"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 12 Nopember 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Amien: Tangkap Penjahat di Aceh
Pemuda Aceh Datangi DPR/MPR
Pihak Militer Akan Digugat
@ Disita, Aset Terkait Skandal Bank Bali
KPU Klarifikasi Dana Rp 15 Miliar ke Golkar
@ PGI Prihatin Kekerasan di Maluku
Masih Berlangsung
@ Gagasan Federasi Harus Ditanggapi Positif
@ Gubernur BI tak Dibebastugaskan
---------BERITA LUAR NEGERI-------------
@ Sharif Diancam Hukuman Mati
Nawaz Sharif - SM/rtr
@ Mulai Panas, Suasana Rebutan
untuk Menggantikan Camdessus
SELAMAT MEMBACA
===================
Amien: Tangkap Penjahat di Aceh
Pemuda Aceh Datangi DPR/MPR
Pihak Militer Akan Digugat
-----------------------------------------
JAKARTA-Sejumlah pemuda Aceh dipimpin Andaman Ibrahim, Kamis kemarin,
mendatangi Gedung DPR/DPR dan menemui Ketua MPR. Mereka meminta MPR
memperjuangkan referendum yang kini menjadi tuntutan masyarakat Aceh. Ketua
MPR Amien Rais berjanji melakukan upaya maksimal, mengingat persoalan Aceh
makin mendesak diselesaikan. Amien juga melihat cukup bukti kuat ada
pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Aceh untuk dibawa ke pengadilan. Dia
khawatir jika tak ada tindakan dari Pemerintah, persoalan Aceh bertambah
rumit.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/12/nas1.htm
Disita, Aset Terkait Skandal Bank Bali
KPU Klarifikasi Dana Rp 15 Miliar ke Golkar
-----------------------------------------------------
JAKARTA-Sebagai tindak lanjut pengusutan skandal Bank Bali, Kejaksaan Agung
kemarin melakukan penyitaan terhadap aset serta dokumen yang berkaitan
dengan skandal tersebut. Penyitaan dimulai pada pukul 09.00 itu dilakukan
oleh tim Kejakgung, terdiri atas 12 jaksa yang diketuai Ridwan Mukhiyar SH.
Menurut Ka Humas Kejaksaan Agung Soehandojo SH, penyitaan tersebut
dilakukan karena pada transfer senilai Rp 546 miliar dari Bank Bali ke PT
Era Giat Prima (EGP) diduga kuat terjadi tindak pidana korupsi. Aset-aset
yang disita pihak Kejakgung menurut Soehandojo, terdapat di Bank Indonesia,
BPPN, EGP, dan Bank Bali. Sedangkan yang berupa account Bank Bali disita di
BNI.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/12/nas4.htm
PGI Prihatin Kekerasan di Maluku
Masih Berlangsung
-----------------------------------------
Jakarta, 11 November
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyatakan prihatin dengan
masih berlangsungnya aksi kekerasan di Maluku. Dalam seruan PGI yang
ditandatangani Ketua Umum Majelis Pekerja Harian (MPH), Pdt Dr Sularso
Sopater, yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (11/11), PGI juga
menyatakan kecewa bahwa kekerasan terus ditampilkan, baik oleh warga sipil
maupun militer di wilayah tersebut. Padahal, saat ini Pemerintah RI
pimpinan Presiden KH Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati Soekarnoputri
sedang memberikan perhatian sungguh-sungguh untuk menghentikan kekerasan
dan mengusahakan perdamaian di negeri ini.
Lengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/11/111199/index.html
Gagasan Federasi Harus Ditanggapi Positif
---------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Otonomi luas masih merupakan pilihan terbaik bagi setiap daerah
dibandingkan dengan gagasan menjadikan Indonesia negara federasi. Namun
demikian, setiap gagasan yang muncul di masyarakat untuk mencari jalan
keluar bagi persoalan yang dihadapi bangsa, termasuk mengkaji kembali
bentuk negara dari kesatuan ke federasi, harus ditanggapi positif.
Demikian pendapat yang disampaikan secara terpisah oleh Ketua Umum Golkar
dan Ketua DPR Akbar Tandjung serta Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB)
DPR Taufiqurrahman, menanggapi keputusan Sidang Paripurna Khusus DPRD I
Kalimantan Timur yang meminta agar sistem pemerintahan RI berbentuk negara
federal
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/12/UTAMA/gaga01.htm
Gubernur BI tak Dibebastugaskan
-----------------------------------------
Jakarta, Kompas
Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan tidak perlu membebastugaskan
dua pejabat BI lainnya yang namanya juga disebut dalam laporan lengkap
(long form) hasil audit PricewaterhouseCoopers (PwC) terhadap skandal Bank
Bali (BB).
Demikian Gubernur BI Syahril Sabirin kepada Kompas, Kamis (11/11), di
Jakarta. Dua pejabat BI yang disebut dalam la-poran lengkap, di luar yang
sudah dibebastugaskan, itu sendiri salah satunya adalah Gubernur BI.
Rabu kemarin, BI telah membebas tugaskan salah seorang pejabatnya, karena
anggota keluarganya yang bernama Ernawaty Agustina, disebutkan dalam
laporan lengkap, telah menerima Rp 600 juta dari skandal BB.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/12/UTAMA/gube01.htm
---------BERITA LUAR NEGERI-------------
Sharif Diancam Hukuman Mati
Nawaz Sharif - SM/rtr
------------------------------------
KARACHI - Nasib mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif barangkali
tidak akan berbeda dengan pendahulunya, Zulfikar Ali Bhutto yang dihukum
mati setelah digulingkan oleh militer. Nawaz Sharif dituduh melakukan
pembajakan dan penculikan. Atas tindakan itu, dia diancam hukuman mati,
demikian dikemukakan polisi Kamis kemarin. Tuduhan tersebut dikemukakan
seorang perwira tinggi militer. Selain ditujukan kepada Sharif, lima orang
lainnya juga ikut tersangkut tuduhan sengaja hendak mengalihkan rute
penerbangan pesawat yang sedang ditumpangi Jenderal Pervez Musharraf.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/12/int1.htm
Mulai Panas, Suasana Rebutan
untuk Menggantikan Camdessus
--------------------------------------
WASHINGTON - Pertarungan untuk menggantikan Michael Camdessus (Prancis)
sebagai direktur Dana Moneter Internasional mulai memanas Rabu lalu,
setelah Jerman ikut dalam perebutan jabatan itu.
Jabatan dengan gaji di bawah 250.000 dolar (sekitar Rp 1,7 miliar) bebas
pajak itu, sejak dulu dipegang oleh orang-orang Eropa. Mula-mula
pemerintah-pemerintah Eropa akan mencalonkan pengganti Camdessus (66), yang
Selasa lalu mengumumkan rencana mundur.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l