"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 12 Oktober 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""
BACA: Howard menuduh TNI menyerang
Interfet
""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*DPP Golkar Undang Habibie Untuk Dialog
Status Pencapresan Habibie Mengambang
*Penyidikan Soeharto Dihentikan
*16 Organisasi Kejuangan Tuntut Habibie Dipecat
*13 Warga Ditangkap, Puluhan
Rumah Dan Toko Dibakar

***English Section***
*Hold your fire, PM tells Jakarta
*Catholics urge Israel to ease access to holy sites
++++++

DPP Golkar Undang Habibie Untuk Dialog
Status Pencapresan Habibie Mengambang
-------------------------------------------------
Reporter: Iwan Triono
detikcom, Jakarta- Pencapresan Habibie masih mengambang. Di satu sisi
Golkar tetap mencapreskan Habibie, namun disisi lain, DPD-DPD menyadari
adanya perkembangan yang sulit diprediksi. Sehingga mereka memberi mandat
kepada DPP atau Ketua Umum Golkar untuk mengambil langkah yang diperlukan.
Itulah gambaran terakhir yang muncul dari Rapim Golkar.
Ketua Umum Golkar, Akbar Tanjung, setelah mengikuti Rapim ke-3 Golkar yang
diselenggarakan di Hotel Santika, Jl.KS Tubun, Jakarta Pusat, Selasa
(12/10/1999) dini hari pukul 00.30 wib menjelaskan, Golkar tetap
mencapreskan Habibie. Untuk perjuangan Habibie tersebut, menurut Akbar,
Golkar akan melakukan pendekatan-pendekatan kepada parpol-parpol lain
Lengkapnya: http://www.detik.com/berita/199910/19991012-0100.htm

Penyidikan Soeharto Dihentikan
PBHI: Seolah-olah Dia Robin Hood
-------------------------------------------
JAKARTA - Kejaksaan Agung RI membuat langkah yang kontroversial. Institusi
hukum tersebut kemarin mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan
(SP3), untuk kasus yayasan yang melibatkan HM Soeharto. Dengan surat
tersebut, dapat dipastikan mantan presiden RI tersebut akan lolos dari
jerat hukum.
''Jadi, hasil penyelidikan telah selesai dan penyidikannya telah kami
hentikan sepanjang menyangkut masalah yayasan. Kecuali kalau pada kemudian
hari terdapat bukti-bukti baru,'' kata Pjs Jaksa Agung Ismudjoko setelah
melaporkan hasil penyelidikannya kepada Presiden BJ Habibie di Istana
Merdeka, Senin.
Sejauh ini, menurut Ismudjoko, yang berkaitan dengan indikasi
penyalahgunaan 5% laba bersih bank milik negara untuk Yayasan Dharmais dan
Supersemar, dua yayasan yang dipimpin Soeharto, tidak cukup bukti. Karena
itu, pihaknya segera mengeluarkan SP3 atas perkara Soeharto yang menyangkut
yayasan-yayasan, terhitung mulai 11 Oktober 1999
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/12/nas5.htm

16 Organisasi Kejuangan Tuntut Habibie Dipecat
----------------------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Presiden BJ Habibie dinilai telah melakukan berbagai pelanggaran. Karena
itu sudah seharusnya MPR memecat dia dari jabatannya sebagai Presiden RI.
Demikian pernyataan sikap dan pesan moral yang dikeluarkan sejumlah
organisasi kejuangan yang dikoordinir Dewan Harian Nasional Angkatan 45 di
Jakarta, Senin (11/10). Pernyataan sikap dan pesan moral itu selanjutnya
akan disampaikan kepada MPR yang sedang bersidang.
Pernyataan sikap dan pesan moral ini dibacakan oleh mantan Wakil Ketua
DPR/MPR Saiful Sulun di depan sekitar 300 pengurus dan anggota sejumlah
organisasi kejuangan di Balai Sidang Sudirman, Jakarta.
Organisasi-organisasi kejuangan itu antara lain LVRI, Dewan Harian Nasional
45, Pepabri, Barisan Nasional (Barnas), Forum Komunikasi Pasca 45, Gerakan
Reformasi Nasional, Yayasan Pembelah Tanah Air (Yapeta), Wirawati Catur
Panca, Purnawirawan Seroja, Pejuang Timtim, dan sejumlah Forum Komunikasi
di Lingkungan Pejuang Kemerdekaan, Purnawirawan TNI dan Polri.
Lengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/10/111099/Headline/hl08/hl08.html

