**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Mataram Rusuh, Kota Lumpuh
-----------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Kota Mataram, Senin (17/1) kemarin lumpuh total menyusul aksi perusakan
gereja oleh ribuan orang yang mengikuti tablig akbar solidaritas umat Islam
Lombok untuk pertikaian yang berbau SARA di Maluku. Suasana kota mencekam
dan aktivitas perdagangan maupun perkantoran lumpuh total.
Ketika menjelang malam, massa bahkan mulai melakukan penjarahan terhadap
toko-toko milik warga keturunan Tionghoa.
Berdasarkan pemantauan Bali Post hingga pukul 16.00 wita, tercatat delapan
gereja dirusak dan dibakar massa. Gereja GPIB Immanuel Mataram menjadi
sasaran pertama massa, karena berdekatan dengan Lapangan Umum Mataram --
tempat tablig akbar berlangsung.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/18/p5.htm

Pengamanan Kocar Kacir,
Massa Leluasa Membakar
------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Aksi massa yang membakar sejumlah gereja dan sebuah restoran serta
melakukan pengrusakan beberapa rumah di Mataram, Senin (17/1) kemarin tidak
bisa dibendung petugas. Akibatnya massa menjadi leluasa melakukan
pembakaran. ''Memang pengamanan kami agak kocar kacir karena kita lambat
membentuk Satgas,'' ungkap Danlanal Kol. Bramoyo Wibudy yang ditemui Bali
Post di sekitar lokasi kebakaran di Jl. Panca Usaha Mataram, Senin (17)
kemarin.
Menurutnya, keterlambatan pembentukan satgas untuk menangani aksi massa
disebabkan lemahnya koordinasi antar-aparat keamanan. ''Saya tidak tahu
kenapa bisa seperti ini. Tetapi syukurlah siang ini (Senin kemarin red)
kami sudah melakukan koordinasi dan membentuk Satgas dan Posko,'' katanya.
Bramoyo tidak mengetahui secara pasti kenapa koordinasi pengamanan lemah
dan terlambat membentuk Satgas. Padahal katanya, bocoran akan terjadinya
aksi massa pada Senin ini sudah diketahui sebelumnya. ''Saya sudah mendapat
informasi sebelumnya akan ada aksi ini. Tetapi kewenangan pengamanan bukan
di tangan saya,'' ujarnya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/18/nt6.htm

Mataram Rusuh, Harun Menangis
---------------------------------------
MATARAM Rusuh. Pada awalnya jauh dari pikiran dan bayangan Gubernur NTB
Drs. H. Harun Al-Rasyid. Ketenangan, kenyamanan dan ketentraman warga NTB
selama ini mendapat acungan jempol, bahkan sempat dijadikan teladan oleh
daerah-daerah lainnya di Indonesia. Pemerintah pusat pun mengakui hal itu.
''Namun sekarang teladan itu malah berbalik. Kerusuhan itu terjadi dan hal
ini sama sekali di luar bayangan saya,'' kata orang nomor satu di NTB
sampai tersendat dan kemudian menitikkan air mata. Harun yang dikenal
dengan banyak humornya itu, tak kuasa menahan air mata. Harun menangis
hingga menambah suasana pertemuan antara Gubernur, Pangdam IX/ Udayana,
Kapolda dengan para tokoh agama dan masyarakat menjadi haru.
Pada awalnya Harun berpendapat bahwa acara tablig a kbar ini sangat bagus,
sebagai salah satu wujud keprihatinan warga NTB. Namun pada akhirnya yang
terjadi justru sebaliknya. ''Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Jika
memang kejadian ini sebagai wujud dari kekurangan saya memimpin NTB, kenapa
dengan cara ini,'' katanya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/18/nt3.htm

Puluhan Warga Nasrani Berlindung ke Mapolda
* Polda Nyatakan NTB Siaga I
--------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Kapolda NTB Kol. Drs. Sukandri, MBA melalui Sesdispen Kapten. Pol. Ir. Drs.
Agus Sutisna, menyatakan NTB saat ini dalam status Siaga I menyusul
kerusuhan dengan sasaran perusakan dan pembakaran Gereja serta pembakaran
dan penjarahan sejumlah rumah warga Nasrani di Mataram, Senin (17/1)
kemarin.
Hingga pukul 16.30 Wita, beberapa wilayah di Kodya Mataram khususnya di
wilayah Ampenan masih tampak mencekam. Sejumlah massa masih berkeliaran di
beberapa sudut Kota Ampenan dan menurut informasi, massa yang tampak
beringas itu sedang menyasar sebuah gereja yang tepat berada di depan
Mapolda NTB. Namun dengan penjagaan yang ekstra ketat oleh aparat keamanan,
puluhan massa berhasil dihalau.
Menurut Agus Sutisna, diberlakukannya status Siaga I ini, guna mencegah
berkembang dan meluasnya kerusuhan. Untuk mengantisipasi kemungkinan ini
kata Agus, seluruh kekuatan Polda dan Polres dikerahkan selama 24 jam untuk
berjaga-jaga. Sementara Kapolda NTB Kol. Pol. Drs. Sukandri, MBA di hadapan
Gubernur NTB, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kiki Syahnakri serta para
tokoh agama dan masyarakat di Gedung DPRD NTB menyatakan bahwa selaku pihak
keamanan, pada awalnya pihaknya merestui diadakannya tablig akbar ini
setelah melalui proses yang cukup panjang. Adanya izin dari Gubernur serta
adanya pernyataan dari Ketua Panitia Penyelenggara tablig akbar bahwa
kegiatan ini tidak akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan sehingga
polisi pun merestuinya. ''Apalagi ada jaminan dari ketua panitia
penyelenggara -- ''tak satu rumput pun akan terinjak''-- sehingga kegiatan
ini bisa berlangsung,'' katanya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/18/nt5.htm

TGH Sofwan Hakim:
Umat Islam jangan Emosional
------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
TGH Sofwan Hakim dalam orasinya pada tablig akbar di Lapangan Mataram Senin
(17/1) kemarin mengatakan, umat Islam harus mampu menahan diri. Mengutip
firman Allah SWT, umat Islam harus berjihad di jalan Allah dengan harta
benda, diri, jiwa dan raga. Kapan berjihad fisik? Ia mengatakan, ada aturan
dan persiapan.
''Kita sedang menghadapi masalah besar,'' ujarnya. Namun, ia menambahkan,
agar umat Islam jangan emosional dan mampu menahan diri saat marah. ''Jaga
akhlakul karimah,'' ingatnya di hadapan massa yang lantang meneriakkan
takbir. Tablig akbar itu rencananya dilaksanakan secara damai untuk
menggalang solidaritas terhadap umat Islam di Maluku. Tablig akbar yang
dihadiri kalangan tuan guru, anggota DPRD dan Wali Kota Mataram itu diisi
dengan berbagai orasi yang cukup panas menyangkut pembantaian warga muslim
di Ambon. Para orator hampir tidak terkendali dalam orasinya membela umat
Islam, sehingga massa meneriakkan takbir siap berjihad membela umat Islam.
Dalam tablig akbar itu dibacakan pula pernyataan sikap antara lain menuntut
pemerintah menuntaskan pembantaian warga muslim di Maluku. Umat Islam NTB
mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk menghentikan kekerasan yang
terjadi di Maluku. TNI dan Polri harus bersikap netral dalam menangani
kerusuhan serta menindak tegas aparatnya, terutama kepada Pangdam Patimura
yang dianggap nyata-nyata berpihak pada kaum Nasrani. Umat Islam NTB
meminta pimpinan Kristen khususnya yang berada di NTB untuk mengutuk
pembantaian dan tindak kekerasan kepada umat Islam Maluku. Umat Islam
mendesak Ketua Gereja Sinode Ambon dan Ketua Gereja Sinode Halmahera
sebagai orang yang bertanggung jawab.
Setelah tablig akbar ditutup dengan pembacaan doa, panitia mengimbau massa
langsung pulang dan tidak singgah ke mana-mana agar tak terprovokasi. Akan
tetapi, apa yang diharapkan panitia dan apa yang dikemukakan TGH Sofwan
Hamkim agar massa tak emosi, tak dihiraukan massa yang sudah telanjur
''panas''. Massa terprovokasi bergerak anarkis. Gereja Imanuel yang
berjarak sekitar 150 meter dari Lapangan Umum Mataram menjadi sasaran awal.
Sebuah mobil Lancer milik Suwaryanto, pegawai Bappeda Kodya Mataram, yang
kebetulan parkir di depan gereja menjadi sasaran pembakaran. Menyaksikan
mobilnya yang dibakar, Suwaryanto langsung mengucapkan istighfar.
Kobaran api dari mobil Lancer tadi membuat aparat keamanan siaga. Sebuah
truk Brimob diturunkan untuk menghalau massa. Kendati massa berhasil
dihalau beberapa meter, aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran
dengan senjata di tangan. Salah seorang warga yang bersenjatakan keris
langsung marah dan balik melawan aparat dengan menantang sambil membuka
dadanya, ''Tembak saya! Tembak saya!'' Aparat dari kesatuan Brimob ini
kalut lantas kembali ke dalam truk bergabung dengan rekan-rekannya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/18/p7.htm


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke