---------------------------------------------------
Bilik e-Mail Pelanggan : 17 Desember 1999
---------------------------------------------------

From: watson

Yang terkasih,
Rekan-rekan semuanya

Bulan ini di tengah gegap gempitanya kidung natal berkumandang dan di saat
kita mulai merasa tenang setelah tahun-tahun terakhir ini kita dicekam oleh
ketakutan adanya perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembakaran gereja dan
lain sebagainya, kita bersyukur atas semuanya itu.
Namun ketenangan itu rupanya belum berpihak kepada kita.

Hari ini kita kembali dikejutkan oleh adanya
penyerangan/pembakaran/pemusnahan kompleks Wisma Doulos di Jl. Tugu,
Cipayung, Jakarta Timur (Kompas 16-12-99, hal 11 kol 1-3). Akibat
penyerangan ini menimbulkan korban dan tentunya kerugian materi yang tidak
sedikit. Menurut penuturan warga setempat para penyerang tersebut bukanlah
berasal dari warga setempat dan mereka tidak mengetahuinya dari mana.

Yang menjadi pertanyaan/renungan buat kita adalah :

1. Kenapa kejadian-kejadian seperti ini harus terulang kembali ? Kenapa
yang selalu menjadi sasaran adalah gereja/tempat sosial Kristen lainnya ?

2. Pengusutan yang dilakukan oleh aparat keamanan dari dulu sampai sekarang
tidak pernah tuntas. Dan sepertinya kita juga tidak pernah terlalu
mempermasalahkannya dan mungkin juga para pengacara (lawyer) Kristen merasa
alergi untuk mencampuri urusan tersebut karena mungkin tidak menghasilkan
apa-apa... (ampuni saya bila pendapat saya ini salah)

3. Gereja dan Badan Organisasi Kristen lainnya tidak pernah secara
bersama-sama (maksud saya bersatu) menyatakan secara tegas agar pemerintah
mengusut hal tersebut secara tuntas. Sepertinya ada perasaan bahwa hal itu
tidak terjadi pada dirinya sehingga tidak perlu terlalu meributkannya.

4. Kita (umat Kristen) selalu berdalih bahwa kita tidak boleh membalas
kejahatan dengan kejahatan, doakanlah musuhmu dan alasan lainnya yang nota
bene membuat kita tidak pernah menyuarakan kebenaran itu.

Dengan kejadian-kejadian yang terus menimpa saudara-saudara kita bahkan
mungkin besok atau lusa giliran kita yang kena, apa yang harus kita perbuat
untuk mengantisipasinya ?.... Cukupkah hanya dengan doa tanpa ada tindakan
apapun dari kita ?.... Berapa lama kita harus bertahan dalam kecemasan,
ketakutan dan merasa tidak bebas dalam memuji dan memuliakan DIA ?....

Adakah saudara-saudaraku seiman merasakan apa yang dirasakan oleh orang
yang teraniaya tersebut ?...

Bila ya.. apa yang harus kita perbuat ??????......

Biarlah ini menjadi renungan/refleksi bagi kita dalam menyambut natal dan
menyongsong tahun baru 2000.

Salam dalam kasihNya,
Watson





"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke