--------------------------------------------------- Bilik e-Mail Pelanggan : 21 Desember 1999 --------------------------------------------------- Dear, Watson Menarik membaca ungkapan isi hati anda yang ditayangkan melalui "Bilik Pelanggan Eskol". Apa yang anda ungkapkan merupakan suatu realita yang sedang dialami oleh umat Kristiani di Indonesia. Sebenarnya sudah ada beberapa buku dan tulisan para "hamba Tuhan" yang memberikan peringatan kepada para pemimpin Kristen di Indonesia dan di dunia, namun rupanya banyak Gembala/Pendeta/hamba Tuhan yang kurang suka membaca buku berkualitas dan lebih suka pasrah didalam doa dan penyerahan. 1. sdr.Watson dapat membaca buku dari Jhon R. Stott yang banyak mengungkap mengenai "isu-isu global yang menyerang kepemimpinan Kristen" juga buku hasil diskusi dan seminar dari "pasti" yang berjudul, Gereja Mendaki Puncak, semuanya mengungkapkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di Indonesia. 2. Situasi demikian ( peristiwa Surabaya, Juni 1996 - Cipayung, Desember 1999) merupakan gambaran dan teguran bagi "Gereja Di Indonesia" yang terlalu sombong rohani ( karena merasa dirinya di jamin masa depannya di dalam Kristus ) sehingga kurang peduli terhadap orang lain. Gereja di Indonesia masih lebih menekankan berebut domba gemuk ( kaya dan mampu ) untuk memperbesar diri sendiri dan kurang mau bergandeng tangan sesama saudara seiman. Dan Gereja di Di Indonesia melupakan tugas pokok yang harus dikerjakan yaitu "Matius 28:18-20" Coba kita mengaca pada Gereja sendiri berapa % dari Persembahan di alokasikan untuk dana penginjilan. 3.saya berdoa agar peristiwa ini dapat menyadarkan para pemimpin Kristen untuk segera berbenah diri dan bersiap diri secara mantap untuk mempersiapkan umatnya agar senantiasa "waspada dan siap sedia" untuk menghadapi semua hal yang akan terjadi. Bagi saya pribadi bahwa penderitaan, aniaya umat kristen di Indonesia saat ini bukan akhir zaman yang segera menuju kiamat sebagai mana banyak diramalkan orang, namun merupakan awal masa pemurnian umat sebagaimana tertulis dalam Matius 24 dan I Korintus 2. Harapan dan doa saya, semoga sdr. Watson tidak cepat putus asa dan hidup dalam ketakutan dan ketidak tenangan, namun dengan hikmat dan pimpinan Tuhan mau bertindak untuk berperan aktif menolong hamba Tuhan agar berkarya lebih nyata dan menjadi berkat bagi umat-Nya. Salam, Pak. Agus S ======= Yth. Saudara Watson, Terima kasih atas pendapat anda yang telah lama gereja menantikan. Sebenarnya pendapat semacam ini telah cukup sering dikumandangkan oleh beberapa oknum yang seharusnya diperhatikan tapi sayang Gereja di Indonesia pada umumnya diam saja. Apalagi jemaat biasa yang pada umumnya tidak menganggap diri layak mengutarakan pendapat dihadapan umum. Maka Gereja diam saja. Memang Yesus mengajar kita bahwa kita tidak pantas membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi kita boleh membongkar dan menjelaskan segala macam kejahatan yang ada termasuk kejahatan-kejahatan yang terjadi pada diri kita sendiri. Kenapa tidak? Alasannya hanya satu. Orang-orang Kristen pada umumnya takut bahwa pendapat- pendapat mereka akan mengundang reaksi yang lebih jahat lagi. Maka para pendeta pun tidak membimbing jemaat dalam arti melawan kejahatan- hanya menghindari kesusahan- kesusahan. Pendapat saya ini jelas pendapat seorang asing- namun a long time observer - tapi menurut saya pendapat ini tidak lain dari observasi yang dapat dipertahankan oleh fakta-fakta Firman Tuhan dan fakta-fakta sejarah RI. Salam dalam kasih Kristus, R. Dixon "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
