"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Senin, 25 Oktober 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Indikasi Money Politics Semakin Terungkap:
    Politikus Golkar Kecipratan Uang Bank Bali
@ UU Otonomi Akan
    Hapus Dominasi Militer
@ MENUJU DEMOKRASI
@ Dalam Penyusunan Anggota Kabinet
    Kompromi Politik Jangan Korbankan Ekonomi
@ Soal Penugasan Wapres Tangani Indonesia Timur
    Afan Gaffar: Saatnya Megawati Membuktikan Kemampuannya

---------BERITA LUAR  NEGERI-----------
@ Cina Borong Pesawat Airbus
@ Penguasa Militer Pakistan Hadapi Gugatan

SELAMAT MEMBACA
''''''''''''''''''''''''''

Indikasi Money Politics Semakin Terungkap:
Politikus Golkar Kecipratan Uang Bank Bali
----------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Indikasi money politics dalam skandal Bank Bali (BB)
semakin terungkap. Hasil audit long form Pricewaterhouse Coopers (PwC)
menunjukkan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Pusat Golkar serta sejumlah
politikus ikut kecipratan uang BB. Laporan lengkap PwC menggambarkan
Bappilu Golkar menerima transfer dana dari rekening Arung Gauk Jarre (AGJ),
kerabat dekat Tanri Abeng, di Bank Lippo, Lippo Center, senilai Rp 15
miliar pada 2 Juni 1999. Transfer dilakukan tiga kali masing-masing Rp 5
miliar ke rekening Bappilu dengan nomor 113.10.14410 di bank BBD cabang
MPR/DPR Senayan.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

UU Otonomi Akan
Hapus Dominasi Militer
----------------------------
JIMBARAN (Waspada): Dominasi militer di berbagai bidang kekaryaan yang
selama ini sering diperdebatkan diharapkan pada pemerintahan yang baru ini
berkurang sesuai dengan kebutuhan. Sebab jika banyak militer yang
menganggur dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Pengamat militer
dan politik dari Australia, Harold Crouch mengatakan, konsep dwifungsi ABRI
(TNI) yang selama ini dinilai banyak memberikan peluang bagi dominasi
militer di hampir segala bidang kekaryaan sebaiknya memang berubah sesuai
dengan perkembangan Indonesia. Masalah itu harus diputuskan oleh pemerintah
sendiri.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

MENUJU DEMOKRASI
Sucipto, Jl Wologito Tengah V, RT 5 RW 7,
------------------------------------------------------
Syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Tuhan YME bahwa bangsa Indonesia
telah berhasil memilih pasangan ideal, yaitu Bapak KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) sebagai presiden ke-4 dan Ibu Megawati Soekarnoputri (Mbak Mega)
sebagai wakil presiden. Sebagai pemimpin bangsa yang telah lama dinantikan
oleh seluruh rakyat Indonesia, kami yakin beliau berdua mampu memulihkan
kondisi dan situasi nasional saat ini, mengembalikan lagi kepercayaan
rakyat dan masyarakat internasional yang telah hilang, serta mampu
menjalankan amanat rakyat menuju Indonesia yang bersatu.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/25/nas10.htm

Dalam Penyusunan Anggota Kabinet
Kompromi Politik Jangan Korbankan Ekonomi
------------------------------------------------------
Manila, Kompas
Portofolio-portofolio ekonomi dalam kabinet pemerintahan yang baru, tidak
bisa ditawar-tawar, harus diserahkan kepada mereka yang benar-benar
profesional. Sedangkan untuk portofolio-portofolio lainnya, bisa
dibagi-bagi di antara partai-partai atau kelompok yang ada, guna
mengakomodir kepentingan untuk merangkul berbagai kekuatan politik yang ada
demi rekonsiliasi nasional.
Sekengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9910/25/UTAMA/komp01.htm

Soal Penugasan Wapres Tangani Indonesia Timur
Afan Gaffar: Saatnya Megawati Membuktikan Kemampuannya
--------------------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Pengamat politik dari UGM Yogyakarta, Afan Gaffar, mengharapkan
penugasan Presiden KH Abdurrahman Wahid kepada Wapres Megawati
Soekarnoputri untuk menangani persoalan di Indonesia Timur --termasuk kasus
Ambon-- bisa menjadi wahana untuk membuktikan kemampuannya. Selama ini,
ungkap Afan, orang mengenal Mega sebagai politisi yang lebih banyak diam.
''Ia kan dinilai kurang dalam hal visi dan intelektualnya untuk mengatur
negara yang begitu kompleks ini. Jika ketika menjadi Ketua PDI-P ia bisa
menghindar dan bersembunyi dari pers, maka sebagai Wapres ia harus mau
berbicara untuk menjelaskan rencana dan hasil kerjanya,'' katanya kepada
Republika kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/25/28684.htm

---------BERITA LUAR  NEGERI-----------
Cina Borong Pesawat Airbus
-----------------------------------
LYON - Cina memutuskan membeli delapan pesawat jumbo Airbus A-340 dan 20
A-318 dan A-319, kata Presiden Prancis Jacques Chirac, Sabtu lalu. ''Ini
penjualan besar senilai sekitar 15 miliar franc (hampir Rp 20 triliun),''
kata Chirac dalam jumpa pers bersama Presiden Cina Jiang Zemin. Bisnis
tersebut sangat baik bagi Eropa dan juga Prancis, kata Chirac kepada para
wartawan di Bandara Lyon-Satolas.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/25/int4.htm

Penguasa Militer Pakistan Hadapi Gugatan
---------------------------------------------------
ISLAMABAD - Penguasa militer Pakistan hari Minggu kemarin menghadapi
tantangan hukum pertama, ketika sebuah partai menyatakan pihaknya menentang
keputusan yang melarang ketua partai itu pergi ke provinsi tempat
kelahirannya.
Jamaat-i-Islami, partai agama utama di Pakistan, mengatakan akan menempuh
jalur hukum untuk menentang larangan terhadap pemimpinnya, Qazi Hussein
Ahmed, untuk bepergian ke Provinsi Perbatasan Barat Laut (PBL) selama 30
hari.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/25/int2.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke