SARI BERITA : Senin, 20 Desember 1999
====================================
*Para Jenderal Akan Dipanggil Paksa
*Malaysia Siap Jadi Mediator, Aceh Tetap Mencekam, Satu Lagi Polisi Tewas
*Menko Ekuin Kwik Kian Gie Sesalkan Penyataan Sofjan Wanandi
*Skandal BB Masuk Time

----English Section----
*Barak warns of Scuds if talks fail

SELAMAT MEMBACA
===================
Para Jenderal Akan Dipanggil Paksa
Jika Tak Mau, Diserahkan ke PBB
Bahan Awal Penyidikan Kejakgung
----------------------------------------
JAKARTA - Sekretaris KPP HAM Asmara Nababan menegaskan, pihaknya akan
memanggil paksa para jenderal yang termasuk dalam daftar KPP yang terdiri
atas 60 nama tersebut. Nababan menambahkan, bila mereka tidak mau datang
berarti merugikan diri mereka sendiri. Karena pada akhirnya Komisi Tinggi
HAM PBB-lah yang akan memanggil mereka.
''Wewenang KPP HAM hanya sebatas membuat surat keterangan bahwa mereka
menolak untuk datang,'' katanya. Selanjutnya, menurut Asmara, terserah
kepada masyarakat dan dunia internasional yang menilai bagaimana sikap
mereka tersebut.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Sudrajat mengatakan, Pemerintah akan menolak tegas
niat Komisi HAM Internasional untuk mengadili para jenderal di Mahkamah
Internasional. ''Saya kira kita tidak rela kalau para jenderal diadili di
Mahkamah Internasional. Ini menyangkut kedaulatan dan kehormatan bangsa,
karena itu Pemerintah menolak kehadiran atau campur tangan Komisi HAM
Internasional di bidang HAM di Indonesia,'' ujar Mayjen Sudrajat kepada
para wartawan di Bandung, Sabtu malam lalu
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/20/nas1.htm

Malaysia Siap Jadi Mediator,
Aceh Tetap Mencekam, Satu Lagi Polisi Tewas
---------------------------------------------------------
Media Indonesia -
KUALA LUMPUR (Media): Malaysia siap menjadi mediator dalam kasus Aceh jika
diminta Indonesia. Sementara itu, baku tembak di Banda Aceh terus
berlanjut. Minggu subuh, seorang anggota polisi, Serma Sumartoyo tewas
diberondong orang tak dikenal. "Kami menghormati Indonesia sebagai tetangga
dekat dan kami bisa memberikan apa pun yang mereka anggap bisa kami
sumbangkan untuk memenuhi harapan dan aspirasi mereka dalam konteks
hubungan bilateral," kata Menlu Malaysia Syed Hamid Albar kepada kantor
berita Bernama. "Kami ingin melihat Indonesia kembali normal, ekonominya
bangkit dan integritas Indonesia sebagai bangsa bisa dipertahankan
sepanjang masa," katanya. Meskipun Malaysia siap membantu Indonesia yang
berarti ikut menjaga stabilitas kawasan, Hamid Albar mengatakan pihaknya
tidak bisa mengambil inisiatif.
"Kami tidak bisa menawarkan diri sebagai penengah atau juru damai di sana,
karena kami yakin Indonesia bisa mengatasi masalah mereka dan mempunyai
formula tersendiri. Tetapi, jika mereka merasa Malaysia bisa memainkan
peran, kami bisa melakukannya dan ini harus didiskusikan secara rinci,"
ujar Hamid Albar.
Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999122001241776

Menko Ekuin Kwik Kian Gie
Sesalkan Penyataan Sofjan Wanandi
---------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Menko Ekuin Kwik Kian Gie dengan keras amat menyesalkan pernyataan Ketua
Dewan Pengembangan Usaha Nasional (DPUN) Sofjan Wanandi, yang mengatakan
posisi Kwik di kabinet "mewakili" WNI keturunan.
"Dari pernyataan Sofjan, jelas sekali dikesankan dan diinsinuasikan bahwa
kedudukan saya di kabinet adalah sebagai wakil dari WNI keturunan. Itu
jelas tidak benar. Semua orang tahu bahwa saya sejak lama menaruh perhatian
pada hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan negara, yang menyangkut
kepentingan seluruh Bangsa Indonesia, bukan sekadar kepentingan WNI
keturunan," tegas Kwik, yang menelepon Kompas, Minggu (19/12), Jakarta.
Sehari sebelumnya, Sofjan saat diwawancara usai pelantikan dirinya sebagai
Ketua DPUN itu menuturkan, jika Kwik gagal semua WNI keturunan akan ikut
dipersalahkan. Sofjan juga memaparkan, ia telah mengatakan kepada semua
temannya, kegagalan Kwik akan mengakibatkan dimakinya semua WNI keturunan.
Karena itu, semua WNI keturunan harus membantu Kwik.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/20/UTAMA/menk01.htm

Skandal BB Masuk Time
Pradjoto : Itu Masuk Akal
-----------------------------
detikcom - Jakarta, Pengamat ekonomi sekaligus pengungkap kasus skandal
Bank Bali, Pradjoto mengatakan terpilihnya skandal Bank Bali sebagai
pemenang kedua dalam 10 skandal 'terbaik' versi Majalah Time sangat masuk
akal.
Menurut dia, skandal Bank Bali merupakan suatu skandal yang dilakukan oleh
penguasa di negeri yang sedang berkembang, untuk mempertahankan
kekuasaannya. "Celakanya hal itu dilakukan pada saat perekonomian negara
sedang morat-marit," ungkap Pradjoto kepada detikcom, Senin (20/12/1999).
Lebih jauh Pradjoto menyatakan mendunianya skandal Bank Bali ini merupakan
dampak dari jatuhnya pemerintahan, yang tersangkut dalam skandal bank Bali
beberapa waktu yang lalu.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/199912/19991220-074122.html

----English Section----
Barak warns of Scuds if talks fail
-----------------------------------------
By Danna Harman
JERUSALEM (December 20) - Prime Minister Ehud Barak yesterday laid out a
gloomy vision of what will happen if the talks with Syria fail. He said
there would be "no way out of another round of confrontation with the Arab
world" if this should happen. He hinted that any new confrontation would be
a broad one and reminded the ministers of how, not so long ago, 42 Iraqi
Scuds had hit the country. With all this in mind, said Barak, it is clear
that the government should act responsibly now. "Reaching a peace with our
neighbors is the realization of Zionism," he said.
Lengkapnya: http://www.jpost.com/Editions/1999/12/20/News/News.517.html
++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke