**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Matius 6:10
"Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga"

KONSEKUENSI DOA

Semua manusia selalu rindu agar adanya kedamaian di dunia, lalu bagaimana
supaya ini dapat tercipta ?? Dengan pemerintahan dunia yang diktator dan
penuh penipuan tentu tidak dapat menciptakannya, namun satu  hal yang kita
pegang adalah kedamaian yang kita rindukan itu hanya dapat terwujud apabila
ada Allah yang memerintah di atas segala-galanya dalam segala sesuatu dan
mewujudlammya melalui kehadiran orang percaya di dalam dunia ini.
Dalam formulasi 'Doa' yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, salah satu hal yang
sangat perlu diperhatikan di sini bahwa murid-murid tidak diajar untuk
memohon atau meminta berkat saja dari Tuhan. Tuhan Yesus tidak menghendaki
kalau pemahaman para murid itu memahami bahwa doa itu adalah suatu kegiatan
manusia untuk wajib dilakukan dan menjadi rutinitas saja. Bobot Doa yang
diajarkan Tuhan Yesus ini sekaligus mengajak para murid bahwa setelah
mereka berdoa maka mereka akan hadir di tengah masyarakat untuk menunjukkan
Kerajaan Allah yang berkuasa di dalam kehidupan mereka dan melalui hal
tersebut akan nyata bahwa yang mengatur dan memerintah kehidupan manusia
itu adalah Tuhan, makanya Doa selanjutnya itu langsung disambung dengan
ungkapan 'jadilah kehendak-Mu', bukan lagi kehendak manusia yang penuh
kedagingan itu yang ditonjolkan melainkan kehandak Allah yang empunya
Kerajaan di bumi dan di surga itu. Jadi manusia tidak hanya memahami doa
sebagai hal untuk memohon berkat dari Tuhan saja melainkan adanya tanggung
jawab moral dari masing-masing yang berdoa tersebut untuk menyatakan
kerajaan Allah di lingkungan di mana mereka berada. Secara tidak langsung
Tuhan Yesus mau agar manusia itu akan menjadi manusia yang konsekuen dan
konsisten dalam mengungkapkan sesuatu apapun kepada Tuhan. Maksudnya adalah
bahwa barang siapa yang berdoa kepada Tuhan maka ia menunjukkan adanya
relasi di antara pribadinya dengan Tuhan, bukan saja hanya pada saat ia
berdoa tetapi juga dalam tingkah laku dan keputusan apa yang diambilnya
selalu menunjukkan relasi vertikal dengan Tuhan.
Kerajaan Allah itu tidak hadir dalam bentuk yang tidak mampu ditangkap oleh
akal dan kemampuan manusia melainkan dalam apa yang dapat dipahami oleh
manusia. Maka Tuhan Yesus bermaksud agar manusia menyatakannya, dan hal ini
tentu dalam relasi manusia itu dengan orang lain. Pemerintahan Allah juga
dapat saja hadir melalui pemerintahan dunia/penguasa pemerintahan oleh
karena pemerintah itu sendiri berasal dari Tuhan (Rom.13:1). Maka
pemerintah yang ada di dunia ini sekarang dituntut untuk menyatakan
pemerintah yang berjiwa melayani, adanya kasih terhadap masyarakat yang
dipimpinnya, sehingga penerintah menjadi representatif Allah di dunia.  Dan
dalam keadaan inilah Tuhan Yesus mau mengajar para murid untuk memohon agar
Kerajaan Allah hadir di tengah-tengah manusia. Maka tanggung jawab tersebut
diemban  oleh orang percaya yang berdoa kepada Tuhan untuk dapat
mewujudnyatakan kehadiran Tuhan di dalam dunia ini. Bila hal ini telah
nyata maka akan terlihat bahwa suasana surgawi akan terlihat di dalam dunia
ini, sehingga tidak ada lagi berbagai bentuk penindasan, dengki, korupsi,
dendam, dan kejahatan lainnya.
Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab setiap orang percaya untuk berdoa dan
bertanggung jawab atas melakukan apa yang benar untuk menyatakan kehadiran
Kerajaan Allah di bumi ini, apakah lewat pelayanan, pekerjaan, study, di
mana dan kapan saja sampai selama-lamanya, amin.
(Yus)

Pokok-Pokok Doa:
1. Bersyukur untuk SU MPR, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang telah
berlangsung.
2. Berdoa untuk Presiden & Wapres yang baru terpilih agar mereka mampu
memimpin bangsa kita ke arah perdamaian dan pemulihan di segala bidang.
3. Berdoa untuk setiap orang percaya agar mereka hadir dan bertanggung
jawab menyatakan kehadiran Allah.
4. Berdoa untuk pemulihan daerah-daerah yang sedang mengalami kerusuhan
supaya dapat menyelesaikan konflik yang sudah terjadi selama ini.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke