"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 13 Oktober 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
* Perlu Tap MPR Baru untuk Jerat Soeharto
YLBHI Undang Ismudjoko soal SP3
* Jika Interfet Langgar Lagi
Brimob Lawan Perang Terbuka
* Rapim Golkar Alot Soal Habibie
* Tolak Pertanggungjawaban Habibie
PDI Perjuangan sudah Berhitung
* SP3 belum Berarti Soeharto Bebas KKN

English Section:
--------------------
* No funds remaining for social workers
* Clinton Faces Nuclear Test Ban Defeat


Perlu Tap MPR Baru untuk Jerat Soeharto
YLBHI Undang Ismudjoko soal SP3
------------------------------------------
Jakarta, JP.-
Inilah usul Koordinator Indonesia Corruption Wacht (ICW) Teten Masduki soal
penanganan Soeharto yang telah dibebaskan Habibie. Menurut Teten, kalau
Soeharto dilepas Habibie dari tuntutan hukum melalui Surat Perintah
Penghentian Penyidikan ( SP3), masih ada alternatif lain untuk tetap
menjerat mantan presiden itu. Caranya, MPR sekarang menjerat kembali
melalui pendekatan politis. Misalnya, menerbitkan Tap MPR baru yang
mempertegas bahwa Soeharto bersalah.
''Tap MPR baru nanti harus lebih maju dan berani daripada Tap MPR No
XI/1998 (soal penanganan KKN). Sebab, Tap MPR No XI kurang jelas dan tegas
dalam proses pengusutan Soeharto,'' ujar Teten kepada wartawan di DPR
kemarin
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/13okt/de13j15.htm

Jika Interfet Langgar Lagi
Brimob Lawan Perang Terbuka
------------------------------------
JAKARTA (Waspada) : Komandan Korps Brimob Polri Brigjen Pol Drs SY Wenas
mengungkapkan apabila tentara Interfet melakukan penyerangan dan memasuki
wilayah perbatasan RI lagi maka Brimob akan melawannya dengan perang
terbuka. Sementara itu Kadispen Polri Brigjen Pol Drs Togar Manatar
Sianipar mengatakan pelangaran yang dilakukan Interfet itu merupakan
pelanggaran yang serius dan over acting untuk itu perlu dilakukan protes
keras.
"Kalau mereka (Interfet,red) menyerang lagi, kita punya hak membalasnya.
Saya telah memerintahkan kepada anak buah saya, agar menghadapi mereka
dengan perang terbuka," kata SY Wenas sebelum gelar Apel Pasukan Pengamanan
SU MPR 1999 Tahap II yang dihadiri sebanyak 120 SSK dari 368 SSK yang akan
mengamankan jalannya SU itu, di Parkir Timur Senayan Jakarta, Selasa
(12/10).
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Rapim Golkar Alot Soal Habibie
--------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Rapat Pimpinan Partai Golkar berlangsung alot untuk
mengukuhkan kembali BJ Habibie sebagai calon presiden. Sampai berita ini
diturunkan pukul 02:00 Rabu tadi, sidang yang diskors sejak pukul 00:30
masih belum dilanjutkan pukul 01:30.
Alotnya sidang disebabkan oleh opsi mengenai langkah apa yang akan diambil
Partai Golkar jika Sidang Umum MPR menolak pertanggungjawaban Presiden BJ
Habibie. Selain itu, DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta ngotot
menolak Habibie sebelum didengar pendapatnya mengenai berbagai masalah yang
ditanganinya selama menjadi Presiden.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Tolak Pertanggungjawaban Habibie
PDI Perjuangan sudah Berhitung
--------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
PDI Perjuangan sudah menghitung untung-ruginya jika menolak pidato
pertanggungjawaban BJ Habibie. Keuntungannya, hal itu bisa memberikan
pendidikan politik kepada rakyat. Sementara kerugiannya, akan kalah dalam
voting pemilihan presiden.
Anggota DPR/MPR dari PDI Perjuangan Haryanto Taslam menegaskan hal itu
kepada wartawan sebelum rapat intern fraksi di ruang KK II gedung DPR/MPR,
Jakarta, Selasa (12/10) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/13/p5.htm

SP3 belum Berarti Soeharto Bebas KKN
------------------------------------------------
BANYAK kalangan menduga, dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian
Penyidikan (SP3) terhadap mantan Presiden Soeharto ada kaitan dengan
laporan pertanggungjawaban Presiden Habibie, 14 Oktober besok. Meski
demikian, sebenarnya masyarakat pun tak perlu terkecoh, karena SP3 itu
hanya menyangkut yayasan dan mobnas, sedangkan dugaan kejahatan lainnya
masih bisa diusut lebih jauh. ''Ini semua harus dikembalikan ke dugaan
semula, bahwa pemerintah tak memiliki good will menyelesaikan kasus
Soeharto,'' kata mantan Wakil Jaksa Agung I Nyoman Suwandha, S.H. Berikut
wawancara wartawan Bali Post Agus Astapa dengan Nyoman Suwandha di Jakarta,
Selasa (12/10) kemarin.
Selengkapnya: : http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/13/p5.htm

English Section:
=============

No funds remaining for social workers
-----------------------------------------------
(IsraelWire-10/13) The Ministry of Labor & Social Affairs has informed the
Union of Local Authorities that although the end of the year is not far
off, the ministry's budget is deficient some NIS 75 million and as a
result, will not be able to pay the social and welfare workers employed by
the local authorities around the country.
Upon receiving the notification, Adi Eldar, who heads the local authorities
union, turned to the treasury and the government, warning that if the
necessary funds are not forwarded within one-week's time, the only
alternative that will be at his disposal would be to call a strike.
More: http://www.israelwire.com/New/991013/9910136.html

Clinton Faces Nuclear Test Ban Defeat
-----------------------------------------------
Postponing a Senate vote means abandoning a key foreign policy goal - and
sends the wrong message to the world
Refuse at the Nevada nuclear test site
This time, President Clinton may not even snatch defeat from the jaws of
humiliation. Senate Majority Leader Trent Lott indicated late Monday that
Senate Republicans would postpone Tuesday's vote on the nuclear Test Ban
Treaty, but only if the President lets the matter lie for the duration of
his term. And National Security Council Adviser Sandy Berger told the New
York Times the administration could live with the condition that it scrap
the treaty, which had been designated among the foreign policy priorities
of Clinton's second term. In the end, the White House found Capitol Hill
simply unwilling to accept any internationally defined limits on what the
U.S. is able to do with its nuclear arsenal, despite the White House's
entreaties to recognize that the treaty actually codifies Washington's
global nuclear superiority.
 More: http://www.pathfinder.com/time/daily/0,2960,32313-101991012,00.html





"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke