"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 11 Nopember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *Akbar-Gus Dur Beda Pendapat *Presiden Tawarkan Dialog Soal Aceh *DPRD Kaltim Desak Pembentukan Negara Federal *Putri pejabat BI diduga dapat dana BB *5.000 Pengungsi Asal Ternate di Sulut ---English Section--- *Deadly Bug Could Affect Half of U.S. Cattle *Pope is too tired for foreign trips, says his doctor ++++++++++++++ Akbar-Gus Dur Beda Pendapat *Tak Setuju Referendum Aceh *Hari Ini Presiden ke AS ----------------------------- JAKARTA - Berbeda dari Presiden Abdurrahman Wahid yang menyetujui referendum untuk Aceh, ternyata Ketua DPR Akbar Tanjung menyatakan tak setuju diadakan referendum. Sebab, itu akan menjadi preseden bagi daerah lain. Namun Akbar sependapat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahid, yakni Aceh tak akan melepaskan diri dari negara kesatuan RI. "Jangan sampai terjadi referendum. Sebab kalau itu terjadi, bisa menjadi preseden yang bukan tak mungkin dituntut daerah lain," kata Akbar Tanjung, seusai tabur bunga Hari Pahlawan di Teluk Jakarta, Rabu. "Kalau itu yang terjadi, artinya kita memulai langkah yang mengarah ke disintegrasi nasional," kata Akbar Tanjung, sambil menambahkan itu hal yang tak diinginkan dan bertentangan dengan semangat para pendiri republik Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/11/nas1.htm Presiden Tawarkan Dialog Soal Aceh -------------------------------------------- Jakarta, Kompas Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara khusus menawarkan diri untuk berdialog dengan masyarakat Aceh yang bersedia berdialog dengannya. Untuk itu, ia mengutus Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia Hasballah M Saad guna menjajaki kemungkinan itu, dan mengetahui pasti apa sebenarnya yang diinginkan rakyat Aceh. Dialog diusahakan secepat mungkin setelah perjalanan Presiden ke luar negeri. Presiden menurut rencana Kamis pagi ini bertolak ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Bill Clinton dan berobat mata. Sete-lah AS, pada 15-16 November, Gus Dur mengunjungi Jepang. Baru setelah itu ia kembali ke Tanah Air. Penjelasan itu disampaikan secara terpisah oleh Hasballah, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal Wiranto dan Ketua MPR Amien Rais usai mereka bertemu Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati Soekarnoputri di Wis-ma Negara, Rabu (10/11) pagi. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9911/11/UTAMA/pres01.htm DPRD Kaltim Desak Pembentukan Negara Federal ----------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) I Kalimantan Timur telah sepakat meminta agar negara Republik Indonesia diubah menjadi negara federasi, sesuai aspirasi masyarakat yang berkembang, serta untuk mencegah kian melebarnya ancaman disintegrasi bangsa. Kesepa-katan itu tercapai melalui sidang paripurna khusus DPRD di Samarinda, Selasa (9/11), setelah mendengar pandangan umum dari fraksi-fraksi mengenai otonomi dan perimbangan keuangan. Di Jakarta, Rabu kemarin, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menyatakan bahwa usulan tentang pembentukan negara federal memang perlu dipertimbangkan kembali secara sungguh-sungguh. Sebab bentuk negara federal itu, katanya, jauh lebih baik daripada pemberian opsi merdeka untuk suatu daerah tertentu. Pemberian opsi merdeka hanyalah menimbulkan perpecahan bangsa. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9911/11/UTAMA/dprd01.htm Putri pejabat BI diduga dapat dana BB ----------------------------------------------- JAKARTA (Bisnis): Bank Indonesia (BI) membebastugaskan sementara salah seorang pejabat terasnya berkaitan dengan penelitian kemungkinan keterlibatan pejabat tersebut dalam skandal Bank Bali. Deputi Gubernur BI Aulia Pohan mengungkapkan dalam laporan lengkap (long form) pemeriksaan kasus Bank Bali oleh Pricewaterhouse Coopers (PwC) disebutkan salah satu penerima dana adalah Ermawaty Agustina. "Setelah kami teliti, ternyata [dia] adalah anggota keluarga dari seorang pejabat BI," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis kemarin. Untuk itu, lanjutnya, BI