'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Selasa, 18 Januari 2000
====================================
@ PDI-P Tuduh Amien Jatuhkan Gus Dur
@ De-Wiranto-isasi Dinilai Efektif
@ Gus Dur: Tak Ada "Reshuffle" dan Kudeta
@ Gus Dur Didesak ke Ambon Seminggu
@ Ambon Berangsur Normal
@ Ingin Jihad ke Ambon, Serbu Gubernuran
@ Kejakgung Mengaku tak Punya Wewenang Soal Maluku
@ PT Indorayon Utama Ditutup

---------- Luar Negeri ---------------
** Dilecehkan Anggota Interfet
** PM Mahathir Intimidasi Oposisi
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

PDI-P Tuduh Amien Jatuhkan Gus Dur
----------------------------------------------
JAKARTA - Sekitar 200 pendukung PDI Perjuangan yang menyebut diri kelompok
Gerakan Perekat Bangsa (GPB) demonstrasi di Gedung MPR/ DPR, Senin siang.
Mereka mempertanyakan sikap Ketua MPR Amien Rais yang berusaha menjatuhkan
pemerintahan Gus Dur-Mega.
Para pengunjuk rasa yang sebagian besar beratribut PDI Perjuangan tiba
dengan mengendarai 10 metromini dikawal puluhan personel Satgas. Mereka
langsung menggelar berpidato di pelataran parkir Gedung MPR/DPR .
Selain berpidato, beberapa pengunjuk rasa menutup mobil dinas Ketua MPR,
Volvo hitam B-5, dengan kain spanduk putih dan berbagai pamflet berisi
kritik kepada Amien Rais.
"Berhentilah, wahai pemimpin sesat, berhentilah melakukan manuver murahan
yang cenderung berperan ganda," kata dia dengan suara tinggi.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/18/nas8.htm

Lev: Peluang Kudeta Sangat Kecil
De-Wiranto-isasi Dinilai Efektif
----------------------------------------
WASHINGTON-Guru besar emeritus dari University of Washington, Seattle, AS,
Prof Daniel S. Lev menegaskan, pemerintah Amerika Serikat mengkhawatirkan
terjadinya kudeta oleh militer Indonesia terhadap pemerintah Abdurrahman
Wahid (Gus Dur). Tetapi, dia yakin peluang untuk itu sangat kecil. Dalam
percakapan dengan wartawan Jawa Pos di Washington DC Ramadhan Pohan,
kemarin Lev mengatakan, pernyataan keras Dubes AS untuk PBB Richard
Holbrooke agar militer Indonesia tunduk kepada pemerintahan sipil di bawah
Presiden Gus Dur dan jangan melakukan kudeta adalah peringatan serius.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/

Gus Dur: Tak Ada "Reshuffle" dan Kudeta
---------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Selain menegaskan tidak akan mengadakan reshuffle kabinet secara
menyeluruh, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga menyatakan bahwa
Jenderal Wiranto masih tetap bertugas sebagai Menteri Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Dan, dalam jumpa pers mingguan di Bina
Graha, Jakarta, Senin (17/1), Gus Dur juga menepis desas-desus akan ada
kudeta oleh pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI). Gus Dur didampingi
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Kwik
Kian Gie, Menteri Keuangan Bambang Sudibyo, Sekretaris Kabinet Marsillam
Simanjuntak, dan Sekretaris Pengendalian Pemerintahan Bondan Gunawan. Gus
Dur mengenakan kemeja batik, kedua menteri berbusana lengkap dengan dasi,
dan kedua sekretaris sama-sama mengenakan kemeja putih dipadu jas biru tua,
tanpa dasi.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/18/UTAMA/taka01.htm

Gus Dur Didesak ke Ambon Seminggu
A.M. Fatwa Setuju Ambon Dipisah Garis Demarkasi
-----------------------------------------------
SURABAYA - Wakil Ketua DPR RI A.M. Fatwa dan Tosari Wijaya minta Presiden
KH Abdurrahman Wahid agar membuat keputusan politik dalam penyelesaian
kasus Ambon. Mereka tak ingin Gus Dur hanya memberikan
pernyataan-pernyataan politik soal kasus pertikaian berbau SARA itu.
Termasuk tidak hanya menanggapi secara reaktif pernyataan-pernyataan atau
kritikan yang datang dari masyarakat.Presiden, kata Fatwa, seharusnya
membuat keputusan atau tindakan konkret untuk Ambon. Sebab, kalau terus
dibiarkan, korban pertikaian itu akan semakin besar dan meluas. "Bila
perlu, Gus Dur bersama panglima TNI turun langsung ke Ambon untuk memantau
dan menyelesaikan pertikaian di sana selama seminggu," kata Fatwa setelah
bertemu Muspida Jatim di kantor gubernur Jatim, kemarin.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/

