"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 9 Nopember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
BACA: Gus Dur: Aceh takkan lepas;
Kebakaran BI Th 1997 disengaja;
Gereja Katolik tak anti Science
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Presiden KH Abdurrahman Wahid: Aceh takkan Lepas dari RI
*Prof Sahetapy: Penegakan Hukum Sudah Sangat Bobrok
*Polisi: Gedung BI yang Terbakar 1997 Disengaja
*Presiden Israel mengirim pesan khusus kepada Gus Dur
*Sudradjat Soal Jenderal Di Kabinet:
Segera Pensiun Jika Presiden Setuju

----English Section----
*Computer Worries Prompt Offer to Withdraw U.S. Diplomats
*How the Church Aided 'Heretical' Astronomy
++++++++++++++++

Presiden KH Abdurrahman Wahid:
Aceh takkan Lepas dari RI
------------------------------------
Phnom Penh, Kompas
Walaupun diselenggarakan referendum, Aceh tidak akan lepas dari Indonesia
karena Aceh ikut mendirikan Republik Indonesia, kata Presiden KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Istana Kerajaan Kamboja, Moha Prasat
Khemarin, di Phnom Penh, Senin (8/11) malam."Tidak akan Aceh mening-galkan
Indonesia. Bahwa sekarang ada kehendak referendum, itu wajar-wajar saja.
Referendum ... kenapa tidak. Keputusan akhir dari suara rakyat itu
bagaimana, nanti harus dihormati. Tetapi saya yakin tidak akan lepas," kata
Gus Dur dalam jumpa pers yang didampingi Menteri Luar Negeri Alwi Shihab.
"Saya sudah menyatakan pro-referendum. Bagaimana nanti, lihat saja,"
ujarnya lebih lanjut.
Menurut Gus Dur, seperti dilaporkan wartawan Kompas J Osdar, walaupun ada
referendum, Aceh belum tentu lepas dari RI. "Saya tahu rakyat Aceh,"
katanya. "Kalau ada referendum di Timor Timur, mengapa tidak boleh di Aceh.
Itu namanya 'kan tidak adil," tegas Gus Dur
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/09/UTAMA/posi13.htm

Prof Sahetapy: Penegakan Hukum Sudah Sangat Bobrok
---------------------------------------------------------------------
Jakarta, 8 November
Masalah penegakan hukum di Indonesia sudah sedemikian bobroknya di mata
masyarakat, terutama pada sikap para aparat dan penegak hukum yang
seharusnya menjadi andalan dalam supremasi hukum. Bahkan jika diibaratkan,
para penegak hukum ini bagaikan ikan rusak yang mengeluarkan bau busuk,
terutama di bagian kepalanya.
Demikian penggambaran situasi penegakan hukum selama ini di mata guru besar
Hukum Pidana Universitas Airlangga Prof JE Sahetapy sewaktu berbicara pada
seminar Hukum, Keadilan dan Hati Nurani sehubungan Dies Natalis ke-18
Universitas Sam Ratulangi Manado, Sabtu (6/11), di Jakarta. Pembicara lain
adalah Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Marthen Pongrekun, Deputi
Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Barcelius Ruru, Rektor Teologi Seminari
Bandung Dr Dorothy I Marx dan Prof Dr J Paruntu.
Lengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/11/081199/Nasional/na003/na003.html

Polisi: Gedung BI yang Terbakar 1997 Disengaja
----------------------------------------------------------
Laporan Luska Mujidayanti
JAKARTA, Mandiri - Hasil penelitian Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri
mengungkapkan, kebakaran yang melanda Gedung Bank Indonesia yang terjadi
tahun 1997 diduga ada unsur kesengajaan oleh pihak orang dalam. Kendati
data di kepolisian telah cukup lengkap, kasus tersebut hingga kini terkesan
dipetieskan.
Komandan Pusat Labolatorium Polri Brigjen Pol Drs Suwahyu kepada wartawan
mengatakan Senin siang, kalau saja penyidik mau serius menangani kasus
kebakaran BI tersebut, mungkin bisa selesai.
Dari hasil penelitian Puslabfor, ungkap Suwahyu, kebakaran gedung BI diduga
terdapat unsur kesengajaan, hal tersebut diperkuat oleh barang bukti yang
didapat dari tempat kejadian perkara yaitu dari satu galon bahan bakar
jenis tiner, balok serta sisa kotak korek api. Barang bukti tersebut
ditemukan petugas di lantai 18 Gedung BI, sebulan setelah kejadian.
Kebakaran itu sendiri terjadi Maret 1997.
Lengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1199/bt081199_6.htm

