Salam sejahtera, Rekan pembaca yang terkasih, berikut ini kami postingkan situasi daerah Tawiri-Laha hingga Bandara Udara Pattimura ditutup kembali. Salam dan doa, Redaksi Esko-Net =============== TAWIRI - LAHA RUSUH LAGI Setelah terjadi kerusuhan di Laha pada tanggal 17-18 Agustus 1999 dan setelah terjadi kerusuhan lanjutan di Desa Laha dan Tawiri beberapa waktu lalu, kembali terjadi lagi kerusuhan di Desa Tawiri yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kedua belah pihak maupun di pihak aparat keamanan. Menurut saksi mata yang disampaikan kepada Tim Investigasi Sala Waku di lapangan bahwa kerusuhan di Desa Tawiri ini dimulai sejak Jam 02.30 WIT, dimana pada saat itu massa Muslim mulai terkonsentrasi di Desa Laha dan membvakar speed boad Lumba- lumba milik TNI Angkatan Udara. Saksi juga mengatakan bahwa kira-kira Jam 04.00 WIT telah terjadi aksi pelemparan antara warga Muslim dan Warga Kristen yang berada di kompleks Asrama TNI Angkatan Udara. Aksi pelemparan ini berlanjut hingga kira-kira jam 04.30 WIT. Sedangkan pada waktu itu massa Muslim yang terkonsentrasi di Desa Laha sudah mulai bergerak ke arah Desa Tawiri. Kira-kira jam 05.00 WIT terlihat konsentrasi massa Muslim dari Desa Laha mulai bergerak ke arah kompleks Asrama TNI Angkatan Udara. Pada saat massa Muslim menuju kompleks Asrama TNI Angkatan Udara tersebut, aparat keamanan yang teridentifikasi berasal dari Kesatuan PASKHAS terlihat membiarkan massa tersebut melewati penjagaan. Sedangkan pos penjagaan pasukan Marinir terlihat kosong saat massa menuju kompleks Asrama TNI Angkatan udara. Setelah massa berada di lokasi Asrama TNI Angkatan udara, situasi keamanan di Asrama tersebut semakin tidak aman dan aparat keamanan dari TNI Angkatan Udara dan PASKHAS terlihat berusaha menenangkan massa Muslim yang datang dari arah Desa Laha. Konsentrasi massa dari pihak Muslim dan Kristen terlihat semakin banyak dan tidak terbendung oleh aparat keamanan. Hal ini berlanjut hingga jam 06.30 WIT. Kira-kira jam07.00 WIT, aparat keamanan yang berupaya menenangkan massa Muslim diperhadapkan pada suatu kondisi yang sangat sulit, dimana massa Muslim berusaha merampok senjata milik aparat keamanan dari kesatuan PASKHAS. Aparat keamanan yang teridentifikasi bernama PRATU M. TEGUH dan PRAKA DJAKA saat itu tidak mau membiarkan senjatanya dirampas oleh massa Muslim. Karena PRATU M.TEGUH tidak mau melepaskan senjatanya, seorang massa Muslim yang teridentifikasi berinisial MDL memotong tangan PRATU M. TEGUH. Sedangkan PRAKA DJAKA dipanah oleh massa pada paha. Usaha perampokan senjata itu ternyata tidak terlaksana dengan baik, karena teman-teman dari kedua korban tersebut langsung mengamankanpara korban. Sampai sejauh ini belum diketahui apakah para pelaku usaha perampokan dan usaha pembunuhan terhadap 2 (dua) anggota PASKHAS sudah ditangkap/ diamankan oleh pihak aparat keamanan. Massa Muslim terus bergerak dan membakar pos keamanan dari kesatuan MARINIR. Akibat usaha kejadian yang menimpa 2 (dua) anggota PASKHAS, aparat keamanan dari kesatuan PASKHAS melakukan tembakan peringatan dan berhasil membubarkan massa. Sementara itu aparat keamanan dari kesatuan DEN ZIPUR 5 Kodam PASKHAS XVI PATTIMURA dan YON KOSTRAD ARMED 11 didatangkan ke lokasi kejadian. Ketika aparat keamanan berhasil membubarkan massaMuslin tersebut, massa Muslim kembali ke arah Desa Laha, sedangkan pasukan dari TNI Angkatan Udara terus menjaga kompleks Asrama TNI Angkatan Udara. Aparat Keamanan dari kesatuan PASKHAS yang semula bermarkas pada pos dekat jembatan akhirnya meninggalkan pos tersebut dan masuk ke dalam Mesjid di kompleks Asrama TNI Angkatan Udara. Kerusuhan terjadi di antara massa Desa Laha dan Desa Tawiri, dan asap tebal yang terpantau di daerah pantai Desa Rumahtiga terus membubung tinggi hingga jam 15.00 WIT. Bunyi bom rakitan di lokasi kerusuhan terdengar sampai di Desa Rumahtuiga. Akibat kerusuhan yang terjadi di Desa Laha dan Desa Tawiri tersebut Bandara Pattimura Laha ditutup untuk semua penerbangan yang akan masuk maupun keluar pulau Ambon. Korban terus berjatuhan mulai jam 09.00 WIT dan menurut laporan Tim Investigasi Sala Waku di lapangan, tercatat 3 (tiga) orang meninggal dunia atas nama JHONI RIA (17 tahun), tertembak oleh senjata rakitan pada dada kiri (plus jantung) di dekat pos PASKHAS, ASA KEMPAS WALALAYO, tertembak pada paha belakang tembus kantung kemih dan 1 (satu) orang lagi belum diidentifikasi / diketahui jelas. Sedangkan korban luka-luka tercatat 19 orang. Untuk menghindari kerusuhan tersebut menjalar ke Desa Wayame, Poka dan Rumahtiga, aparat keamanan dari kesatuan YON KOSTRAD 411 melakukan tindakan pengamanan persuasif melalui kegiatan olahraga, kesenian dan lain-lain. Sementara itu hasil pemantauan Tim Investigasi Sala Waku di lapangan, pada jam 16.00 WIT terlihat kepulan asap di beberapa lokasi di daerah Batu Merah Dalam, Benteng Atas (Pohon Mangga). Situasi kota Ambon masih rawan dan terlihat aparat keamanan berjaga-jaga di lokasi yang rawan kerusuhan. Sampai berita ini diturunkan, kerusuhan di Desa Tawiri dan Laha masih tetap berlanjut, walaupun aparat keamanan terus didatangkan ke lokasi tersebut. YAYASAN SALA WAKU. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
