************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** SITUASI AMBON SABTU, 27 NOPEMBER 1999 Kerusuhan yang terjadi di Batu Merah - Mardika pada hari Jumat, 26 Nopember 1999 ternyata merebak ke kawasan Air Kuning dan sekitarnya. Tim Investigasi Sala Waku yang melapotkan dari sekitar lokasi kejadian menyebutkan bahwa pada hari Sabtu dini hari, 27 Nopenber 1999 sekitar pukul 04.00 WIT telah terjadi penyerangan ke pemukiman warga Kristen di Ahuru dan sekitarnya oleh massa Muslim yang berasal dari Air Kuning. Penyeranga yang didahului dengan aksi pelemparan bom rakitan ini telah menyebabkan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian menjadi panik. Massa Muslim berhasil membakar 4 (empat) buahn rumah warga Kristen yang berada di RT 04. Sementara itu salah seorang warga, ANTHONY KUPONG, mengalami luka parah akibat kena splenter bom. Bentrok fisik, terus berlangsung sampai dengan jam 11.00 WIT, sebelum akhirnya berhasil diredakan oleh aparat keamanan dari korps Marinir yang turun ke lokasi kejadian. Akibat kejadian ini, situasi keamanan Kota Ambon semakih mencekam. Di samping itu kerusuhan yang terjadi secara sporadis di berbagai tempat secara berturut-turut pada beberapa hari terakhir ini membuat kantor-kantor pemerintah maupun swasta serta sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya ditutup sejak kemarin hingga hari ini. Pasar kaget yang biasanya berpusat di Citra Swalayan hingga ke depan Kantor PU dialihkan ke tempat yang lebih aman. Sementar itu arus penumpang dari arah Galala - Benteng dan Rumah Tiga - Benteng atau sebaliknya terlihat sangat sepi. Mobil-mobil angkutan umum yang biasanya beroperasi tidak terlihat sama sekali. Singkatnya aktifitas masyarakat kot Ambon lumpuh total. Sementara itu menjelang siang hari, suasana semakin mencekam sebagai akibat dari aksi massa yang melakukan pembakaran terhadap sebuah mobil jeep milik aparat keamanan di kantor DPRD Tingkat II Ambon di belakang Soya. Masyarakat kemudian terlihat memasang barikade-barikade di setiap ruas jalan di dalam kota. Dari lokasi Batu Gantung dan sekitarnya, warga sipil terlihat melakukan sweeping terhadap setiap kendaraan bermotor yang melewati ruas jalan tersebut. Sementar itu, Pangdam XVI Pattimura, BRIGJEN (TNI) MAX TAMAELA, dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa, aksi penembakan yang dilakukan oleh aparat kemanan dari kesatuan Armed 11 di sepanjang jalan Raya belakang Soya s/d Kadewulan sore kemarin adalah suatu yang paling memalukan. Kepada Dan POM, ia telah memerintahkan untuk melakukan penyelidikan terhadap oknum aparat yan melakukan penembakan tersebut. MAX TAMAELA juga menyebutkan bahwa apara keamanan Armed 11 akan segera ditarik dari Maluku dan akan digantikan oleh 1 (satu) Batalyon Kostrad. Selain itu Komando dan Pengendalian Keamanan (Kodal) akan dialihkan dari Kapolda Maluku ke Pandam XVI Pattimura, mengingat ekalase keamanan yang semakin meningkat. Tim Investigasi Sala Waku melaporkan bahwa sejak sore hari, sekitar jam 16.00 WIT, tidak ada lagi masyarkat yang terlihat berada di jalan, mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah sambil terus berjaga-jaga, sementara itu pintu-pintu rumah penduduk yang terletak di pinggiran jalan, berada dalam keadaan tertutup. Lampu-lampu jalan baik di daerah Kristen maupun Muslim, sengaja dimatikan sehingga keadaan menjadi lebih menegangkan. Sumber: YAYASAN SALA WAKU - MALUKU "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