13 Warga Ditangkap, Puluhan
Rumah Dan Toko Dibakar
------------------------------
TANAH LUAS (Waspada): Gara-gara seorang polisi tewas ditembak oleh orang
tak dikenal, aparat mengobrak-abrik enam desa di Kecamatan Tanah Luas, Aceh
Utara, Senin (11/10) pagi kemarin. Akibatnya, 13 warga ditangkap, 15 pintu
toko dan 10 rumah dibakar, sementara rumah yang dirusak 44 unit.
Kejadian itu diawali peristiwa tewasnya Serda Pol. Supriyanto anggota
Polsek Tanah Luas, Polres, Aceh Utara, Senin (11/10) pagi, ditembak orang
tak dikenal di kawasan Desa Rayuek Kuta, Kecamatan Tanah Luas.
Keterangan Waspada peroleh. korban ditembak ketika pulang mengantarkan
isterinya yang mengajar di SD. Negeri Pulo Agam, kecamatan itu. Sebagaimana
biasa sejak isterinya mengandung anak kedua, setiap hari korban mengantar
jemput isterinya yang hamil tua itu.
Senin pagi kemarin, saat korban melintasi Desa Rayuek Kuta, perbatasan
Kecamatan Tanah Luas dengan Kecamatan Matang Kuli, dihadang dan ditembak di
kepalanya oleh orang tak dikenal, ujar sumber Waspada di sana.
Tidak seorang pun yang berani mengevakuasi korban yang tergeletak dipinggir
jalan. Setelah datang puluhan aparat keamanan baru jenazah korban Senin
siang dievakuasi ke RS.Korem Lhokseumawe untuk divisum
Lengkapnya: http://waspada.com/101299/headline/headlin1.htm

----English Section----
Hold your fire, PM tells Jakarta
----------------------------------------
By PETER COLE-ADAMS, MARK DODD and agencies
Australia will seek urgent guarantees that there will be no further attacks
by Indonesian patrols on Interfet soldiers securing the East Timor border.
While elements of the Indonesian Government and military blamed Interfet
for an eight-minute gun battle on Sunday, the Prime Minister, Mr Howard,
told Federal Parliament he regarded the attack "in the most serious terms".
"It shows that some elements in TNI [the Indonesian army] may be
disregarding the terms of the UN Security Council resolution 1264 and
continuing to support militia groups," Mr Howard said.
He said high-level discussions would be held in Dili and Jakarta over the
attack in the border village of Motaain, which Indonesia says left one of
its policeman dead and two wounded. Interfet now denies anyone was killed
and its commander, Major-General Peter Cosgrove, branded the attack by
Indonesian security forces as "an act of villainy". He insisted it occurred
600 to 800 meters inside East Timor, despite Indonesian claims it was
sparked by an Australian platoon encroaching into West Timor. "I can't have
people coming into East Timor to shoot up my soldiers," General Cosgrove
said in a television interview. "It is just not on. I would expect the
soldiers to defend themselves." But the Indonesian Foreign Minister, Mr Ali
Alatas, blamed Interfet
More: http://www.smh.com.au/news/9910/12/pageone/pageone6.html

Catholics urge Israel to ease access to holy sites
-------------------------------------------------
By Bradley Burston
JERUSALEM, Oct 12 (Reuters) - The Roman Catholic Church in the Holy Land
has appealed to Israel to lift regulations hindering access to Christian
shrines for pilgrims and Palestinians as the millennium year approaches.
Millions of Christian pilgrims are expected to stream to Israel for the
millennium. Several of the sites most sacred to Christians are in East
Jerusalem and in the West Bank town of Bethlehem, areas often affected by
Israeli security measures.
"We ask for total and free access to all the Holy Places for both local and
universal visitors and pilgrims," the Catholic Latin Patriarchate said in a
statement released on Monday.
Michel Sabbah, Latin Patriarch of Jerusalem, met Israeli Tourism Minister
Amnon Lipkin-Shahak on Monday to discuss the issue, as well as a bitter
Christian-Moslem dispute in Nazareth that could put plans for a papal visit
in March in jeopardy.
More:
http://newsnet.reuters.com/news/GLANCE-G:RCOM/GLANCE-G:RCOM-nL1113111.23-59
-59.html
++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke