"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 9 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Kejahatan Perbankan Mengerikan.
Sejumlah Wakil Rakyat dan Birokrat Disuap
@ Presiden Abdurrahman Wahid:
Takkan Ditolerir, Upaya Memerdekakan Aceh
@ Bos Texmaco Diperiksa 9 Jam
@ Presiden, Wapres Segera ke Ambon.
31 Desember ke Irian Jaya
@ Indonesia Tetap Menolak
Pengadilan Internasional
--------BERITA LUAR NEGERI---------
@ Barak Janji Hentikan Pemukiman
Yahudi, Palestina Ragu
@ Dunia Kecam Ultimatum Rusia atas Grozny
SELAMAT MEMBACA
===================
Kejahatan Perbankan Mengerikan.
Sejumlah Wakil Rakyat dan Birokrat Disuap
----------------------------------------------------
JAKARTA (Media): Tidak mudah mengungkap penyebab kredit macet para
konglomerat karena mereka sudah menyuap sejumlah aparat birokrasi dan
anggota Dewan. Namun pemerintah berjanji akan mengambil tindakan hukum dan
membongkar kejahatan yang nilainya mencapai Rp 600 triliun. ``Ketika
melihat kasus Bank Bali, kita terkejut. Begitu pun saat melihat kasus
Texmaco juga terkejut. Bila satu per satu kredit macet dibongkar, maka akan
sangat mengerikan,`` ujar Menko Ekuin Kwik Kian Gie saat mendampingi
Presiden Abdurrahman Wahid dalam konsultasi dengan pimpinan DPR yang
dipimpin Ketua DPR Akbar Tandjung, kemarin. Hanya, dia tak merinci kapan
debitor bejat itu diumumkan. Hasil penelitian Menko Ekuin mengungkapkan
jumlah kredit macet para konglomerat ternyata mencapai Rp 600 triliun.
Jumlah ini tiga kali lipat dari APBN, atau 60% dari produk domestik bruto
(PDB). Ironisnya, pemilik kredit busuk ini adalah nama-nama besar yang
selama ini dipuji sebagai orang hebat. ``Padahal kredit mereka macet
semua,`` ujar Kwik.
Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=199912090654023
Presiden Abdurrahman Wahid:
Takkan Ditolerir, Upaya Memerdekakan Aceh
-------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara tegas hari Rabu (8/12)
menyatakan tidak akan mentolerir upaya apa pun untuk memerdekakan Aceh dari
wilayah Republik Indonesia. Apalagi dalam berbagai kunjungan ke luar
negerinya, kata Gus Dur, ia memperoleh satu sikap dasar yang sama dari para
pemimpin dunia bahwa mereka menginginkan Indonesia itu utuh, tidak
tercerai-berai. Penegasan Gus Dur itu disampaikan dalam pertemuan
konsultasi pertama dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pimpinan
fraksi dan pimpinan komisi DPR di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Gus Dur
didampingi Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri dan sejumlah menteri,
antara lain Menko Ekuin Kwik Kian Gie, Menteri Keuangan Bambang Sudibyo,
Panglima TNI Laksamana Widodo AS, dan Menteri Negara PAN Freddy Numberi.
Rapat konsultasi dipimpin Ketua DPR Akbar Tandjung. Akbar Tandjung membuka
konsultasi dengan meminta pemerintah memiliki sense of crisis tentang
permasalahan di Tanah Air, khususnya Aceh dan Maluku. Dua surat yang pernah
dikirimkan DPR kepada Presiden, katanya, juga meminta perhatian pemerintah
untuk segera menyelesaikan kasus Aceh dan Maluku. Sedangkan upaya DPR untuk
mencari solusi soal Aceh dan Maluku dilakukan dengan membentuk Panitia
Khusus (Pansus) DPR soal Aceh, dan Panitia Kerja (Panja) soal Maluku. Dalam
kesempatan itu, Tandjung membacakan rekomendasi Pansus DPR soal Aceh.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/09/UTAMA/taka01.htm
Bos Texmaco Diperiksa 9 Jam
------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Presdir PT Texmaco Group, Marimutu Sinivasan, tersangka
dalam kasus kredit macet, Rabu (8/12) menjalani pemeriksaan selama sembilan
jam dan mengaku kelelahan sehingga dia tidak bersedia memberikan penjelasan
kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan Gedung Bundar Kejaksaan Agung
pulul 18:00. "Dari pagi saya diperiksa dan banyak sekali pertanyaan yang
diajukan jaksa pemeriksa, saya sudah capek nih," kata boss Texmaco Group
itu saat akan meninggalkan Gedung Bundar. Tersangka kasus kredir macet yang
jumlahnya mencapai Rp 9,8 triliun, belum termasuk pinjaman luar negeri yang
mencapai AS$ 1,2 miliar itu, tiba di Kejaksaan Agung pukul 09:00 didampingi
Maqdir Ismail SH dari Kantor Pengacara Adnan Buyung Nasution SH. Namun
sebelum memasuki ruang pemeriksaan pukul 09:00, Sinivasan mengatakan, belum
mengetahui tuduhan jaksa tetapi dirinya siap menghadapi tuduhan tersebut
termasuk siap bila diajukan ke pengadilan.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/
Presiden, Wapres Segera ke Ambon.
31 Desember ke Irian Jaya
-------------------------------------------
JAKARTA (Media): Presiden KH Abdurrahman Wahid menegaskan dirinya segera
mengunjungi Maluku dan Irian Jaya yang saat ini sedang bergolak. "Sekitar
tanggal 11 atau 12 Desember, saya akan ke Ambon (Maluku) untuk menanyakan
atau melihat dari dekat bagaimana persoalan Ambon dapat diselesaikan dengan
sebaik-baiknya," katanya dalam acara rapat konsultasi pemerintah dengan
pimpinan DPR, pimpinan fraksi, dan komisi di Gedung DPR, kemarin. Sedangkan
untuk kunjungan ke Irian Jaya, Gus Dur merencanakan pada 31 Desember 1999.
Menurut Presiden, berdasarkan laporan yang diterimanya, kerukunan hidup
beragama di Ambon sudah berlangsung lama, sehingga berarti ada kesalahan
penanganan beberapa waktu lampau yang akibatnya seperti sekarang. Presiden
mengatakan setelah berkonsultasi dengan tokoh asal Maluku, disarankan
supaya ada pembicaraan yang sifatnya rujuk antara golongan Kristen dan
Islam di sana.
Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=199912090653570
Indonesia Tetap Menolak
Pengadilan Internasional
-------------------------------
JAKARTA (Media): Pemerintah Indonesia tetap menolak pembentukan pengadilan
internasional untuk mengusut kejahatan terhadap kemanusiaan di Timor Timur.
Sikap pemerintah itu disampaikan Menlu Ali Shihab ketika menerima kunjungan
Komisi Penyelidik Internasional yang dibentuk Komisi HAM PBB di Jakarta,
kemarin. Mandat Komisi Penyelidik itu adalah mengumpulkan secara sistematis
informasi-informasi mengenai kemungkinan adanya pelanggaran hak asasi manus
ia dan tindakan-tindakan yang dapat dianggap melangar hukum humaniter
internasional yang dilakukan di Timor Timur sejak Januari 1999. Komisi juga
diminta untuk menyampaikan kesimpulannya kepada Sekretaris Jenderal PBB
sehingga memungkinkan dia untuk membuat rekomendasi-rekomendasi bagi
tindakan-tindakan di masa depan dan membuat laporan kepada Dewan Keamanan
PBB, Sidang Majelis Umum PBB, dan Komisi HAM
Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=199912090654002
--------BERITA LUAR NEGERI---------
Barak Janji Hentikan Pemukiman
Yahudi, Palestina Ragu
----------------------------------------
YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengatakan Israel akan
menghentikan pembangunan pemukiman baru Yahudi setelah Palestina mengancam
perluasan pemukiman akan menghancurkan proses perdamaian Timur Tengah.
''Tak ada titik bagi permulaan pembangunan konstruksi baru sementara
perundingan tengah berlangsung sebab tak pasti apakah mereka bisa
diselesaikan,'' kata Barak kemarin. ''Kami telah mengotorisasi 1.800 unit
rumah yang telah ditandatangani oleh pemerintah terdahulu tapi bangunan
baru dalam beberapa bulan bisa merusak negosiasi,'' kata Barak dalam sebuah
konferensi pers.
Lengkapnya: http://www.republika.co.id/9912/09/11370.htm
Dunia Kecam Ultimatum Rusia atas Grozny
--------------------------------------------------
WASHINGTON (AFP): Para pemimpin dunia mengecam tindakan Rusia terhadap
Chechnya yang dianggap sudah melewati batas. Moskow mengultimatum penduduk
sipil Grozny agar mengosongkan rumah sebelum Sabtu ini (11/12) bila tidak
ingin digempur dari udara dan darat. Reaksi masyarakat internasional yang
muncul sejak Selasa lalu (7/12) itu membuat akses Rusia untuk mendapatkan
bantuan keuangan mulai terancam. Ini seiring peringatan dari Barat dan
negara-negara Islam terhadap Rusia yang menggempur Chechnya sejak awal
September lalu. Dunia mengancam akan menerapkan sanksi diplomatik jika
Moskow benar-benar menyerang penduduk sipil Chechnya, khususnya penduduk
Grozny --ibu kota Chechnya-- bila masih bertahan di sana sampai Sabtu.
Menteri Luar Negeri Inggris Robin Cook mengatakan Barat tidak bisa
terus-terusan membantu Rusia jika Rusia tidak menghormati norma-norma dasar
kemanusiaan. Sebaliknya, sambung Cook, bila Rusia mencabut ancamannya, para
pemimpin Uni Eropa akan mempertimbangkan bantuan sosial dan ekonomi untuk
Rusia pada pertemuan puncak Uni Eropa di Helsinki, Finlandia, Jumat dan
Sabtu ini (10-11/12).
Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999120906545521
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l