"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Rabu, 8 Desember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *Hentikan Pertikaian di Bulan Ramadhan *Pengampunan setelah Soeharto Diadili *Rabu ini DPR rapat konsultasi dengan presiden *Parpol pimpinan Amien Rais PAN terancam pecah ----English Section---- *Grozny given five-day ultimatum *Listening for E.T. +++++ Hentikan Pertikaian di Bulan Ramadhan ----------------------------------------------- Banda Aceh, Kompas Pihak mana pun yang terlibat pertikaian di Aceh, diimbau untuk menghormati bulan suci Ramadhan yang sudah berada di ambang pintu. Pada bulan ini, segala bentuk kegelisahan dan ketakutan masyarakat, serta berbagai bentuk kekerasan lain, hendaknya tak terjadi lagi, agar umat Islam dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang. Demikian imbauan Majelis Ulama Daerah Istimewa Aceh dan Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), yang disampaikan terpisah kepada Kompas hari Selasa (7/12) di Banda Aceh. Imbauan senada juga dikemukakan secara terpisah oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, di Jakarta. Dikatakan, seluruh masyarakat hendaknya menghormati bulan Ramadhan, yang merupakan bulan suci bagi umat Islam. Khusus kepada umat Islam, bulan Ramadhan sebaiknya diisi kegiatan yang disukai Allah dengan memperbanyak ibadah dan ritual keagamaan lainnya. Namun pada hari yang sama di Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, Bharada Bayu, tewas ditikam orang tak dikenal di Pasar Peureulak. Seorang lainnya, Bharada Tri Utomo menderita luka. Setelah peristiwa itu sejumlah warga juga menderita luka dan harus masuk rumah sakit setelah aparat keamanan menyisir kawasan itu Lengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9912/08/UTAMA/hent01.htm Pengampunan setelah Soeharto Diadili *Mahasiswa Menagih Janji lewat MPR *Pencabutan SP3 Permudah Penyidikan --------------------------------------------- JAKARTA-Kontroversi penerapan hukum terhadap mantan presiden Soeharto kembali dijelaskan Jaksa Agung Marzuki Darusman. Ketika mengadakan rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, kemarin, Jaksa Agung menegaskan pengampunan yang mungkin diberikan Presiden Abdurrahman Wahid kepada Soeharto akan dilakukan setelah proses hukum selesai. Sementara itu delegasi pembantu rektor se-Indonesia menyatakan kepada Ketua MPR, para mahasiswa menagih janji peradilan Soeharto. Lebih lanjut Jaksa Agung mengatakan, ''Ketika proses hukum membuktikan Soeharto bersalah, namun mempunyai dampak politik, kami kembalikan masalah itu ke hak prerogatif Presiden untuk memberikan pengampunan (grasi-Red).'' Dengan demikian, kata dia, tak akan tabu lagi bagi kejaksaan menjadikan mantan presiden Soeharto atau Habibie sebagai tersangka, sebagai konsekuensi pelaksanaan hukum. Langkah itu sekaligus sebagai upaya efektif memperbaiki citra dan wibawa Kejaksaan Agung. Dalam jawaban kepada Komisi II berkaitan dengan pencabutan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas Soeharto, Kejaksaan Agung mempunyai sejumlah argumen. Misalnya, kata dia, walau kejaksaan menghentikan penyidikan, bukan berarti tak lagi berwenang melanjutkan pemeriksaan kembali. Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9912/08/nas1.htm Rabu ini DPR rapat konsultasi dengan presiden ---------------------------------------------------------- satunet.com - Presiden KH Abdurrahman Wahid, Rabu ini dijadualkan mengadakan rapat konsultasi dengan DPR. Dalam rapat itu akan dibahas berbagai masalah penting menyangkut Aceh, Ambon, serta bagaimana tindaklanjut atas berbagai produk perundang-undangan yang amat erat kaitannya dengan pengembangan potensi daerah. Masalah Aceh akan menjadi salah satu agenda yang dibicarakan mengingat rapat konsultasi dengan presiden tidak dapat dilakukan setiap saat. Hal-hal lain yang juga akan dibicarakan dalam rapat konsultasi dengan presiden itu kali ini adalah soal Irian Jaya, dan pelaksanaan UU No 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, UU No 44/1999 tentang Keistimewaan Aceh, serta pemberian otonomi khusus terhadap Irian Jaya. Untuk masalah Ambon DPR akan mengupayakan penyelesaiannya dengan membentuk panitia kerja (Panja). Panja merupakan peralatan dewan di bawah pansus dengan keanggotaan yang lebih sedikit. Menurut Soetardjo Soerjogoeritno, Wakil Ketua DPR bidang politik, anggota Panja diambil dari anggota DPR di Komisi I dan Komisi II. Untuk tahap awal, DPR sudah mencatat sedikitnya 19 orang yang terdiri dari pejabat sipil dan militer, akan dipanggil berkaitan masalah Ambon Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=1869 Parpol pimpinan Amien Rais PAN terancam pecah ---------------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin oleh Ketua MPR Amien Rais disinyalir kuat terancam pecah. Beberapa tokoh fungsionaris dari partai berlambang matahari bersinar itu diisukan akan mendirikan partai tandingan bernama Partai Amanat Nusantara (PANU). Gagasan pendirian PANU itu disinyalir karena beberapa anggota dan fungsionaris PAN merasa kecewa atas kebijakan partai selama ini. Menurut sumber Mandiri Online yang sempat mengkonfirmasi Sekjen DPP PAN Faisal Basri, Selasa sore, gagasan itu sebenarnya hanya merupakan gagasan 'liar' Christianto Wibisono yang kini tinggal di Amerika Serikat. Pengamat ekonomi itu merasa kalau PAN perlu dikoreksi dan tidak puas atas berbagai kebijakan partai. Walau demikian, Faisal mengaku dirinya tidak menyangka kalau ketidakpuasan itu akhirnya memicu munculnya gagasan untuk mendirikan partai baru. Sementara itu, ketua umum DPP PAN Amien Rais, masih menurut sumber tersebut, menyatakan gagasan untuk menyempal itu suatu hal yang sangat disesalkan. Karena menurutnya, kalau ada perbedaan pendapat di dalam partai, penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cara mekanisme organisasi. Lengkapnya: http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1299/bt071299_5.htm IB Sudjana Membongkar Borok Deptamben ---------------------------------------------------- Jakarta, 7 Desember. Mantan Mentamben (Menteri Pertambangan dan Energi), IB Sudjana, mengakui adanya sejumlah proyek berbau kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) di tubuh Deptamben (Departemen Pertambangan dan Energi) yang merugikan negara. Dalam rapat dengar pendapat dengan anggota DPR RI dari Komisi VIII di Jakarta, Selasa malam, Sudjana secara blak-blakan menceritakan praktek penggelembungan (mark-up) nilai kontrak pada Proyek Balongan yang merugikan negara hingga 700 juta dolar AS (Amerika Serikat). Dalam kasus Balongan itu, sambung Sudjana, ia sudah meminta Presiden Soeharto untuk mengusut para pejabat yang terlibat dalam praktek mark-up tersebut. Sayangnya, Soeharto meminta agar para pejabat yang telah mengambil uang proyek ini mengembalikannya kepada negara. Lebih dari itu pemerintah diminta untuk menutup kerugian sebanyak 700 juta dolar AS dari kas negara. Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=07121999-977 ------English Section----- Grozny given five-day ultimatum -------------------------------------------- RUSSIAN forces yesterday issued an ultimatum to the residents of Grozny to leave by the weekend or be destroyed as federal officials said the war was moving into its final stage. Leaflets dropped on the capital said the city was surrounded: "The united troop command gives you a last chance. Until Dec 11 there will be a safety corridor through the village of Pervomaiskoye." A military official said the corridor in the north-west suburbs of Grozny was due to open today for an unknown number of civilians trapped in the city. The leaflets said anyone who remained would be considered a terrorist. "There will be no talks. All those who do not leave will be destroyed. The countdown has started." Grozny has been under sustained bombardment for a week. A rebel Internet site reported that the battle for Grozny had already begun, with fighting going on in the outskirts. It acknowledged that the Russians controlled all the roads into the city, but claimed that Chechen fighters could skirt the Russian positions and were continuing to supply the city More: http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=Q0zOOHOR&atmo=HHHHH8w L&pg=/et/99/12/7/wchec07.html Listening for E.T. -------------------- Special to ABCNEWS.com This is an unlikely place to hunt for aliens. The thought crosses my mind as I peer through the windshield of our underpowered rental car. We're slowly climbing into the bumpy, limestone hills of north-central Puerto Rico, hugging a road with more twists than a bag of pretzels. It's officially the dry season here, but some storm didn't get the word. On all sides, the tropical vegetation bows gently as a persistent rain washes the island. The car sways around a curve, passing a man on a horse, and up ahead I see three concrete towers poking above the hills. Cables connect the towers to an impressive, steelwork structure. It's the top half of the world's largest radio telescope. This is where we hope to get in touch with the galaxy's inhabitants. More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/exped_seti991207_part1.htm l +++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