Ambon Berangsur Normal
* Pertikaian di Leihitu Tewaskan 8 Orang
--------------------------------------------------
Ambon, Kompas
Kondisi Kota Ambon (Maluku), Senin (17/1), berangsur-angsur normal, meski
pada malam hari listrik sering padam. Suasana pada siang hari makin ramai,
toko-toko yang tersisa sudah mulai buka.
Tetapi akhir pekan lalu, suasana yang mulai tenang di ibu kota propinsi
ini, terusik berita dari Kabupaten Maluku Tengah berupa pertikaian antara
warga Desa Wakal dan Hitu di Kecamatan Leihitu.
Pertikaian sejak akhir pekan lalu tersebut terus memanas dan kembali
memakan korban.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/18/utama/ambo01.htm

Ingin Jihad ke Ambon, Serbu Gubernuran
---------------------------------------------------
HENTIKAN KEKERASAN: Anggota Front Pemuda Islam Surakarta (FPIS) unjuk rasa
di depan Kantor Gubernur/Setwilda Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin.
Mereka meminta Pemerintah untuk segera menghentikan kerusuhan di Ternate,
Ambon, dan Aceh. (Foto: Suara Merdeka/D5-77t)
SEMARANG-Sekitar 1.200 anggota Front Pemuda Islam Surakarta (FPIS)
menyatakan tekadnya untuk berjihad membela kaum muslim tertindas di Ambon.
FPIS menilai, selama ini Pemerintah dan TNI tidak sungguh-sungguh dan tidak
tegas dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Untuk menyampaikan pesan ini, Senin kemarin sekitar pukul 10.30 mereka
mendatangi gubernuran dan berorasi di halaman Gedung Setwilda Jateng Jl
Pahlawan. Sekitar pukul 12.00 aksi selesai, mereka lalu salat berjamaah di
Masjid Baiturrahman. Mereka datang dengan menumpang delapan bus, satu truk,
dan 14 mobil pribadi.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/18/nas9.htm

Kejakgung Mengaku tak Punya Wewenang Soal Maluku
------------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Tuntutan agar Kejaksaan Agung aktif menangkap provokator di
Maluku ditanggapi datar oleh lembaga tersebut. Karena, menurut humas
lembaga itu, Kejaksaan Agung tak punya wewenang untuk menindaklanjuti
penyelidikan maupun penyidikan adanya dugaan provokator ''Paling banter
kami hanya melakukan koordinasi dan memberikan masukan kepada pihak-pihak
yang terkait yang mempunyai wewenang untuk menyelidiki provokator
tersebut,'' ujar Kahumas Kejaksaan Agung Soehandojo kepada wartawan
kemarin, di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/18/15103.htm

PT Indorayon Utama Ditutup
* Impor Limbah Dihentikan
----------------------------------
Jakarta, Kompas
Setelah sekian lama menjadi kontroversi, akhirnya Kantor Menteri Negara
Lingkungan Hidup (LH) merekomendasikan kepada Ketua BKPM dan pejabat
berwenang untuk menutup PT Inti Indorayon Utama (IIU) di Porsea, Sumatera
Utara. Kantor LH juga mencabut rekomendasi impor material keruk, yang lebih
dikenal sebagai lumpur Singapura. Kebijakan itu dikemukakan Menteri Negara
Lingkungan Hidup/Kepala Bapedal Sonny Keraf, dalam jumpa pers usai acara
silaturahmi di kantornya, Senin (17/1).
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/18/utama/ptin01.htm

------- Luar Negeri -------------
Dilecehkan Anggota Interfet
------------------------------------
Canberra, Senin
Dua tentara anggota pasukan penjaga perdamaian International Force for East
Timor (Interfet) dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap enam
perempuan muda di Palapasu, pinggiran Kota Dili, Timor Timur (Timtim).
Peristiwa ini terjadi dua kali, tanggal 24 November dan 16 Desember 1999
lalu.
Beberapa harian di Australia memberitakan, tanggal 24 November lalu datang
segerombolan orang menggedor pintu rumah sebuah keluarga. Orang-orang yang
bertelanjang dada itu masuk rumah dengan wajah lusuh, terhuyung-huyung
karena mabuk. Enam gadis anggota keluarga itu yakin, mereka adalah
tentara-tentara Australia.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/18/LN/dile16.htm

PM Mahathir Intimidasi Oposisi
--------------------------------------
MANILA - Pemimpin oposisi Malaysia Wan Azizah Wan Ismail, yakni istri
terpidana mantan Wakil PM Anwar Ibrahim, Senin kemarin menuduh pemerintahan
PM Mahathir Mohamad berusaha mengitimidasi oposisi dengan menangkapi para
anggota dengan dakwaan yang berkaitan dengan keamanan negara.
"Ya, mereka mengintimidasi, namun kami tidak melanggar UU apa pun,'' kata
Azizah kepada para wartawan di Manila. Dia mengacu pada serangkaian
penangkapan terhadap tokoh-tokoh oposisi Malaysia pekan lalu.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/18/int1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke