"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Jumat, 10 Desember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *DPR Siap Ladeni Tantangan Kwik Bongkar Semua Kredit Macet *Grup Bakrie Berutang Rp 4,3 Trilyun *Menanggapi maraknya napi kabur Pemerintah kambinghitamkan kurangnya senjata, peluru dan koordinasi *Para jenderal kasus Timtim bertemu secara rahasia Jumat *Pemerintah naikkan gaji PNS dan TNI -----English Section---- *U.S. Orders Russian Diplomat to Leave After Spying Arrest *Seeds of Woe for Rain Forests +++++++++ DPR Siap Ladeni Tantangan Kwik Bongkar Semua Kredit Macet ----------------------------------- Yang di BPPN Rp 107 Triliun JAKARTA-Kalangan DPR menyatakan kesiapannya untuk meladeni tantangan Menko Ekuin Kwik Kian Gie, jika ingin membuka seluruh kredit macet, termasuk yang dialami oleh pengusaha-pengusaha besar yang sekarang total portofolio kredit di bank Pemerintah mencapai sekitar Rp 600 triliun. "Anggota DPR tidak keberatan. Apa urusannya keberatan,'' kata anggota Fraksi Partai Golkar Usman Ermulan saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Kamis kemarin, menyusul pernyataan dari Menko Ekuin yang meminta masukan DPR sekitar kemungkinan dibuka masalah kredit macet para konglomerat. Di tempat terpisah Deputi BPPN Eko S Budianto mengatakan, portofolio kredit macet di bank BUMN yang berada dalam pengelolaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mencapai Rp 107 triliun. Ketika mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputeri dalam konsultasi dengan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi serta komisi-komisi Rabu lalu, Kwik Kian Gie meminta masukan DPR untuk mengungkapkan secara terbuka seluruh kredit macet pengusaha-pengusaha besar. Sebab, kata Kwik, kasus Bank Bali dan Texmaco yang mencapai nilai Rp 590 miliar dan Rp 9,8 triliun ini belum apa-apa dibandingkan dengan seluruh portofolio kredit di bank milik Pemerintah yang mencapai Rp 600 triliun. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/10/nas1.htm Grup Bakrie Berutang Rp 4,3 Trilyun ----------------------------------------- Jakarta, Kompas Dari 26 perusahaan kelompok usaha Bakrie yang ditangani Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) akibat terbelit kredit macet setidaknya Rp 4,3 trilyun, baru satu perusahaan yang menandatangani memorandum of understanding(nota kesepakatan) restrukturisasi kredit. Perusahaan tersebut adalah PT Bakrie Nirwana Resort (BNR), dengan kredit macet mendekati Rp 430,45 milyar. Demikian Deputi Kepala BPPN Eko S Budianto dan Group Head Loan Work Out Aset Manajemen Kredit BPPN Ronald Sinaga, pada jumpa pers kredit macet kelompok usaha Bakrie, milik pengusaha Aburizal Bakrie, Kamis (9/12), di Jakarta. Sinaga menuturkan, dari 26 perusahaan Bakrie, baru tiga yang sudah selesai melalui due diligence(pemeriksaan menyeluruh dan mendalam dari berbagai aspek), termasuk di antaranya adalah PT BNR. Dua perusahaan lain yang sudah melalui tahap due diligenceadalah PT Bakrie Brothers Tbk dengan kredit macet Rp 506,68 milyar, dan PT Seamless Pipe Indonesia Jaya dengan kredit macet Rp 555,72 milyar. Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/10/UTAMA/grup01.htm Menanggapi maraknya napi kabur Pemerintah kambinghitamkan kurangnya senjata, peluru dan koordinasi --------------------------------------------------------------------------- ----- satunet.com - Menanggapi maraknya pelarian narapidana dari penjara-penjara di seluruh Indonesia, pemerintah --dalam hal ini ditjen lembaga pemasyarakatan Depkumdang-- merujuk pada kurangnya suplai senjata, peluru dan koordinasi sebagai penyebab utama. Dirjen Lapas Hasanuddin menyatakan, peristiwa pelarian narapidana akan terus berlangsung sepanjang tidak ada penanganan yang komprehensif, yakni menyangkut pengadaan senjata dan kerjasama dengan pihak kepolisian. "Saat ini senjata penunjang yang dimiliki para petugas di LP sangat terbatas," kilahnya. Ia mencontohkan kasus pelarian terakhir di penjara Kerobokan Denpasar Bali pekan lalu, bahwa sebenarnya para petugas memiliki senjata yang bisa digunakan, tetapi pelurunya terbatas, sedangkan napi yang melakukan penyerangan mencapai ratusan orang. "Kalau begini kan sulit, bunuh diri namanya kalau mereka tetap melakukan perlawanan," kata Hasanuddin kepada pers di ruang kerjanya, Kamis, seperti meminta permakluman. Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya pelarian para napi, seharusnya penjaga penjara dibekali senjata yang memadai karena secara hukum para penjaga penjara diperkenankan menembak jika para napi berupaya melarikan diri atau sesuatu mengancam jiwa mereka. Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=2027 Para jenderal kasus Timtim bertemu secara rahasia Jumat --------------------------------------------------------------------------- ----- satunet.com - Para jenderal yang akan dipanggil untuk diperiksa di depan Komisi Penyelidikan Pelanggaran (KPP) HAM dijadwalkan bertemu lagi secara tertutup Jumat siang ini di sebuah lokasi di pinggiran Jakarta, demikian informasi yang diperoleh satunet.com, Jumat pagi. Sebuah sumber yang dekat dengan Mabes TNI menyebutkan, lokasi untuk pertemuan itu sudah dua kali diganti karena 'bocor' keluar, sementara jenderal-jenderal itu merasa kurang nyaman dengan kehadiran pers. Kemungkinan perubahan lokasi pun masih bisa terjadi, katanya kepada satunet.com. Jenderal-jenderal yang dimaksud antara lain adalah Jenderal TNI Wiranto, Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Mayjen TNI Adam Damiri, Mayjen TNI Zacky Anwar Makarim, Brigjen TNI Tono Suratman dan Brigjen Pol Timboel Silaen. Mereka selama ini oleh berbagai pihak di luar dan di dalam negeri dituding sebagai bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran HAM seperti pembunuhan sistematis, penghilangan paksa, penculikan, pemerkosaan dan berbagai tindak kejahatan yang bertentangan dengan kemanusiaan lainnya yang terjadi di Timtim. Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=2058 Pemerintah naikkan gaji PNS dan TNI --------------------------------------------- JAKARTA (Bisnis): Pemerintah akan menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan pensiunan serta pejabat struktural dan fungsional sampai presiden, namun besarnya masih perlu kajian lebih lanjut. Menteri Keuangan Bambang Sudibyo memastikan dalam tahun anggaran 2000 [1 April-31 Desember 2000] akan diberikan kenaikan gaji yang dapat dinikmati semua pegawai, melalui pemberian tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) kepada PNS, anggota TNI/Polri dan pensiunan. "Mengenai besarnya kenaikan sampai saat ini sedang dalam perhitungan yang cermat, dengan mempertimbangkan dampak anggaran dan pencapaian sasaran yang hendak dicapai dalam RAPBN 2000," tandas Menkeu pada Rapat Kerja pembicaraan pendahuluan RAPBN 2000 dengan Panitia Anggaran DPR di Senayan kemarin. Kenaikan gaji pegawai itu, katanya, juga dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja birokrasi. Selain itu, tuturnya, pemerintah merencanakan untuk menaikkan tunjangan jabatan struktural, jabatan fungsional, dan kenaikan gaji pokok bagi pejabat negara. Lengkapnya: http://www.bisnis.com/bisnis/owa/frame.fstoryf_othernewsf?cookie=2&cdate=10 -DEC-1999&inw_id=107660 ----English Section---- U.S. Orders Russian Diplomat to Leave After Spying Arrest ----------------------------------------------------------------------- WASHINGTON -- The federal authorities on Wednesday night arrested a Russian diplomat believed to be an intelligence officer who had sought classified information from the State Department, government officials said. The officials said that the case involved a listening device found in a conference room at the State Department and was linked to a substantial Russian espionage effort aimed at pilfering sensitive information about American activities abroad. [The diplomat, who was arrested on a bench outside the department headquarters, was declared unwelcome in the United States and ordered to leave within 10 days, the Associated Press reported on Thursday. [The State Department identified the diplomat as Stanislav Borisovich Gusev and said he was detained for a period by the F.B.I. He was first identified as a second secretary, but the department on Thursday said he was simply an embassy employee with diplomatic immunity. Lengkapnya: http://www.nytimes.com/library/world/europe/120999us-russia-spy.html Seeds of Woe for Rain Forests -------------------------------------- - It was impossible to eat it all. No matter how voracious the pigs - or the parakeets or the orangutans or the squirrels or the rats - there was food left over. For just six weeks every few years, Borneo's trees dump all their seeds, creating a Roman feast that draws hungry, foraging hoards. It also ensures enough seeds so some survive to germinate. Scientists have finally figured out how dipterocarps - the family of trees that dominates hundreds of square miles of rain forest - so closely coordinate their fruiting yet on an irregular schedule. "The trees - hundreds of species across the landscape - use El Ni�o as a trigger," says Lisa Curran, a tropical ecologist at the University of Michigan in Ann Arbor. Curran led an international research team that spent 15 years studying the mass fruiting - known as masting - of Borneo's dipterocarp forests. More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/rainforest991209.html +++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
