"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Sabtu, 18 Desember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" @ Rudini Bangga Jenderal Diadili; Panglima TNI Beri Dukungan Penuh @ Berisiko, jika Wiranto Mbalela @ 8 Tersangka Kasus Doulos Diamankan Wagub Bidang Kesra DKI Diisukan Terlibat @ PwC Diizinkan Tindak Lanjuti Skandal BB @ DPR Desak Mentamben Segera Tangani Masalah Pongkor. --------BERITA LUAR NEGERI--------- @ Milenium Menjelang, Ratusan Juta Anak Tetap Hidup Menderita @ Israel dan Suriah Sepakat Bertemu Lagi SELAMAT MEMBACA =================== Rudini Bangga Jenderal Diadili; Panglima TNI Beri Dukungan Penuh ------------------------------------------- JAKARTA (Waspada): Mantan Kasad Jenderal (Purn) Rudini merasa bangga apabila ada anggota TNI (Jenderal) yang terbukti bersalah melanggar hak asasi manusia (HAM) kemudian diadili, karena hal itu berarti TNI benar-benar menjaga harga dirinya. "Kalau kesalahan itu selalu ditutup-tutupi, saya malah tidak senang," kata Rudini kepada pers saat berbuka puasa bersama di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Jumat (17/12) malam. Sedangkan Panglima TNI Laksamana Widodo AS menegaskan komitmen TNI memberikan dukungan moril penuh kepada perwira yang akan dimintai keterangan oleh KPP HAM. Lengkapnya: http://www.waspada.com/ Berisiko, jika Wiranto Mbalela ------------------------------------- JAKARTA-Ketua KPP HAM Dr Albert Hasibuan SH menegaskan, jika Jenderal Wiranto menolak hadir dalam pemanggilan yang dilakukan KPP, merupakan risiko bagi yang bersangkutan. Sebab, pihak KPP terpaksa akan menyimpulkan sendiri hasil temuannya, tanpa memperoleh konfirmasi dari Jenderal Wiranto. "Jadi, kalau dia tidak hadir, itu risiko pribadi dan termasuk TNI,'' ungkap Albert, semalam, saat menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat pleno Komnas HAM di Jakarta. Rapat membahas penanganan kasus pelanggaran HAM di Timtim pascajajak pendapat, yang diduga melibatkan petinggi TNI. Menurut dia, pemanggilan Wiranto telah diputuskan oleh KPP dan akan dilakukan minggu depan. Pemanggilan itu nanti bertempat di Komnas HAM dan bersifat tertutup. Surat resminya sudah jadi dan tinggal disampaikan kepada yang bersangkutan. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/18/nas1.htm 8 Tersangka Kasus Doulos Diamankan Wagub Bidang Kesra DKI Diisukan Terlibat ----------------------------------------------------- PIHAK direktorat Reserse Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki kasus pembakaran Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos. Sampai petang kemarin, tersangka yang ditahan bertambah dua orang, sehingga seluruhnya berjumlah delapan orang. Namun mereka bukan tersangka utama, melainkan sebagai penggerak atau koordinator lapangan (korlap). "Kedelapan tersangka yang bukan warga Cipayung, Jakarta Timur itu masih disidik, termasuk soal modus operandinya,'' jelas Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol Drs Noegroho Djajoesman, usai salat jumat di Mapolda Metro Jaya. Saat menjawab pertanyaan wartawan soal isu bahwa Wakil Gubernur DKI Bidang Kesra terlibat dalam kasus penyerbuan tersebut, Kapolda mengatakan, masih diteliti. "Kami masih mengecek lebih jauh lagi soal isu keterlibatan beberapa oknum,'' katanya singkat. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/18/nas5.htm PwC Diizinkan Tindak Lanjuti Skandal BB -------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Pemerintah berencana mengizinkan auditor internasional PricewaterhouseCoopers (PwC) untuk melakukan audit investigatif, sebagai tindak lanjut dari audit terhadap skandal PT Bank Bali yang telah dilakukannya sebelumnya. Demikian antara lain isi draf letter of intent (LoI) Pemerintah RI dengan Dana Moneter Internasional (IMF) bertanggal 24 November 1999, yang dikutip AFX-Asia, Jumat (17/12). Berkaitan dengan restrukturisasi perbankan, diungkapkan telah selesai dikaji rencana bisnis (business plan) dari 73 bank kategori A, atau bank yang rasio kecukupan modal (CAR - capital adequacy ratio)-nya di atas empat persen, termasuk kemampuan para pemilik dan direksi bank. Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/18/UTAMA/pwc01.htm DPR Desak Mentamben Segera Tangani Masalah Pongkor. ------------------------------------- JAKARTA (Media): Tragedi Pongkor yang mengubur hidup-hidup belasan penggali emas yang beroperasi tanpa izin, mendapat perhatian anggota badan legislatif. Komisi VIII DPR-RI mendesak Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) Susilo Bambang Yudhoyono agar segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah penggali emas tanpa izin (PETI) di Pongkor, Kabupaten Bogor. Tindakan tegas tersebut diperlukan untuk menghindari bertambahnya korban jiwa karena tertimbun longsor bahan galian. "Tindakan pertama yang perlu ditempuh Mentamben adalah menertibkan oknum-oknum Departemen Pertambangan dan Energi yang terlibat dalam kegiatan PETI. Setelah itu baru menertibkan oknum-oknum lainnya yang mem-back up penambangan liar ini," tegas anggota Komisi VIII Harry Sohar di Jakarta, kemarin. Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999121800022381 --------BERITA LUAR NEGERI--------- Milenium Menjelang, Ratusan Juta Anak Tetap Hidup Menderita ------------------------------------------------ BERLIN (AFP): Milenium baru sudah di depan mata dan dunia pun sudah dibanjiri dengan teknologi internet. Pasar saham telah menjadi kunci ekonomi dunia. Tapi lupakan semua itu. Ratusan juta anak-anak masih tidak bisa menikmati kemakmuran dunia. Dana Anak-anak PBB (Unicef) mencatat saat ekonomi dunia secara umum tumbuh dengan cepat selama dua dekade ini, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan meningkat lebih dari 1,2 juta orang atau mencapai 20% dari penduduk yang ada. Dari jumlah ini, menurut laporan akhir abad Unicef, termasuk lebih dari sekitar 600 juta anak. Direktur Jenderal Unicef Carol Bellamy menyatakan abad mendatang masih memberikan gambaran yang sama menakutkannya dengan abad saat ini, malah disertai dengan ancaman yang lebih banyak dan baru. Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999121800020832 Israel dan Suriah Sepakat Bertemu Lagi ------------------------------------------------ Washington, Delegasi Israel dan Suriah ke perundingan perdamaian di Washington tidak saling berjabat tangan, namun mereka mengobrol mengenai keluarga mereka, sejarah mereka dan harapan-harapan mereka saat mereka berupaya mencari kesepakatan menuju suatu perjanjian perdamaian setelah permusuhan berpuluh-puluh tahun. Setelah perundingan dua hari, Israel dan Suriah hari Jumat (17/12) bersiap untuk perbincangan intensif dalam dua minggu yang dapat menuju pada perdamaian di Timur Tengah. Presiden AS Bill Clinton menyatakan dukungan AS setelah PM Israel Ehud Barak dan Menlu Suriah Farouq al-Shara mengakhiri pembicaraan dua hari dengan suatu kesepakatan untuk bertemu kembali pada tanggal 3 Januari. Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/18/LN/isra28.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
