************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Eskol Netters yang terhormat, Pada Hari Selasa, 28 Desember 1999, kembali terjadi pembakaran di kawasan Desa Hunut /Durian Patah. Peristiwa tersebut dimulai pada Pukul 09.00 WIT. Hasil pantauan Tim Investigasi Yayasan Salawaku menyebutkan bahwa pada Pukul 09.30 WIT api berada di daerah pertigaan jalan menuju Laha- Passo- Hitu, lalu pada pukul 10.00 WIT api mulai melebar ke arah Dusun Kate-Kate. Belum diketahui apakah ada korban atau tidak dalam peristiwa itu. Pukul 11.00 WIT titik api terlihat di sekitar kawasan Tugu Trikora dan sekitar kawasan TVRI Ambon Gunung Nona. Belum diketahui di mana lokasi kerusuhan dan kerugian yang dialami. Sementara itu pada Pukul 15.00 WIT gedung PLN yang berseberangan jalan dengan Gereja Silo dibakar habis oleh massa Putih bersama 5 buah mobil yang diparkir di lantai dasar gedung tersebut. Beberapa lokasi tampaknya sudah mulai dijaga oleh masyarakat sipil seperti kawasan Passo, Lateri, Halong, Poka, dan Rumah Tiga. Sementara masyarakat berjaga-jaga, pada Pukul 12.45 WIT kembali terdengar bunyi ledakan senjata otomatis jenis AK 47. Ternyata tembakan tersebut berasal dari arah KMP (ferry) MUJAIR, yang merupakan armada PT. ASDP yang melayari Ambon - Namlea (pp). Lalu, pukul 13.00 WIT KMP Mujair bertolak dari arah kawasan Paka-Batu Koneng Halong dan beberapa saat melewati perairan Rumahtiga tiba-tiba terdengar tembakan dari arah kapal tersebut. Sebelumnya tembakan yang sama sempat diarahkan secara membabi buta ke arah warga Desa Galala. Saat itu terlihat beberapa buah speed boat dari arah Benteng dan Wailete. Kapal tersebut kemudian menembak ke arah speed boat yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia yang belum diidentifikasi. Beberapa saksi menyebutkan bahwa kapal tersebut mengangkut banyak massa dari arah Poka-Halong menuju pelabuhan Yos Sudarso. Akibat penembakan tersebut jalur laut sebagai transportasi alternatif menjadi sepi (tanpa adanya motor ikan, motor penumpang, maupun speed boat). Sementara itu, pada pukul 15.00 WIT s/d 18.00 WIT berturut-turut terjadi pengrusakan kaca-kaca jendela dari Mesjid yang berada di kompleks PLN Galala, dilanjutkan dengan pembakaran terhadap sebuah rumah milik seorang pengusaha asal Bugis bernama Daeng Henso di pertigaan jalan dari Galala menuju Galunggung dan Tantui. Beberapa menit kemudian terdengar bunyi ledakan bom yang cukup dahsyat dan membakar salah satu rumah di sekitar Gereja Tantui. Hingga berita ini dikirimkan, kondisi Kota Ambon sangat tegang dan lumpuh total. Tim Yayasan Sala Waku memperkirakan bahwa kerusuhan Ambon tampaknya akan terus berkelanjutan karena: 1. Adanya rencana yang direkayasa oleh pihak-pihak tertentu melalui konsep Natal Berdarah; 2. Emosi massa Kristen akibat terbakarnya Gereja Silo (simbol gereja tertua dan merupakan lambang umat Kristen di Kota Ambon; 3. Sikap aparat keamanan yang arogan, brutal dan selalu berpihak pada golongan tertentu. Demikian informasi terkini dari Ambon. Sumber: YAYASAN SALA WAKU MALUKU ---------------------------------------------------- "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
