"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 9 Nopember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" ** Gus Dur: Negara Kesatuan RI Tak Berdasar Agama ** Golkar Lunasi Utang 15 Milyar kepada Manimaren ** Hubungan Dagang RI-Israel Harus Ada Dukungan Politik ** Gus Dur: RI Tidak Minta-minta ** Ketua Umum DPP PPP: Indonesia Perlu Partai Islam ** Hasan Tiro Bantah Gus Dur ** Kasus Jamsostek akan Dibahas dengan Jaksa Agung -------- Luar Negeri ------------------------------ @ Pemberontak Kongo Bantai 100 Warga Sipil @ Modal di Singapura Segera Pulang ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Gus Dur: Negara Kesatuan RI Tak Berdasar Agama ------------------------------------------------------------- Kuala Lumpur, Tidak Ada Satu Agama Pun yang Dianggap Lebih dari yang Lain di Indonesia. Semua Diperlakukan Sama Secara Kenegaraan. Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, negara kesatuan RI tidak berdasarkan kepada agama, tetapi kepada konstitusi yang tidak mengenal perbedaan agama. ''Tidak ada satu agama pun yang dianggap lebih dari yang lain di Indonesia. Semua diperlakukan sama secara kenegaraan. Kalau secara kultural itu berbeda,'' jelas Kepala Negara, kepada wartawan di Kuala Lumpur, Sabtu (6/11) malam. Mengenai agama seperti dilaporkan wartawan Pembaruan Mansyur Barus dari Kuala Lumpur Sabtu (6/11), Presiden Abdurrahman Wahid menjelaskan, bangsa Indonesia harus berpegang pada ketentuan UUD 45. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/11/071199/index.html Golkar Lunasi Utang 15 Milyar kepada Manimaren ------------------------------------------------------------ Jakarta (Bali Post) - DPP Partai Golkar telah melunasi utangnya Rp 15 milyar kepada pengusaha Manimaren yang juga Wakil Bendahara DPP Partai Golkar. Manimaren disebut-sebut sebagai salah satu penerima dana dari skandal Bank Bali (BB). Dengan demikian, Partai Golkar tidak ada kaitan lagi dengan skandal Bank Bali, karena pinjaman Rp 15 milyar itu sepenuhnya menjadi urusan pribadi Manimaren. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/8/n5.htm Hubungan Dagang RI-Israel Harus Ada Dukungan Politik -------------------------------------------------------------------- SINGAPURA - Para pelaku bisnis dan pengusaha nasional menilai tepat rencana Presiden KH Abdurrahman Wahid membuka hubungan dagang dengan Israel. Namun masalah itu hendaknya memerlukan dukungan politik yang kuat dari semua pihak terkait. "Rencana Pemerintah membuka hubungan dagang dengan Israel sangat baik dan tentu hal itu akan mendapat dukungan kalangan pengusaha. Tapi bila tidak ada dukungan politik tentu pengusaha tak mau," kata pengusaha kenamaan nasional Ir Ciputra di Singapura, Sabtu malam. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/08/nas2.htm Gus Dur: RI Tidak Minta-minta Tanggapi Berita Pers Malaysia Gagal Bertemu Aung San Suu Kyi YANGOON - Presiden KH Abdurrahman Wahid menegaskan soal bantuan beras Pemerintah Malaysia senilai 750 juta ringgit bukan hasil meminta-minta. Penegasan itu disampaikan Kepala Negara dalam kunjungannya di Yangoon, Myanmar, kemarin. Gus Dur mengatakan, PM Mahathir Mohamad menawarkan tambahan bantuan beras senilai 750 juta ringgit saat ia bertemu dengan Mahathir dalam kunjungan ke negara itu (Sabtu dan Minggu). Ketika ditanya, pers Malaysia menyatakan Indonesia meminta bantuan beras, Gus Dur menjelaskan, kenyataan sebenarnya bukanlah seperti itu. Ia mengatakan ada laporan, Malaysia ingin memberikan bantuan beras. