"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Rabu, 10 Nopember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" @ Gus Dur akan Ajak Megawati ke Aceh @ Persetujuan Referendum Bukan Hak Presiden @ Gus Dur Diminta Segera ke Aceh @ Mar'ie Soal Kontroversi Long Form PwC @ Mabes Polri Tindak Lanjuti Kasus PwC @ Jangan Tunda Referendum @ Gaji PNS di Jateng Diusulkan Naik 80% ------------ Luar Negeri --------------------- ** Dua Isu Besar Timur Tengah ** Paus: Akhiri Segera Perang Chechnya ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Gus Dur akan Ajak Megawati ke Aceh --------------------------------------------- Jakarta, Kompas Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam waktu de-kat akan mengajak Wakil Presi-den Megawati Soekarnoputri ke Daerah Istimewa (DI) Aceh untuk mengupayakan penyelesaian yang terbaik bagi masa depan Aceh. "Saya mengajak Megawati itu karena ayahnya, Bung Karno (Presiden Soekarno-Red), adalah teman dekat Daud Beureuh (pejuang kemerdekaan dan Panglima DI/TII Aceh-Red)," ujar Presiden di Manila, Filipina, menjelang kepulang-annya kembali ke Jakarta, Selasa (9/11). Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/10/UTAMA/gusd01.htm Persetujuan Referendum Bukan Hak Presiden ------------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak bisa secara sepihak menyatakan menerima atau tidak tuntutan referendum dari masyarakat Daerah Istimewa (DI) Aceh. Untuk bisa memutuskan adanya referendum, Presiden harus memperoleh persetujuan DPR. Bahkan, pelepasan suatu wilayah Indonesia harus diputuskan MPR. Singkatnya, memberikan referendum bukan hak presiden. Karena itu, Gus Dur disaran-kan tidak mengulangi kecero-bohan mantan Presiden BJ Habibie dalam menyetujui dilaksanakannya penentuan pendapat di Timor Timur. Demikian pendapat Ketua Fraksi Kesatuan Kebangsaan Indonesia (FKKI) DPR Sutra-dara Gintings, Ketua Komisi I DPR Yasril Ananta Baharuddin, Wakil Ketua Komisi I DPR Aisyah Aminy, dan pakar hukum tata negara Universitas Padjadjaran (Bandung) Prof Dr Bagir Manan SH secara terpisah, hari Selasa (9/11). Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/10/UTAMA/buka01.htm Gus Dur Diminta Segera ke Aceh Belum Putuskan Kapan Referendum ------------------------------------------ TNI Akan Kirim Tim Investigasi JAKARTA - Menteri Negara Urusan HAM Hasballah M Saad, yang juga putra Aceh, meminta Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) segera berdialog langsung dengan masyarakat Aceh. Soal akan dilakukan referendum atau tidak, urusan kedua. Yang penting tak terjadi pertumpahan darah. Menjawab wartawan seusai mengikuti upacara penganugerahan gelar pahlawan dan Bintang Mahaputera di Istana Merdeka Selatan, Selasa, Hasballah menyatakan gembira ternyata masyarakat Aceh bisa diajak pawai dengan sangat damai, tanpa sebuah batu pun terlontar. Itu berarti mereka telah meninggalkan cara-cara kekerasan. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/10/nas1.htm Mar'ie Soal Kontroversi Long Form PwC ------------------------------------------------ JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) harus membantu upaya aparat kepolisian dan kejaksaan untuk menyelusuri sejumlah ''rekening tidak bernama'' dalam laporan lengkap (long form) Pricewaterhouse Coopers (PwC). Pasalnya, tidak ada rekening di bank manapun di seluruh dunia yang tidak bernama, atau tanpa pemilik. ''Mestinya banknya itu harus bekerja sama, masa ada rekening yang tidak bertuan? Kan nggak masuk akal. BI juga harus membantu sepenuhnya, karena upaya itu bisa digunakan untuk menghilangkan jejak,'' kata Ketua Internal Review Committee (IRC) Mar'ie Muhammad kepada pers, di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Gabungan II dan IX DPR RI, di Jakarta, kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9911/10/30067.htm Mabes Polri Tindak Lanjuti Kasus PwC ---------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Jajaran Korserse Mabes Polri hingga Selasa (9/11) kemarin masih mempelajari laporan tim advokasi tentang kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Pricewaterhouse Coopers (PwC). Namun selaku penyidik, Polri selalu bertindak hati-hati dan profesional dalam melakukan penyidikan suatu kasus tindak pidana. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/10/n4.htm Jangan Tunda Referendum --------------------------------- BANDA ACEH (Waspada): Referendum tertunda Aceh akan total merdeka. Ini bukan sebuah slogan atau pameo, tetapi akan mendekati kenyataan. Bahkan Waspada mengutip sumber yang layak dipercaya, Wali Neugara yang menyebut gerakannya Front Nasional Pembebasan Aceh/Sumatera Dr. Teungku Hasan Muhammad Di Tiro, bersama para menterinya merencanakan pulang dari pengasingannya dari Swedia, pada saat HUT Kemerdekaan Aceh 4 Desember mendatang. Untuk itulah, ucap sumber, agar Presiden Gus Dur tidak sampai kecolongan dan kehilangan muka seperti mantan Presiden BJ Habibie, sebaiknya jangan mengulur-ulur waktu dalam melaksanakan referendum sebagaimana tuntutan "bangsa Aceh" pada Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum (SU-MPR) di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Senin (8/11). Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Gaji PNS di Jateng Diusulkan Naik 80% ------------------------------------------------ Untuk Songsong Otonomi Daerah SEMARANG - Untuk meningkatkan kinerja PNS menjelang pemberlakuan UU Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Komisi C dan A DPRD Jateng berencana mengusulkan kenaikan gaji PNS 80%. Dengan alasan, di masa depan diperlukan pegawai yang betul-betul profesional dan siap menghadapi perubahan. Jika masih seperti sekarang, dengan PNS terlalu banyak dan tingkat kesejahteraan yang tak baik, dikhawatirkan Jateng tidak bisa bersaing dengan daerah lain. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/10/nas8.htm ------------ Luar Negeri ------- Dua Isu Besar Timur Tengah ----------------------------------- Jerusalem, Senin Dua isu besar menghadang perundingan perdamaian Timur Tengah yang kini memasuki babak akhir. Kedua isu tersebut adalah soal status Jerusalem dan masa permukiman Yahudi di wilayah pendudukan yang direbut Israel sejak Perang 1967. Walau demikian, diharapkan pakta permanen menyangkut perdamaian kawasan pusaran konflik itu dapat dilakukan selambat-lambatnya September 2000. Hari Senin kemarin, di Ramallah, Tepi Barat dimulai persiapan perdamaian yang akan mulai dinegosiasikan Februari 2000 dan persetujuan final September 2000. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/10/LN/dua23.htm Paus: Akhiri Segera Perang Chechnya --------------------------------------------- Tbilisi, Selasa Paus Yohanes Paulus II merayakan misa hari Selasa di Tbilisi pada kunjungan pertamanya ke Goergia yang mayoritas Katolik Ortodoks, dihadiri oleh ribuan umat Katolik. Namun, walau Paus menyerukan hubungan yang lebih dekat antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks, tak seorang rohaniwan Ortodoks pun menghadiri misa itu. Tiba terlambat di Istana Olahraga di Tbilisi, Paus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Georgie Eduard Shevardnadze, mantan Menlu Soviet, atas kehadirannya. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/10/LN/paus24.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
