"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 29 Oktober 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Debat Gus Dur-Muhammad Yunus
Penerangan Itu Pekerjaan Masyarakat, Bukan Pekerjaan Departemen
*Kabinet Tetap Tak Akan Dirombak
*Akbar Akui Golkar Terima Rp 15 Miliar
*Puluhan Ribu Massa Di Aceh
Utara Pawai Referendum

---English Section---
*US official lauds Indonesian leaders' first steps
*Armenian premier killed as gunmen storm parliament
++++++++

Debat Gus Dur-Muhammad Yunus
Penerangan Itu Pekerjaan Masyarakat, Bukan Pekerjaan Departemen
-----------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan mantan Menteri Penerangan
Muhammad Yunus, Kamis (28/10) kemarin, mengadakan perdebatan kritis dan
tajam mengenai masalah penghapusan Departemen Penerangan. Usai berdebat
dengan M Yunus, Gus Dur menerima Sekjen Departemen Sosial Nurwanto di Wisma
Negara, Jakarta.
M Yunus datang ke Wisma Negara bersama Sekjen Deppen IGK Manila dan
pejabat-pejabat lainnya mempertanyakan penghapusan departemen tersebut. M
Yunus, sebagai juru bicara delegasi karyawan Deppen antara lain mengatakan,
penghapusan departemen yang memiliki 50.080 orang pegawai ini terasa
mendadak dan tiba-tiba di masa kiris ini dan tatkala sedang berlangsung era
informasi. "Mungkin kurang arif ini," ujarnya.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9910/29/UTAMA/pene01.htm

Kabinet Tetap Tak Akan Dirombak
Gus Dur Temui Pak Nas
------------------------------
JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid bersikukuh tidak akan melakukan
perombakan (reshuffle) kabinet, meskipun Menteri LH Sonny Keraf dituntut
oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) untuk mengundurkan diri dari kabinet.
Penegasan Gus Dur itu dikemukakan menjawab pertanyaan wartawan selesai
menemui Jenderal Besar AH Nasution di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta
Pusat kemarin.
Meskipun ada kritik terhadap posisi yang tidak tepat, Gus Dur menyatakan,
kita mempunyai pertimbangan sendiri. "Jangan dengerin pendapat orang lain,
terlalu banyak. Tetapi meskipun demikian pendapat itu kita terima untuk
perbaikan," ujarnya.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/29/nas2.htm

Akbar Akui Golkar Terima Rp 15 Miliar
----------------------------------------------
JAKARTA - Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung mengakui, partainya menerima
dana Rp 15 miliar dari bendahara. Namun asal dana itu dari mana, tidak
tahu-menahu, juga soal sampai disebut-sebut dalam long form hasil audit
Pricewaterhouse Coopers (PwC) berkaitan dengan skandal Bank Bali. "Itu
tanggung jawab bendahara partai,'' katanya di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, DPP Golkar memperoleh dana Rp 15 miliar dari Manimaren, yang
juga dikenal sebagai pengusaha kelompok usaha Texmaco, selaku bendahara
yang memang mendapat tugas untuk itu. Manimaren saat itu menyebutkan
mencari dana dari sumber-sumber yang dikenalnya, kemudian diserahkan kepada
partai dan bukan hanya untuk Bappilu.
"Katanya pinjaman dari Bank Lippo yang berasal dari aliran dana Bank Bali.
Dia mengatakan ada bisnis dengan PT EGP (Era Giat Prima). Tetapi saya nggak
tahu itu, silakan saja dibuka kalau memang benar,'' ujarnya
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/29/nas5.htm

Puluhan Ribu Massa Di Aceh
Utara Pawai Referendum
------------------------------
LHOKSEUMAWE (Waspada): Puluhan ribu massa yang berasal dari kalangan
mahasiswa, pelajar dan masyarakat Aceh Utara, menggelar aksi pawai
referendum mengelilingi dua kabupaten, Aceh Utara dan Bireuen, Kamis
(28/10). Hal ini dilakukan untuk mengingatkan Presiden RI KH Abdurrahman
Wahid dan Ketua MPR Amien Raies terhadap janji yang diucapkannya ketika
membuka selubung referendum di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, lebih
kurang sebulan silam.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe, Dahlan A Rahman
kepada Waspada sepulangnya dari pawai akbar referendum Kamis malam
mengatakan, aksi massa itu bertujuan mempressure pemerintah pusat agar
segera menyahuti keinginan rakyat Aceh yaitu terselenggaranya referendum.

Kata dia, untuk menyelesaikan berbagai kasus yang saat ini terjadi di Tanah
Rencong satu-satunya jalan damai adalah melalui referendum, yang berisi
opsi menerima otonomi khusus dari pemerintah RI atau merdeka. "Pawai ini
bertujuan ganda ke dalam agar referendum tersosialisasi dengan baik kepada
seluruh masyarakat Aceh dan keluarga menunjukkan bahwa referendum diminta
oleh semua komponen masyarakat, bukan hanya segelintir," ujar aktivis
mahasiswa itu
Lengkapnya: http://waspada.com/102999/headline/headlin1.htm

****English Section****

US official lauds Indonesian leaders' first steps
---------------------------------------------------------
WASHINGTON, Oct 28 (Reuters) - A senior U.S. official on Thursday gave
Indonesia's new political leaders high marks for their first steps to
establish a democratic government.
"The government is off to a good start," said Assistant Secretary of State
Stanley Roth, referring to Tuesday's naming of a broad-based Cabinet after
the election of President Abdurrahman Wahid and Vice President Megawati
Sukarnoputri.
Roth, who returned earlier this week from a tour of the region, told
reporters the United States was heartened by the cooperation between the
two top leaders and the naming of a civilian to head the Defense Ministry.
He welcomed Wahid's offer to talk with Xanana Gusmao, the independence
leader of East Timor, which broke away from Indonesia through a referendum
in August, and the commitment to bring disgraced former President Suharto
to justice.
More: http://newsnet.reuters.com/news/rcom:old_general/nN2818540.html

Armenian premier killed as gunmen storm parliament
---------------------------------------------------------------
GUNMEN burst into Armenia's parliament yesterday and shot dead the prime
minister and seven others as deputies dived for cover. About 30 people were
wounded and some 150 taken hostage.
Vazgen Sarksyan (right), the Armenian prime minister, and Karen Demirchyan,
speaker of the national assembly
The four gunmen had rushed to the Speaker's rostrum while firing on the row
of seats where Vazgen Sarksyan was sitting. According to reports from the
turbulent Caucasus republic, Mr Sarksyan, who became prime minister in
June, was rushed to hospital but died of his wounds.
The attackers said they were staging a coup but the only territory they
appeared to control last night was the parliament's debating chamber.
President Robert Kocharyan was leading negotiations with the gunmen
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=wQ0Qionb&atmo=HHHHH8w
L&pg=/et/99/10/28/warm28.html
++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke