************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* LAPORAN AMBON (29-30 DES'1999) Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus, Berdasarkan pantauan tim investigasi Yayasan Sala Waku, pada Hari Rabu, 29 Desember 1999 terjadi kebakaran rumah-rumah penduduk di sekitar Jl. A.J. Patty, A.M. Sangdji, Ponegoro, dan Jl. Sedap Malam. Letupan bom dan senjata rakitan, termasuk senjata organik dan granat bagaikan perang dan hampir tidak pernah berhenti. Jumlah korban baik dari pihak aparat maupun dari pihak penduduk cukup banyak, namun hingga kini belum teridentifikasi secara keseluruhan. Data dari Rumah Sakit Bakti Rahayu korban meninggal dunia 2 orang, yakni Mario Ahueluw (tertembak di kaki kiri dan kanan), dan Yohanis Souisa, anggota YONIF 733 BS (tertembak di leher). Sedangkan korban luka-luka tercacat 19 orang, masing-masing: 1. Jefry Van Harling,splenter bom pada pinggang kanan 2. Roy Haumahu, splenter bom pada kaki kanan 3. Riky Hauly (tertembak pada punggung kanan dan betis kanan) 4. Jantje Tehupiory (luka tembak pada pinggang kiri) 5. Stevanus Horsker, splenter bom pada leher 6. Reinold Maspaitella (luka tembak pada siku kiri) 7. Hientje Pitersz (luka tembak di kepala) 8. Mr. Ono, warga Jepang, (luka tembak di perut dan pinggang kiri) 9. Ridolf Lewaharilla (luka tembak pada paha kanan dan betis kanan) 10. Herman Lewier, splenter bom 11. Ary Ferdinandus (luka tembak pada bahu kanan) 12. Alfred (luka tembak pada dagu kiri tembus pinggang kiri) 13. Fredjon Kiriweno, splenter bom 14. Peter Leiwakabessy (luka tembak pada pinggang) 15. Ongen Matital (luka bakar pada tangan dan kaki) 16. Jan Kaya (luka tembak pada betis kanan) 17. Meiwantonius (anggota BRIMOB), luka tembak pada pinggang kanan 18. Johanis Matoke, luka tembak pada perut 19. Remon Maspaitela (luka tembak pada betis kanan) Korban meninggal dunia dan luka-luka sebagai akibat tembakan aparat keamanan dan pecahan, juga diperkirakan akibat baku tembak antar aparat keamanan. Sejak Pukul 06.00 WIT, 29 Des'1999 memang sudah terjadi pengalihan LODAL dari KAPOLDA Maluku kepada PANGDAM XVI Pattimura, namun situasi belum banyak berubah. Sementara itu, sekitar Pukul 16.00 WIT terjadi penembakan dengan senjata otomatis dari kapal Ferry MUJAIR terhadap speed boat di sekitar perairan Benteng/Gudang Arang yang mengakibatkan seorang anak kecil berusia 8 tahun mengalami luka-luka. Pada Pukul 17.10 WIT juga terjadi penembakan speed boat dari arah Benteng-Galala oleh sebuah speed boat dari arah Ruko Batu Merah dengan menggunakan senjata AK 47. Kondisi Kota Ambon sejak tadi malam (29/12/99) hingga pagi hari (30/12/99) tetap rawan dan lumpuh total diiringi dengan ledakan bom dan senjata. Beberapa titik api dengan asap tebal di kawasan Jl. A.J. Patty dan Ponegoro. Sementara itu, pada Hari Kamis, 30 Desember 1999, dari kawasan Haruku (seperti telah kami informasikan sebelumnya) kerusuhan juga berlangsung di sekitar lokasi Desa Kabau, Rohomoni, Waimital dan beberapa lokasi lain. Diperkirakan telah jatuh korban yang cukup banyak dan rumah-rumah penduduk banyak yang rusak dan terbakar. Namun hingga berita ini diturunkan korban belum bisa diidentifikasi secara jelas. Demikian informasi dari Ambon. Sumber: Yayasan Sala Waku ========================= "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
