************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Kondisi Pengungsi Tehoru dan Werinama ------------------------------------------------- Ambon, Siwalima Menyusul kerusuhan yang menimpa warga Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Werinama, Seram Timur 2 januari 2000 lalu mengakibatkan 18 desa hancur berantakan serta sedikitnya 22 Gereja hangus dilalap api. Tidak itu saja sekitar 7503 jiwa kini tidak memiliki tempat tinggal karena harus mengungsi ke hutan. Kepada Siwalima kemarin, Ketua Posko Penanggulangan Kerusuhan Jemaat Klasis Telutih, Ony Walalayo mengatakan sekitar 23 jemaat Kristen Protestan dan 3 jemaat Khatolik yang dibina oleh 21 Pendeta dan 3 orang Pastor kini hanya mengembara di hutan belantara mulai dari pegunungan Seram Utara sampai Seram Timur sedangkan yang sisa masih tetap mendiami 4 desa yang masih utuh yakni desa Hatu, Hatumete, Laha Sarani dan pegunungan Piliana. Lebih lanjut menurut Ony, informasi yang diterima pihaknya mengabarkan bahwa Kapal Eliana yang digunakan untuk mengangkut pengungsi sudah menjangkar di desa Lafa untuk mengangkut sekitar 1200 pengungsi yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak pada tanggal 15 Januari 2000 setelah sehari sebelumnya gagal merapat di desa tersebut karena hampir terjadi kontak dengan para perusuh meskipun kapal tersebut dikawal 26 orang anggota TNI. Pengungsi tersebut selain dari desa Lafa juga berasa dari dua desa lainnya yakni desa Yamahena dan desa Maneoratu. Awalnya mereka akan diberangkatkan menuju Waipia namun setelah mendapat informasi kemarin dari Ketua Klasis Masohi, Pdt Ade Manuhuttu, Kapal Eliana tersebut sudah merapat di dermaga Amahai dan direncanakan para pengungsi akan ditempatkan di desa Makariki, Nakupia, Tone Tanah, Waraka dan Sananahu. Bersamaan dengan itu dilaporkan, Kapal Eliana kemarin (16/01) pukul 08.30 Wit juga gagal merapat di Hatumete ketika ingin mengangkut pengungsi karena pada saat itu terjadi penyerangan terhadap warga Desa Hatumete oleh Desa Moso ketika hendak melakukan Ibadah Minggu. Akibatnya warga tidak jadi ke Gereja dan saling mengejar dengan parang. Sementara itu informasi yang diterima Posko Penanggulangan Kerusuhan Jemaat Klasis Telutih via handy talkie mengatakan bahwa ada juga sebagian jemaat dari Salamahu dan Tehoru sudah berada di sekitar sungai Kawa, Saunulu setelah melarikan diri dalam hutan selama 4 hari didampingi oleh Pdt. Nn. M. Leuwol dan Pdt. O. Wutwensa yang sempat dikhabarkan meninggal, sebagaimana dilansir harian ini tertanggal 15 Januari 2000. " Pendeta Wutwensa tidak meninggal tapi melarikan diri bersama jemaatnya ke hutan, yang meninggal adalah seorang warga yang kebetulan mirip dengan Pendeta Wutwensa," ralat Ony sembari menambahkan kondisi pengungsi saat ini sangat lemah dan memprihatinkan. Menurut Ony, akibat dari kerusuhan tersebut ribuan jemaat kini tersebar di mana-mana antara Seram Timur dan Seram Utara. Pasalnya ada juga pengungsi yang lari menyelamatkan diri ke Kobisonta (Pasahari) seperti yang dilansir Pangdam XVI Pattimura, Brigjen TNI Max Tamaela melalui Siaran Berita Daerah TVRI Ambon sejumlah 1000 orang. "Kami mendapat informasi dari Sekretaris Telutih, Pdt. Saar Latuny yang berada di Kobisonta bahwa jumlah pengungsi belum sampai 1000 orang masih sekitar 800-an setelah kami mendapat telepon dari Wahai tanggal 16 Desember 2000 jam 11.45 Wit," ungkap Ony. Untuk sementara pengungsi tersebut masih tertampung di Pesantren Kobisonta yang berasal dari jemaat Elnusa Kecamatan Werinama dan sebagian dari jemaat Ulahahan, Hunisi dan Yamatu, Kecamatan Tehoru. "Kami sangat meminta perhatian Pemerintah Daerah untuk menangani serta meberikan bantuan bagi para pengungsi karena mereka berada dalam kondisi yang sangat memprihatikan setelah melalui perjalanan selama 10 hari ke Kobisonta dengan bekal seadanya," kata Ony.(024) HARIAN SIWALIMA & YAYASAN SAGU ==================================== "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