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/08/nas1.htm Ketua Umum DPP PPP: Indonesia Perlu Partai Islam ------------------------------------------------------------- Surabaya (Bali Post) - Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz menilai perlu ada partai Islam di Indonesia, agar perundang-undangan dan kebijakan pembangunan yang akan dikeluarkan tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Berdirinya partai Islam ini perlu mengingat hampir 90 persen rakyat Indonesia memeluk Islam. ''Itulah yang mendasari mengapa partai Islam perlu ada. Apalagi saat ini banyak partai berlambang Islam, seperti Pemilu 1999 lalu semuanya berjalan sendiri. Kan lebih baik partai-partai Islam itu bersatu, tidak perlu membikin dalam jumlah banyak,'' kata Hamzah Haz saat membuka Muswil IV DPW PPP Jatim di Surabaya, Sabtu (6/11). Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/8/n1.htm Hasan Tiro Bantah Gus Dur --------------------------------- MEDAN (Waspada): Pemimpin Gerakan Aceh Merdeka [GAM] Tengku Hasan M. di Tiro membantah pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid. Keterangan bantahan Hasan di Tiro tersebut dikeluarkan Sabtu dan disampaikan melalui faksimil ke berbagai media massa Minggu [7/11] sore. Menurut pernyataan bantahan itu, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam satu temu pers di Shangri-la Hotel di Singapura Sabtu siang [pkl. 14:00 waktu setempat] mengatakan bahwa Hasan di Tiro telah menerima sepucuk suratnya. Dia menangis setelah membacanya, kata Presiden, menurut pernyataan tersebut. Isi surat itu menyatakan tentang beberapa solusi yang diusulkan untuk menyelesaikan kasus Aceh. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Kasus Jamsostek akan Dibahas dengan Jaksa Agung -------------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Pimpinan Komisi II secara tegas menyatakan, kasus Jamsostek yang diduga berkaitan dengan pelanggaran hukum, akan dibicarakan dengan Jaksa Agung Marzuki Darusman dalam rapat kerja yang menurut rencana akan dilaksanakan bulan November ini. Demikian salah satu butir penjelasan Komisi II DPR atas berita ICW dan Forum Buruh Desak DPR Selidiki Kasus Jamsostek, yang diturunkan Kompas (5/11, halaman 9). Pelurusan berita tersebut disampaikan dan ditandatangani Wakil Ketua Komisi II, Ferry M Baldan. Dalam berita itu di antaranya disebutkan bahwa pertemuan ICW dan Forum Buruh dengan Komisi II berlangsung hangat, karena Ketua Komisi II tidak memberikan jawaban tegas mengenai apa yang akan dilakukan komisi itu. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/08/UTAMA/kasu11.htm -------------- Luar Negeri ---------------------- Pemberontak Kongo Bantai 100 Warga Sipil ---------------------------------------------------- Kinshasa- Pemberontak dan sekutunya membantai sekitar 100 orang, umumnya wanita dan anak-anak, di sebuah pasar di wilayah bagian Republik Demokratik Kongo (DRC), kata Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) DRC Leonard She Okitundu, Sabtu. Pembantaian tersebut, "yang korbannya kebanyakan wanita, anak-anak dan orang usia lanjut," terjadi 23 Oktober silam di Kahunge di propinsi Sud-Kivu, sekitar 40 kilometer selatan ibukota wilayah itu, Uvira, kata She Okitundu. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/8/m2.htm Modal di Singapura Segera Pulang ----------------------------------------- Jakarta, Kompas Janji Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk memberikan jaminan keamanan dan hukum serta menciptakan sistem investasi yang bersih, telah membuat para pengusaha Singapura dan Indonesia sangat optimis, bahwa dana para konglomerat yang selama ini "diparkir" di Singapura, akan segera kembali diinvestasikan di Indonesia dalam waktu dekat."Kami optimis, dengan apa yang dijanjikan Gus Dur, dalam waktu dekat banyak modal yang masuk kembali ke Indonesia," demikian kalangan pengusaha Singapura dan Indonesia, Sabtu (6/11). Di antara para pengusaha ini terdapat Liem Sioe Liong (Sudono Salim), Ir Ciputra, dan seorang pengusaha Singapura Kwek Long Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/08/UTAMA/moda01.htm +++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
