"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 13 Januari 2000 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" @ Sama, Otak Kasus Kupang, Ketapang Dan Ambon @ DPR Diminta Tekan Gus Dur @ Sulit - Dilematis @ MUI dan FPI Tuntut Tragedi Maluku Dihentikan @ Bupati,Dandim, dan Kapolres Diduga Terlibat Penyerangan ---------- Luar Negeri ---------------------------------- ** Malaysia Tangkapi Tokoh Oposisi ** Diragukan, PBB Setuju Mahkamah Internasional ** Pembebasan Pinochet Disambut Kegembiraan =========================================== S E L A M A T M E M B A C A '''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sama, Otak Kasus Kupang, Ketapang Dan Ambon -------------------------- JAKARTA (Waspada): Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memiliki dokumen hasil rekayasa di belakang kerusuhan di Ambon. Diketahui pula, dokumen itu mirip dengan dokumen kerusuhan berbau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di Ketapang, Jakarta Pusat, serta di Kupang beberapa waktu lalu. "Indikasi kuat bahwa otak pelaku kerusuhan di Ambon, Ketapang, serta Kupang adalah sama bisa dilihat dari dokumen yang disebarkan di tempat-tempat kerusuhan itu. Di dokumen itu disebutkan seolah-olah kelompok lain akan menyerang besar-besaran. Bahasa dokumen menunjukkan pembuatnya bukan amatiran, dan memang terbukti ampuh untuk membakar emosi massa. Ini jadi bukti kuat bahwa di Ambon memang hasil rekayasa," ujar Anggota Komnas HAM Asmara Nababan di Jakarta Selasa (11/1). Selengkapnya: http://waspada.com/ Untuk Selesaikan Kasus Maluku: DPR Diminta Tekan Gus Dur ---------------------------------- JAKARTA (Waspada): Sebagai upaya untuk mendorong Pemerintah bertindak tegas dalam menyelesaikan masalah Maluku, MUI dan beberapa ormas Islam Rabu (12/1) mendatangi Gedung DPR RI. Kedatangan rombongan yang terdiri atas Ketua MUI Pusat Drs Amidhan, Sekretaris PP Muhammadiyah Soetrisno Muhdam, Sekjen DDII Hussein Umar, Ketua PP Al Irsyad Geys Ammar, Mahyudin dari Persatuan Umat Islam (PUI), dan Ketua Divisi Perempuan MDI Yonenwati Mas'ud tersebut adalah untuk meminta DPR menekan Presiden Abdurrahman Wahid untuk segera menyelesaikan masalah Maluku. Selengkapnya: http://waspada.com/ Sulit - Dilematis -------------------- BARU seumur jagung usia pemerintahan di bawah duet Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wapres Megawati Soekarnoputri, namun terpaan dari berbagai kelompok tiada henti. Hal itu tampaknya dipicu pula oleh sikap sejumlah menteri yang tidak kompak, bahkan terlihat saling berseberangan antara yang satu dan lainnya. Akibat ketidakompakan itulah berbagai persoalan makin sulit diatasi. Parahnya lagi, dalam beberapa hari ini ada kelompok yang menuntut Gus Dur dan Mega mundur karena dianggap tak mampu mengatasi persoalan krusial di Aceh, Ambon, Maluku Utara, dan Irian Jaya. Presiden berada dalam situasi sulit dan dilematis. Di satu sisi dia memerlukan orang-orang profesional dan dapat dipercaya, tapi di pihak lain harus mengakomodasi kepentingan kekuatan politik yang mendukungnya menjadi presiden. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/13/analisis2.htm MUI dan FPI Tuntut Tragedi Maluku Dihentikan ---------------------------------------------------------- JAKARTA -- Dukungan solidaritas atas tragedi umat Muslim Maluku terus berdatangan di DPR. Sekitar 200 lasykar Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah pimpinan umat yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikapnya di Gedung MPR/DPR kemarin. Rombongan FPI diterima Fraksi Partai Bulan Bintang (FPBB), sedangkan delegasi MUI ditemui Wakil Ketua DPR AM Fatwa, Wakil Ketua Komisi I Astrid Susanto, dan Ketua Komisi VI Ma'ruf Amien. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/13/14758.htm Pertikaian masih Terjadi di Maluku; Bupati, Dandim, dan Kapolres Diduga Terlibat Penyerangan -------------------------------------------------------------- AMBON -- Tiga pejabat teras di Maluku Tengah diduga terlibat dalam pertikaian SARA. Ketiganya adalah Bupati Maluku Tengah Kol Inf Rudolf Rukka, Dandim 1502 Letkol CH Sidabutar, dan Kapolres Letkol Benny von Bulow. Dugaan itu disampaikan oleh MUI Maluku Tengah melalui surat pernyataan yang ditujukan kepada Gubernur Maluku Dr Saleh Latuconsina dan Pangdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Max Markus Tamaela. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/13/14746.htm ---------- Luar Negeri -------------- Malaysia Tangkapi Tokoh Oposisi ============================= KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia rupanya mulai membungkam suara-suara oposisi. Kepolisian Malaysia Rabu kemarin menangkap tiga politikus oposisi senior dan seorang redaktur koran Partai Islam atas dakwaan menghasut. Tindakan keras aparat keamanan itu dilakukan menyusul kemenangan UMNO dalam pemilu lalu yang berlangsung sangat sengit. Marina Yusoff dari Parti Keadilan Nasional (PKN) dituduh memancing kebencian ras melalui pernyataan yang dilontarkan sebelum pemilu November lalu. PKN dalam pernyataannya menyebutkan, pernyataan itu berkaitan dengan kerusuhan rasial yang pecah tahun 1969. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/13/int3.htm Diragukan, PBB Setuju Mahkamah Internasional --------------------------------------------------------- NEW YORK - Sekjen PBB Kofi Annan dan stafnya sedang mengkaji laporan penyidikan dari komisi khusus PBB mengenai tindak kekejaman di Timor Timur dan berencana membuat rekomendasi tentang tindakan selanjutnya. Komisi Penyidik yang beranggota empat orang itu belum membuat simpulan hasil penyidikan selama sembilan hari, yang dimulai 25 November lalu. Komisi khusus itu dipimpin Sonia Picado dari Kosta Rika. Simpulan yang dimaksud, misalnya, membuat rekomendasi pembentukan mahkamah kejahatan perang, yang belum tentu akan disetujui Dewan Keamanan PBB. Kalangan PBB meragukan Dewan Keamanan akan menyetujui pembentukan mahkamah internasional kasus Timtim. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/13/nas2.htm Pembebasan Pinochet Disambut Kegembiraan ----------------------------------------------------- Santiago, Pemerintah Chile pada Selasa menyambut niat Inggris untuk membebaskan Augusto Pinochet, sementara kerabat para korban yang tewas sepanjang 17 tahun masa kediktatoran militernya merasa berang atas keputusan itu. "Pemerintah Chile menyampaikan penghargaan atas keseriusan yang ditunjukkan pemerintah Inggris berkaitan dengan masalah yang sulit ini," kata Menlu Chile Juan Gabriel Valdes. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
