SARI BERITA : Senin, 29 Nopember 1999
====================================
@ Tak Ada Dukungan bagi Separatis Aceh
Arus Eksodus Terus Mengalir
Undang Tokoh Muslim Filipina
@ Rudy Ramli: Tak Ada Niat Bikin Heboh
@ ASEAN Dukung Keutuhan Wilayah RI
@ Perlu Pertimbangkan Darurat Militer di Ambon
@ Direncanakan, Satu Mata Uang Asia Timur
Dari Pertemuan Pemimpin ASEAN
--------BERITA LUAR NEGERI----------
@ Mesir Bantah Alirkan Sungai Nil ke Israel
@ Pakistan Tampik Syarat Dialog dengan India
SELAMAT MEMBACA
===================
Tak Ada Dukungan bagi Separatis Aceh
Arus Eksodus Terus Mengalir
Undang Tokoh Muslim Filipina
------------------------------------------------
MANILA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shibab mengatakan, dari berbagai
kunjungan Presiden KH Abdurrahman Wahid ke luar negeri, ternyata tak ada
satu pun negara menyatakan dukungan terhadap gerakan separatis di Aceh.
"Tak ada satu negara pun yang dikunjungi Gus Dur mendukung separatisme,
atau mendukung Aceh keluar dari Indonesia," kata Menlu, menjawab pertanyaan
wartawan seusai pembukaan KTT Informal III ASEAN di Manila, Minggu.
Dia mengungkapkan, Presiden KH Abdurrahman Wahid sering melawat ke luar
negeri untuk mencari penyelesaian berbagai masalah dalam negeri, termasuk
masalah Aceh.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/29/nas1.htm
Rudy Ramli: Tak Ada Niat Bikin Heboh
----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Gugatan pada Bank Indonesia-yang diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara
(PTUN) soal proses pengambilalihan Bank Bali (BB)-sama sekali tidak
dimaksudkan untuk membuat kehebohan. Tujuannya hanyalah, agar semua proses
BB menjadi BTO, serta munculnya perjanjian manajemen dan investasi antara
BPPN dengan SCB, diketahui secara terbuka.
"Jauh sebenarnya di benak saya ini, niat membuat kehebohan. Saya adalah
pengusaha yang perlu hidup dan mencari makan, namun hak-hak saya berusaha
dan cari makan itu jangan terhalangi apa pun, termasuk oleh hal-hal yang
tidak saya lakukan," kata mantan Dirut BB, Rudy Ramli, di Jakarta, Minggu
(28/11). "Saya hanya menuntut hak-hak saya," ujar Rudy.
Dia mengatakan, ekses negatif dari pemberitaan soal kasus BB dengan
Standard Chartered Bank (SCB), juga bukan suatu hal yang diinginkannya.
"Saya sadar kok, apa dampaknya pada pandangan investor. Namun investor
asing, juga pasti bisa mengerti jika semua permasalahan BB diurai dengan
jelas dan memiliki kekuatan hukum yang berkeadilan," ujarnya.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/29/UTAMA/rudy01.htm
ASEAN Dukung Keutuhan Wilayah RI
---------------------------------------------
Manila -
Para kepala negara/kepala pemerintahan negara-negara Asia Tenggara
menegaskan kembali dukungan mereka terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah
nasional Indonesia. Demikian salah satu butir pernyataan akhir dalam KTT
Informal III ASEAN yang berakhir di Manila, Sabtu (27/11) petang. Dalam
pernyataan bersama juga disebutkan, para kepala negara/kepala pemerintahan
negara-negara ASEAN memberikan dukungan sepenuhnya kepada Presiden KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menyelesaikan secara damai masalah Aceh.
Dalam KTT informal yang dipimpin Presiden Filipina Joseph Ejercito Estrada
dan dihadiri sembilan kepala negara/kepala pemerintahan tersebut, Presiden
Gus Dur menyampaikan perkembangan terakhir di Aceh. Masalah Aceh ini
mengemuka dalam pertemuan informal para kepala negara/kepala pemerintahan
selama sehari di ibu kota Filipina ini, sebab dalam pertemuan dengan kepala
negara/kepala pemerintahan dari Asia Timur, Gus Dur menyampaikan
permasalahan Aceh ini.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/29/n2.htm
Perlu Pertimbangkan Darurat
Militer di Ambon
-----------------------------------
Jakarta, 28 November
Pertikaian antarwarga di Ambon bukannya surut, tapi malah terus bergolak
dan kalau tidak segera ditangani, perpecahan akan semakin besar. Pertikaian
ini harus segera dihentikan sebelum masa Puasa dan Natal 1999, karena itu,
darurat militer sudah perlu dipertimbangkan diberlakukan di daerah ini.
Demikian pernyataan DPRD Maluku yang disampaikan Ketuanya Zeth (Etty)
Sahuburua SH didampingi Wakil-wakil Ketua John Mailoa (FPDI Perjuangan),
Thaher Laitupole (FPP), Kolonel Saad (FTNI/Polri) dan enam Ketua Fraksi,
yakni Richard Loanapessy (FPG), Ely Sopleli (FPDIP), AK Ely SH (FPP), Fatah
Syukur (FTNI/Polri), Nico Pieter (F-Penggalang) dan Thamrin Ely (F-Penegak)
kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/11).
Lengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/11/281199/index.html
Direncanakan, Satu Mata Uang Asia Timur
Dari Pertemuan Pemimpin ASEAN
--------------------------------------------------
BERGANDENGAN: Para pemimpin ASEAN bergandengan tangan saat mengadakan
pertemuan puncak di Manila, Minggu kemarin. Presiden RI Abdurrahman Wahid
berdiri paling kiri. (Foto:Suara Merdeka/rtr-30g)
MANILA - Tiga belas negara Asia kemarin berjanji akan memperkuat kerja sama
ekonomi dan politik untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan
kesejahteraan bagi penduduk benua itu, yang berjumlah dua perlima penduduk
dunia.
Dalam deklarasi bersama, yang belum pernah dibuat sebelumnya, Jepang, Cina,
Korea Selatan, dan 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia
Tenggara (ASEAN) bertekad menciptakan dampak nyata terhadap kualitas hidup
dan stabilitas Asia Timur di abad mendatang.
Cina, Korsel, dan Jepang tampaknya skeptis. Ketiga negara tidak melihat
peluang pembentukan mata uang bersama dalam waktu dekat. Bahkan skenario
yang paling mungkin, menurut pendapat mereka, penyatuan pasar ekonomi dan
keuangan akan berjalan lamban. Para pengamat menilai kesenjangan tajam
antarnegara di kawasan itu akan menjadi penghalang pembentukan pasar
bersama.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/29/nas2.htm
--------BERITA LUAR NEGERI----------
Mesir Bantah Alirkan Sungai Nil ke Israel
---------------------------------------------------
KAIRO - Pemerintah Mesir membantah keras laporan beberapa media massa
Barat, yang menyatakan negara itu dan Israel saat ini sedang membicarakan
proyek pengaliran air dari Sungai Nil ke wilayah Israel. ''Tidak satu tetes
air pun dari Sungai Nil akan dialirkan ke Israel. Laporan media Barat
tentang hal itu sama sekali tidak berdasar,'' ujar Menteri Pekerjaan Umum
Mesir Dr Mahmoud Abu Zaid di Kairo, Sabtu. Kendati demikian, dia mengakui
Pemerintah Israel telah berulang kali meminta Pemerintah Mesir membuat
aliran air khusus dari Sungai Nil ke wilayah Yahudi itu.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/29/int4.htm
Pakistan Tampik Syarat Dialog dengan India
-----------------------------------------------------
Islamabad-
Penyelesaian perseteruan antara Pakistan dan India tampaknya tidak bisa
diselesaikan di penghujung abad ini. Pakistan telah menampik prasyarat
India bagi dialog yang dilandaskan atas apa yang disebut oleh Islamabad
sebagai "penafsiran sepihak". Demikian laporan satu kantor berita Pakistan,
Sabtu (27/11). Pakistan akan menghormati semua persetujuan internasional
dan resolusi Dewan Keamanan PBB, kata Menteri Luar Negeri Pakistan Abdus
Sattar sebagaimana dikutip kantor berita APP.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/29/m2.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l