Presiden Israel mengirim pesan khusus kepada Gus Dur
------------------------------------------------------------------
JAKARTA, Mandiri - Presiden Israel Ezer Weizman, melalui utusan khususnya,
minggu lalu mengirim surat kepada Presiden Abdurrahman Wahid yang nadanya
menyambut pemilihan Gus Dur sebagai presiden Indonesia yang keempat.
"Pemilihan Anda sebagai presiden dapat memberikan kontribusi kepada proses
perdamaian (di Timur Tengah).
"Kami memandang tinggi Anda dan bangsa Indonesia," Weizman mengatakan dalam
suratnya yang singkat itu kepada Gus Dur.
Menurut sumber Mandiri Online, surat presiden Israel itu disampaikan
langsung oleh dubes Israel di Singapura.
Meskipun Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, para
diplomat seniornya secara teratur berkunjung ke Indonesia untuk bertukar
fikiran dengan para mitranya dari pihak Indonesia.
Lengkapnya:

Sudradjat Soal Jenderal Di Kabinet:
Segera Pensiun Jika Presiden Setuju
---------------------------------------------
detikcom, Bandung- Perwira Tinggi TNI, Jenderal Wiranto Cs yang saat ini
menjabat sebagai Menteri sedang dalam proses pensiun. Demikian dikatakan
Kapuspen TNI Mayjen TNI Sudrajat di Bandung,Senin (8/11/1999). "Persoalan
ini harus mendapat persetujuan presiden", ujar Sudrajat.

Sambil menunggu lampu hijau dari Gus Dur, menurut Sudrajat, TNI tetap
memproses pensiun para perwira tinggi ini. "Proses pensiun ini tidak bisa
hitam putih begitu saja", ujar Sudrajat.

Menurut Sudrajat, ada pertimbangan politis. Termasuk di dalamnya berkaitan
dengan hak-hak prerogatif presiden . "Kalau presiden setuju, secepatnya
akan pensiun", ujar Sudrajat.
Lengkapnya: http://detik.com/berita/199911/19991108-1945.htm

----English Section-----
Computer Worries Prompt Offer to Withdraw U.S. Diplomats
-------------------------------------------------------------------------
MOSCOW --The State Department is planning to withdraw hundreds of
government employees and family members from Russia and three other former
Soviet republics before Jan. 1 because of concerns over the Year 2000
computer problem.
Experts at the American Embassy in Moscow, however, have concluded that
there is virtually no risk to diplomats from the computer problem, although
there may be some disruption in telephone communication and electrical
power in Russia.
The cost of withdrawing those who wish to leave could run into millions of
dollars. It reflects anxiety in Washington and among some government
employees in Moscow, but is also being encouraged by the State Department's
bureaucratic procedures.
More:
http://www.nytimes.com/library/tech/99/11/biztech/articles/08russia.html

How the Church Aided 'Heretical' Astronomy

any people know that the Roman Catholic Church once waged a long and bitter
war on science, and on astronomy in particular. But that seemingly
well-established fact of history, it turns out, is wrong.



Harvard University Press
Science and religion blend as sunbeams enter the Shrine of Remembrance in
Melbourne, Australia.
---------------------------------------------------------------------------
-----
While it is true that the church condemned Galileo, new research shows that
centuries of oversimplifications have concealed just how hard Rome worked
to amass astronomical tools, measurements, tests and lore.
In its scientific zeal, the church adapted cathedrals across Europe, and a
tower at the Vatican itself, so their darkened vaults could serve as solar
observatories. Beams of sunlight that fell past religious art and marble
columns not only inspired the faithful but provided astronomers with
information about the Sun, the Earth and their celestial relationship.
Among other things, solar images projected on cathedral floors disclosed
the passage of dark spots across the Sun's face, a blemish in the heavens,
which theologians once thought to be without flaw
More:
http://www.nytimes.com/library/national/science/101999sci-astronomy-cathedr
als.html
+++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke