SARI BERITA : Selasa, 21 Desember 1999
====================================

*Puncak Kisruh Kontrak Listrik PLTU Paiton I
Dirut PLN Mundur
*Buyung Mengaku Didepak dari YLBHI
*Serahkan Para Jenderal Ke Pengadilan
*Rudini: Pemilu Lokal Pengaruhi Komposisi DPR
---------
*Finding the Christmas Star
+++++++++++

Puncak Kisruh Kontrak Listrik PLTU Paiton I
Dirut PLN Mundur
--------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Dirut PLN) Adhi Satriya dan
Direktur Perencanaan PLN, yang juga Ketua Tim Renegosiasi Kontrak Listrik
Swasta, Hardiv H Situmeang, hari Senin (20/12) secara resmi menyatakan
mengundurkan diri dari jabatan mereka. Alasan pengunduran diri, karena
mereka tidak sependapat dengan pemerintah mengenai cara penyelesaian
kontrak-kontrak listrik swasta (purchase power agreement/ PPA) dengan para
kontraktor listrik swasta (independent power producers/IPP).
Pernyataan pengunduran diri ini disampaikan Adhi dalam jumpa pers, usai
mengikuti rapat dengan Menko Ekuin Kwik Kian Gie, Menteri Pertambangan dan
Energi Susilo Bambang Yudhoyono, dan Menneg Penanaman Modal/Pembinaan BUMN
Laksamana Sukardi, di Bappenas, Senin sore. Dalam jumpa pers itu, Adhi
didampingi Direktur Perencanaan PLN Hardiv H Situmeang.
Pada rapat sore itu, Adhi Satriya mengaku diberitahu bahwa pemerintah tidak
menghendaki cara penyelesaian kontrak listrik swasta yang dilakukan PLN,
yakni upaya penyelesaian secara komersial dan hukum secara paralel. Dalam
rapat itu ada kesepakatan bahwa harus dicari penyelesaian di luar
pengadilan (out of court settlement).
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/21/UTAMA/diru01.htm

Buyung Mengaku Didepak dari YLBHI
----------------------------------------------
Media Indonesia - Berita Utama (12/21/99)
JAKARTA (Media): Pengacara kondang Adnan Buyung Nasution mengingatkan YLBHI
untuk bersikap arif dan tidak bertindak ke arah tirani kekuasaan. Karena
menghakimi seseorang yang dianggap bersalah tanpa lewat lembaga pengadilan
adalah perbuatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia.
"Itu yang sejak dulu Abang lawan. Baik tirani dari pihak rezim yang
berkuasa selama 32 tahun, maupun tirani dari masyarakat sendiri, termasuk
dari dalam tubuh lembaga yang abang dirikan, YLBHI," kata Adnan Buyung
kepada pers kemarin di Jakarta.
Pendiri Lembaga Bantuan Hukum itu dimintai komentarnya, setelah lembaga
yang didirikannya ini memaksa Buyung untuk mundur dari Tim Pembela Perwira
TNI kalau tidak ia akan didepak. Pasalnya, Buyung membela sejumlah jenderal
yang diduga terlibat pelanggaran HAM di Timtim pascajajak pendapat di Bumi
Loro Sae itu.
Menurut Buyung, dia tidak akan pernah mengundurkan diri dari YLBHI seperti
yang diminta pengurus YLBHI. "Saya tidak akan pernah mengundurkan diri.
Karenanya, Saya akan melawan kesewenang-wenangan kawan-kawan di YLBHI yang
cenderung bertindak tiran," tandas Abang--panggilan akrab Buyung sebelum
pertemuan dengan dewan penyantun YLBHI.
Abang mengaku dirinya seolah-olah melawan arus, karena saat ini telah
berkembang suatu sikap yang memang sengaja dibuat oleh pihak tertentu
secara sistematis, bahwa para perwira TNI yang ia bela bersalah. "Dan,
konyolnya, seakan-akan pemikiran itu telah menjadi kebenaran, mutlak yang
tidak perlu lagi diteliti dan dikaji."
Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999122100065183

Serahkan Para Jenderal Ke Pengadilan
------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Kasad Jenderal Tyasno Sudarto menyatakan pembuktian
terhadap duga-an keterlibatan sejumlah jenderal pada pelanggaran HAM di
Timtim pasca jajak pendapat sebaiknya diserahkan pada pengadilan.
"Sebaiknya serahkan sepenuhnya pada pengadilan sesuai dengan hukum yang
berlaku," kata Tyasno menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara buka
puasa bersama Kasad dengan insan pers di Jakarta, Senin (20/12).
Menurut Kasad, dibawanya kasus tersebut ke pengadilan adalah sesuai dengan
komitmen untuk menegakkan supremasi hukum.
Dengan diajukannya ke meja hijau, kata Kasad, maka diharapkan bisa
dihindari sejumlah praduga dan opini yang menjurus pada prasangka, yang
kini terlanjur berkembang.
Dikatakannya, selama belum pada tahap pengadilan, maka harus dihormati asas
praduga tak bersalah, sehingga belum ada pihak yang bisa disalahkan.
Berkaitan dengan hal itu, Kasad meminta semua pihak menahan diri agar tidak
sembarangan memberikan pernyataan.
"Janganlah prasangka diumbar di muka umum," tandas Kasad.
Lengkapnya: http://waspada.com/122199/headline/headline.htm

Rudini: Pemilu Lokal Pengaruhi Komposisi DPR
-----------------------------------------------------
JAKARTA -- Komposisi anggota DPR yang ada saat ini, menurut Ketua KPU
Rudini masih memiliki kemungkinan berubah. Faktor yang bakal mengubah
komposisi tersebut adalah pemilu lokal yang rencananya bakal dilaksanakan
10 Juni 2000 mendatang. Untuk mengungkapkan hal itu, ia berjanji akan
berkirim surat kepada pemerintah.
''Yang bakal berubah dengan pemilu ini, bukan hanya DPRD I, tapi juga
DPR,'' ungkapnya usai menerima perwakilan 13 Dati I, di Jakarta, Senin
(20/12). Tapi, maksud utama pelaksanaan pemilu lokal itu, katanya, adalah
memilih anggota DPRD yang menjadi wakil rakyat di daerah hasil pemekaran.
Sementara ini, pemilihan lokal akan digelar di 32 Dati II yang tersebar di
13 provinsi.
Untuk mengetahui kesiapan masing-masing daerah menyelenggarakan pemilu
lokal tersebut, kemarin, KPU mendatangkan 13 wakil Pemda Tingkat I. Mereka
diminta melaporkan kondisi terakhir daerahnya. Di antara 13 wakil yang
diundang, tampak hadir Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud dan Gubernur Maluku
Utara Suratmin.
Dalam paparannya, Syamsuddin mengatakan, wilayah Aceh sejauh ini belum siap
untuk menggelar pemilu lokal. Sebab situasi keamanan di provinsi 'serambi
Mekah' itu masih tidak terkendali. ''Anda lihat sendiri bentrokan antara
aparat dengan GAM masih terus terjadi dan memakan korban,'' ujarnya.
Sehingga pihaknya sendiri tak bisa menjamin bahwa pada 10 Juni 2000 suasana
bisa terkendali.
Lengkapnya: http://www.republika.co.id/9912/21/12951.htm


Finding the Christmas Star
One Astronomer Believes It Wasn't a Star at All
-----------------------------------------------------------
As Christmas Eve approaches, we turn our eyes to the night sky, wondering
what was the light above Bethlehem that drew the wise men to the birthplace
of Jesus.
     An astronomer asked himself this question and set out to solve the
mystery of the star of Bethlehem. His journey, like that of the Magi, was
illuminated by revelations and concluded with a surprise ending.
     It may not have been a star after all. In fact, the event may have
been more a disappearance of light.
     The astronomer's trail began with a clue - a bronze Roman coin.
     Michael Molnar bought the coin in 1991 for $50. Molnar, former manager
of the Physics Instructional Labs at Rutgers University in New Jersey and
author of The Star of Bethlehem: The Legacy of the Magi, noticed that the
coin - and others from the same period, 5-14 A.D. - depicted a ram looking
back at a star.
     From historical records, he determined the coin commemorated Rome's
annexation of Judea (today's Jerusalem), which occurred when the coin was
issued. "The coin tells us that the ram, known in astrological terms as
Aries, was the symbol for Judea, the birthplace of Jesus," Molnar says.
"Astronomy was connected to astrology then because every celestial
happening was associated with earthly matters."
     Molnar stumbled upon another clue. While browsing through a bookstore,
he found a Greek translation of the Bible. Matthew's account of the star
particularly caught his attention.
More: http://abcnews.go.com/ABC2000/abc2000science/christmasstar991220.html
++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke