Batu Merah Rusuh Lagi dan Pembantaian Terhadap Warga Kristen --------------------------------------------------------------------------- ----- Setelah terjadi kerusuhan periode pertama pada bulan Januari 1999 di desa Batu Merah, pada kerusuhan periode kedua ini kembali terjadi kerusuhan yang sama di desa tersebut. Tragisnya kerusuhan ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 3 Oktober 1999 saat umat Kristen sedang melakukan ibadah perjamuan kudus, dan ibadah pengucapan syukur (sore harinya). Hal ini terjadi pada saat warga Kristen yang akan menuju gedung Gereja Bethabara (Desa Batu Merah) untuk melakukan ibadah syukur perjamuan kudus terjadi penembakan yang dilakukan oleh aparat keamanan, dan hal itu merupakan suatu pembantaian terhadap umat Kristen karena tidak ada kontak fisik antara kedua belah pihak yang bertikai. Menurut saksi mata, kira-kira jam 15.00 WIT massa Muslim mulai terkonsentrasi di daerah Batu Merah Dalam (dekat Asrama Militer), sementara aparat keamanan yang teridentifikasi dari kesatuan Armed 11 Kostrad tidak melakukan penghadangan terhadap massa Muslim tersebut. Pada waktu yang bersamaan warga Kristen di daerah Karang Panjang (termasuk dalam jemaat GPM Bethabara-Batu Merah) sementara menuju gedung gereja Bethabara untuk mengikuti ibadah syukur perjamuan kudus. Menurut keterangan saksi mata (korban) Evert Soukotta pada jam 13.00 WIT ia dan beberapa temannya (Simon Haliwella, Matheis Pattipeilohy, Buce Soukotta, Ferry Pettipeilohy, Jhon Nahumury, Andre Nahumury, Hendrik Pesulima, James Lungan dan Novita Berhitu) yang adalah kelompok vocal group akan menuju Gereja Bethabara melalui lereng bukit (melalui anak tangga), terlihat aparat keamanan yang berada di lokasi Asrama Militer dengan menggunakan topi rimba mengeluarkan tembakan secara brutal terhadap mereka. Saat itu temannya yang berada di belakang saksi, teridentifikasi bernama Novita Berhitu, tertembak di bagian paha kanan, sedangkan temannya yang di depan teridentifikasi bernama James Lungan tertembak di bagian dada. Akibat penembakan tersebut James Lungan meninggal dunia di tempat, sedangkan Novita Lungan yang akan diselamatkan oleh Hendrik Pesulima akhirnya tertembak pada lutut kiri. Menurut keterangan saksi, aparat keamanan terus menembak mereka secara membabi buta pada saat mereka menuruni bukit tersebut ke arah gereja. Korban kemudian berhasil dievakuasi ke RSU Ambon oleh teman-temannya dan beberapa masyarakat yang ada di lokasi kejadian. Sementara dari gedung gereja Bethabara ibadah syukur perjamuan kudus tetap dilaksanakan sampai selesai, walaupun masih terdengar bunyi tembakan dari senjata otomatis. Sumber: Yayasan Salawaku "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