sedang melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan keterlibatan pejabat BI tersebut. "Untuk mempermudah penelitian, Dewan Gubernur BI telah membebastugaskan untuk sementara pejabat yang bersangkutan." Sumber Bisnis di Bank Indonesia mengungkapkan pejabat yang dibebastugaskan tersebut yaitu EM. "Sejak hari ini (kemarin) beliau sudah di non-aktifkan dari jabatannya untuk penelitian yang dilakukan oleh tim dari bagian Direktorat Pengawasan Intern BI." Sumber tersebut mengungkapkan di BI saat ini beredar khabar bahwa dana itu berasal dari rekening seorang pengacara terkemuka setelah mendapat transfer dari Joko S. Tjandra (Direktur PT Era Giat Prima) sebesar Rp 2 miliar. Setelah itu, tuturnya, pengacara tersebut mentransfer Rp 200 juta ke dalam rekening Ermawaty Agustina Lengkapnya: http://www.bisnis.com/bisnis/owa/frame.fstoryf_othernewsf?cookie=2&cdate=11 -NOV- 5.000 Pengungsi Asal Ternate di Sulut ---------------------------------------------- Bitung, 10 November Sekitar 5.000 pengungsi asal Ternate, Provinsi Maluku Utara hingga Rabu (10/11) pagi telah masuk ke Sulawesi Utara (Sulut), sementara 400 mahasiswa dan siswa asal Ternate di Manado pulang ke kampungnya. Para pengungsi itu, masuk lewat Pelabuhan Samudera Bitung, dan Pelabuhan Manado dengan sejumlah kapal perang milik TNI AL dan perintis serta kapal feri. Di samping ada lewat Bandara Udara Sam Ratulangie Manado dengan pesawat Merpati. Menurut pemantauan Pembaruan di Pelabuhan Manado dan Bitung Selasa dan Rabu, dari sekitar 5.000 pengungsi umumnya dalam kondisi memprihatinkan karena mereka baik anak-anak, orang dewasa umumnya tidak membawa apa-apa kecuali pakaian di badan. Para pengungsi di Bitung langsung di tempatkan di beberapa tempat di rumah ibadah maupun di Asrama Secata B Kodam VII Wirabuana Wagurer Bitung. Sementara di Manado ditempatkan di Gereja GMIM Sentrum Manado. Lengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/11/101199/Utama/ut05/ut05.html New E. Coli Beef Danger Deadly Bug Could Affect Half of U.S. Cattle ------------------------------------------------------- W A S H I N G T O N, Nov. 10 - A deadly strain of E. coli bacteria is far more common in U.S. cattle than previously thought, and may be found in half the animals that are made into ground beef, steaks and other cuts, a senior U.S. Agriculture Department official said today. The surprisingly high rate of E. coli 0157:H7, detected by more sensitive testing techniques used since September, has prompted the USDA to take the unusual step of re-evaluating how it regulates the foodborne disease. The bacteria can cause kidney failure and death among children or the elderly who eat contaminated ground beef. *Hides in Digestive System But among cattle, E. coli 0157:H7 lives harmlessly in the digestive tract. The bug migrates when animals are slaughtered and skinned, moving from internal organs and hides to flesh. Tom Billy, administrator of the USDA's Food Safety and Inspection Service, said in an interview that agency scientists were still analyzing data but decided to alert the industry about the unexpected preliminary results More: http://abcnews.go.com/sections/living/DailyNews/ecoli991110.html Pope is too tired for foreign trips, says his doctor -------------------------------------------------------------- THE Pope was forced to rest yesterday after his latest foreign tour left him exhausted, prompting one of his doctors to state publicly that he was overworking and urged him to stop. Exhausted: Pope John Paul II is worn out from a succession of long-distance journeys Prof Corrado Manni, an anaesthetist with the team that has operated on the Pope six times, led a chorus of concern after the Pope returned from a punishing five-day trip to India and the former Soviet Republic of Georgia. Prof Manni said that the 79-year-old Pope had looked "very, very worn out" in Georgia, saying that brief but gruelling long-distance journeys would have to end. More: http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=wQtewolb&atmo=HHHHH8w L&pg=/et/99/11/11/wpop11.html +++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
