positif
Paul Wolfowitz - SM/dok
------------------------------------------------
DENPASAR - Susunan kabinet baru, terutama menteri-menteri yang akan
membidangi ekonomi, akan sangat menentukan kemantapan kredibilitas
pemerintahan baru yang dipimpin KH Abdurrahman Wahid dan Megawati
Soekarnoputri. Para pelaku pasar masih menunggu sosok menteri yang akan
tampil. Respons positif akan ditunjukkan kalau yang tampil figur-figur yang
kredibel. Demikian beberapa pokok pendapat dari mantan Duta Besar Amerika
Serikat untuk Indonesia Paul Wolfowitz, mantan menteri keuangan Mar'ie
Muhammad, dan pengamat ekonomi yang juga Sekjen Partai Amanat Nasional
Faisal Basri.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/23/nas3.htm

Gus Dur Minta Masukan Ekonom
"Kabinet Pelangi" Segera Diumumkan
Muladi Mengakui Setneg Semrawut
 ------------------------------------------
JAKARTA - Susunan kabinet yang akan segera diumumkan oleh Presiden
Abdurrahman Wahid beberapa hari lagi, dipastikan terdiri atas wajah-wajah
baru. Beberapa politikus dan pengamat politik yang dihubungi di Jakarta
kemarin mengemukakan, rakyat sudah telanjur tidak percaya terhadap
wajah-wajah lama. Mereka dianggap ada hubungannya dengan status quo dan
terlibat kasus KKN. Selain wajah-wajah baru akan tampil, menteri-menteri
nanti akan sangat beragam, artinya terdiri atas cendekiawan, politikus, dan
berbagai kelompok sosial.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/23/nas1.htm

Soal Pemulihan Bantuan
IMF Berikan Sinyal Positif
--------------------------------
Washington, Jumat
Deputi Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Stanley
Fischer, hari Rabu (21/10) waktu Washington, mengatakan, mulai melihat
kemungkinan dilanjutkannya aliran bantuan kepada Indonesia dalam beberapa
pekan mendatang. Dia mengutarakan itu ketika berbicara kepada wartawan
dalam suatu jumpa pers.
Fischer mengatakan, perkiraan positif mengenai perkembangan politik di
Indonesia, sudah dapat menjadi pendorong, apalagi jika ada dukungan politik
bagi pemerintahan baru. Fischer memberikan reaksi, setelah duet Abdurrahman
Wahid-Megawati Soekarnoputri masing-masing terpilih menjadi Presiden dan
Wapres RI.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9910/23/UTAMA/imf01.htm

Kabinet Harus Bebas KKN
-------------------------------
JAKARTA (Waspada): Kabinet yang akan dibentuk pemerintahan KH Abdurrahman
Wahid - Megawati Soekarnoputri harus bebas dari praktek kolusi, korupsi,
dan nepotisme (KKN).
Hal tersebut merupakan salah satu poin yang mengemuka dalam dialog publik
yang menghadirkan pembicara sejumlah pakar, yakni Dr Nurcholish Madjid, Dr
Sri Mulyani Indrawati, Prof Dr Emil Salim, Hamid Awaludin, Todung Mulya
Lubis, serta KH Hasyim Wachid di Jakarta, Jumat (22/10).
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

'Jangan Sepelekan
Tuntutan Rakyat Aceh'
---------------------------
BANDA ACEH (Waspada): DPR dan Pemerintahan baru RI, jangan menyepelekan
tuntutan kolektif referendum Aceh. Hasil keputusan berbagai kongres dan
pertemuan tentang Aceh serta aspirasi rakyat, yang dikirim kepada SIRA,
terbukti, mayoritas rakyat Aceh menolak otonomi khusus, kata Koordinator
Pusat Sentral Informasi Referendum Aceh.
Dalam siaran pers kepada Waspada, Jumat (22/10), Muhammad Nazar
menyebutkan, Sidang Umum MPR RI, pertanggungjawaban Presiden dan respon
pemerintah reformasi, belum mengakomodir secara konkrit tuntutan rakyat
Aceh secara mayoritas. "Apabila tuntutan rakyat Aceh ini tidak direspon dan
ditetapkan MPR serta Pemerintah RI, maka perjuangan dengan cara lain, tak
dapat ditolerir lagi," ungkapnya.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

BERITA LUAR NEGERI
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Papon Tertangkap di Swiss
 Maurice Papon - SM/rtr
 --------------------------------
JENEWA - Pelarian diri penjahat perang Maurice Papon untuk menghindari
jerat hukum, berakhir setelah polisi menangkapnya di sebuah hotel mewah di
Swiss. Demikian diungkapkan para pejabat Swiss, Jumat kemarin.
Perdana Menteri Prancis Lionel Jospin segera menuntut Swiss agar
mengekstradisi Papon. Namun menurut sumber-sumber diplomatik, penyerahan
bekas pejabat pemerintahan Vichy itu untuk dipenjara di Prancis, mungkin
bakal tertunda karena alasan penyakit. Polisi Swiss menangkap pelarian
berusia 89 tahun itu Kamis malam di daerah pegunungan Bernese Oberland,
berdasarkan surat perintah penangkapan dari Kepolisian Prancis.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/23/int3.htm

Temuan Tim Investigasi Di Motaain:
Pihak Indonesia Duluan Menembak
-----------------------------------------
DILI (Waspada): Tim investigasi bersama antara Interfet, TNI dan Polisi
serta UNAMET untuk insiden di desa Motaain, di perbatasan Timor Timur dan
Nusa Tenggara Timur telah merampungkan temuannya dan hasil investigasi itu
akan segera diserahkan ke PBB. Komandan Interfet, Mayjen Peter Cosgrove,
Jumat (22/10) mengatakan hasil investigasi itu menyebutkan bahwa tembakan
pertama berasal dari pihak Indonesia, sementara tentara Interfet dilaporkan
melepaskan tembakan untuk alasan menyelematkan diri.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke