"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 15 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
* DPR Segera Panggil Wiranto
* Kapten Alex Tewas Dibunuh AGAM
* Tuduhan Itu Tak Objektif
* Kodam Cukup Enam Saja
* 4 Pengacara Zarima Ditahan Polda
* Amuk Massa di Penambangan Merapi dan Klaten

---------------- Luar Negeri ---------------
@ Diplomasi Jabat Tangan Israel-Suriah
@ Rusia Buru Pejuang Chechnya
------------------------------------------------
      S E L A M A T   M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
DPR Segera Panggil Wiranto
Agar Kasus Maluku Terselesaikan
----------------------------------------
JAKARTA - Untuk menyelesaikan kasus Maluku, DPR RI akan segera memanggil
Menko Polkam Jenderal TNI Wiranto. Sikap Dewan itu diputuskan dalam rapat
tertutup, kemarin, yang diselenggarakan oleh Panitia Kerja DPR RI tentang
Kasus Maluku di Jakarta. Dalam rapat pertama itu, panitia mendengarkan
keterangan dari Menteri Agama Tholchah Hasan. Penjelasan dari Menag
dipandang perlu karena kasus pertikaian yang terjadi di Maluku bernuansakan
SARA.
Anggota Panitia Kerja DPR Sembiring Meliala kepada wartawan menjelaskan,
Jenderal Wiranto mengetahui siapa-siapa yang menjadi provokator di Maluku.
Karena pada saat itu dia menjabat Menhankam/Pangab.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/15/nas1.htm

Kapten Alex Tewas Dibunuh AGAM
------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Kapten (Kav) Alex Cikatarada, Senin (13/12) sore, tewas setelah diserang
dengan parang oleh empat anggota AGAM, di Pasar Inpres Takengon, Aceh
Tengah.
Sementara warga sipil M Yusuf yang saat itu sedang berjalan bersama Alex,
juga diserang dan mengalami luka-luka. Saat ini ia masih dirawat di RSU
Takengon.
Demikian siaran pers Pusat Penerangan TNI, Selasa .Jenazah Kapten Alex,
kemarin, dikirim ke Jambi dan dimakamkan di Jambi dengan upacara militer.
Alex, lulusan Akabri tahun 1991 meninggalkan istri dan seorang anak yang
baru berusia empat bulan.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/15/UTAMA/kap11.htm

Tuduhan Itu Tak Objektif
--------------------------------
JAKARTA-Tim Advokasi Perwira TNI menuduh balik Komisi Penyelidik
Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) yang dipimpin Albert Hasibuan tidak
objektif dalam menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia pascajajak
pendapat di Timor Timur.
Karena KPP HAM tidak objektif, Ruhut Sitompul, salah seorang anggota Tim
Advokasi Perwira TNI, kemarin menegaskan tindakan itu jelas berupaya
memojokkan kliennya. Yakni para perwira tinggi TNI dalam kasus pelanggaran
hak asasi manusia.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, KPP yang dipimpin Albert Hasibuan telah
meminta keterangan sejumlah tokoh prokemerdekaan. Bahkan masalah itu telah
diekspose dan banyak pihak memojokkan mantan panglima TNI Wiranto.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/15/nas2.htm

Kodam Cukup Enam Saja
-----------------------------
Jakarta, Kompas
Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus dikembalikan pada fungsi utamanya
dalam bidang pertahanan negara, untuk menghadapi musuh dari luar. Sedangkan
fungsi keamanan sudah saatnya diserahkan kepada kepolisian. Dengan
pemisahan yang tegas antara fungsi pertahanan dan fungsi keamanan negara,
maka pemekaran Komando Daerah Militer (Kodam) tidak perlu, dan sebaiknya
justru dikurangi menjadi enam Kodam saja.
Demikian dikemukakan pengamat politik UI Eep Saefulloh Fatah di Jakarta,
Selasa (14/12), menanggapi pernyataan Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Agus
Wirahadikusumah mengenai perlunya penghapusan teritorial militer secara
bertahap. Pendapat serupa dikemukakan pengamat militer Letjen (Purn) A
Hasnan Habib dan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/15/UTAMA/koda01.htm

Diduga Palsukan Barang Bukti
4 Pengacara Zarima Ditahan Polda
-----------------------------------------
Reporter: Iin Yumiyanti
detikcom - Jakarta, Empat pengacara Zarima akhirnya ditahan di Polda Metro
Jaya. Petrus Balla Patyona, salah seorang pengacara Zarima, menandatangani
berita penangkapan itu pukul 22.00 WIB, Selasa (14/12/1999). Otomatis, mau
tak mau keempat pengacara itu, malam ini harus mendekam di Polda Metro
Jaya, Jl Sudirman, Jaksel. Padahal Rabu besok mereka akan menjadi pembela
pra-peradilan Mirafsur Khan, ayah Zarima, terhadap Kapolda Metro Jaya.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/199912/19991215-001359.html

Amuk Massa di Penambangan Merapi dan Klaten
---------------------------------------------------------
13 'Begho' Dibakar, Kantor Hancur
KOTAMUNGKID (KR) - Ratusan warga sekitar lereng Gunung Merapi mengamuk di
lokasi penambangan Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang. Mereka
menjarah sejumlah drum berisi solar dan kemudian membakar sedikitnya 13
eskavator (alat berat pengeruk bahan tambang yang oleh masyarakat Srumbung
disebut Begho) dibakar. Beberapa unit mesin pembangkit tenaga listrik,
kantor Perusda juga dihancurkan hingga rata dengan tanah. Dalam peristiwa
itu, dua penduduk Desa Kradenan, Srumbung, mengalami luka serius kini
dirawat di RSU Muntilan.
"Kebangetan, ini harus ditelusuri sebab-musababnya hingga terjadi
kerusuhan, karena Perusda yang lokasinya paling dekat menjadi korban,"
tandas Bupati Magelang Drs H Hasyim Afandi kepada KR di rumah dinasnya,
Selasa (14/12).

------------------ Luar Negeri ------------
Diplomasi Jabat Tangan Israel-Suriah
----------------------------------------------
Cairo, Kompas
Sehari menjelang pembukaan perundingan damai Israel-Suriah di Washington
DC, kedua belah pihak mulai direpotkan soal jabat tangan antara ketua
delegasi masing-masing. Menlu Suriah Farouk Shara berusaha tidak melakukan
jabat tangan dengan PM Israel Ehud Barak. Sedang pihak Israel dan AS
menginginkan terjadi adegan jabat tangan antara Shara dan Barak di depan
kamera televisi.
Para pejabat Suriah mengatakan, tujuan pertemuan Shara dan Barak bukan
untuk publikasi atau mencari popularitas tetapi semata-mata ingin berunding
dalam upaya mencari kemajuan subtansial secara cepat. Menlu Shara telah
meninggalkan Damaskus Senin malam menuju Washington. Sedang PM Barak
berangkat hari Selasa (14/12) menuju ibu kota AS tersebut. Demikian
dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman, dari Cairo, Mesir semalam.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/15/LN/dipl28.htm

Rusia Buru Pejuang Chechnya
-----------------------------------
Moskwa, Selasa
Serangan pasukan Rusia terhadap Chechnya makin menjadi. Selasa (14/12),
giliran Shali, kota terakhir di Chechnya yang menjadi benteng para pejuang
(namun Rusia menyebut mereka sebagai gerilyawan), digempur.
Serangan terus berlanjut ke kawasan pegunungan di selatan, memburu para
gerilyawan, sementara ribuan penduduk di Grozny, ibu kota Chechnya,
terjebak aksi militer yang berlangsung di hampir sekeliling Grozny.
Sudah sejak Jumat lalu Shali, kota yang terletak sekitar 20 kilometer dari
Grozny tenggara, diblokade. Tak ada perlawanan ketika pasukan masuk kota.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/15/LN/rusi27.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke