**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Jakarta Jadi Target Akhir Provokator
=================================
Media Indonesia - (21 Jan 2000)
JAKARTA (Media):
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tyasno Sudarto mengatakan
target akhir para provokator adalah menyulut kerusuhan di Jakarta.
"Konspirasi provokator itu target akhirnya Ibu Kota. Jadi seluruh komponen
masyarakat diimbau untuk memahami persoalan ini," kata Tyasno Sudarto
menjawab wartawan sesuai memberikan pengarahan kepada peserta Apel Siaga
Komandan Satuan Jajaran Kodam Jaya di Ciampea, Bogor tadi malam malam.
Dia mengatakan apabila kerusuhan itu terjadi di Jakarta sangat berbahaya
karena bisa mengancam eksistensi pemerintahan, seperti yang pernah terjadi
saat keruntuhan Orde Baru.
Oleh karena itu, dia mengingatkan Pangdam Jaya untuk berkoordinasi dengan
Kapolda Metro Jaya dan instansi terkait lainnya mengantisipasi kemungkinan
ini sedini mungkin.

Baru Fakta Politis, Belum Ada Fakta Yuridis
PKB Miliki Data Provokator Ambon
==============================
Jum'at, 21 Jan 2000, detikcom - Jakarta,
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku sudah mempunyai data provokator di
Ambon. Tetapi data yang dimiliki baru bermuatan fakta politis sedangkan
secara fakta yuridis belum ada. PKB bukannya tidak mau mengungkapkan data
itu tetapi karena sulit melihat fakta yuridis secara riil di lapangan.
Pernyataan ini diungkapkan Ketua Fraksi PKB di DPR, Taufikurrachman Saleh
usai acara silaturahmi dengan Wapres Megawati Soekarnoputri Jum'at pukul
11.45 WIB (21/1/2000) di Jakarta. Menurut Taufik, selain disebabkan
provokator, kerusuhan itu juga juga dipengaruhi oleh ketidaksolidan bangsa
Indonesia terutama militernya. ". Kalau militer solid saya kira tidak akan
terlalu lama menuntaskan masalah ini," tegas Taufikurrachman.
Nmaun demikian Taufik tidak secara tegas menyatakan bahwa kerusuhan ini
berhubungan kuat dengan permaian elit militer. "Salah satu inti pertahanan
bangsa adalah militer jadi kami harapkan militer betul-betul solid bukan
dalam arti retorika," ujar Taufik diplomatis.
Taufik juga menggambarkan ciri-ciri provokator Ambon dimungkinkan sebagai
kelompok status quo yang berasal dari pemerintahan lama. "Karena
pemerintahan yang dulu itu model kekuasaannya adalah mafia. Jumlahnya tidak
banyak tapi kualitatif," tegas Taufik.

Dekan Perguruan Tinggi Jadi Provokator di Mataram
=============================================
Jumat, 21 Jan 2000, JAKARTA, Mandiri -
Provokator atau aktor dibalik aksi kerusuhan di Mataram NTB adalah seorang
Dekan Perguruan Tinggi di Mataram, NTB. Saat ini, tokoh tersebut sedang
diselidiki sejauhmana keterlibatannya oleh jajaran aparat kepolisian.
Demikian ungkap Panglima TNI Laksamana Widodo A.S beserta jajaran petinggi
TNI dalam keterangannya di hadapan Komisi I DPR-RI sebagaimana dijelaskan
Ketua Komisi I DPR-RI Jasril Ananta Baharudin.
Penglima menegaskan ini saat anggota dewan menanyakan perkembangan
pengungkapan kasus kerusuhan bernuansa SARA di propinsi NTB ini. Jajaran
TNI yang dipimpin Panglima dan jajaran Polri yang dipimpin Kapolri Kamis
(20/01) mengadakan rapat dengan Komisi I DPR-RI. Dalam rapat tersebut TNI
mengungkapkan ada indikasi yang cukup kuat bahwa yang melakukan provokasi
adalah salah seorang Dekan Perguruan Tinggi di Mataram.
Provokasi itu dilakukan dengan menarik sentimen agama kepada masyarakat.
Padahal kenyataannya tidak demikian.
Selain itu TNI dan Polri juga telah berhasil menangkap salah seorang
provokator dalam aksi kerusuhan di Maluku.

Dua Provokator Teridentifikasi
===========================
DENPASAR -- SUARA MERDEKA, Jumat, 21 Januari 2000
Polri berhasil mengidentifikasi dua provokator yang memicu kerusuhan massa
di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Kedua orang yang sudah
diketahui identitasnya itu, jika masuk Bali, segera ditangkap. Kalau
melawan
akan ditembak," kata Kapolda Bali Brigjen Pol Togar M Sianipar seperti yang
 dikutip Kadispen Polda Bali, Letkol Pol Y Suyatmo, di Denpasar, Kamis
kemarin.
Dia mengatakan, Kapolda Togar sudah menginstruksikan seluruh jajaran Polri
untuk meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk Bali, seperti di
Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Benoa, Bandara Ngurah Rai Bali, untuk
mengantisipasi kemungkinan provokator tersebut ke Bali.
Selain itu, kewaspadaan dari semua pihak juga sangat diharapkan, sehingga
situasi dan kondisi kamtibmas yang mantap dan terkendali selama ini di Bali
dapat dipelihara dengan baik.

Sultan Ternate: Thamrin 'Sakit'
===========================
Reporter: Hestiana Darmastuti
detikcom - Jakarta, Sultan Ternate Drs H Mudaffar Syah mengaku dirinya sama
sekali tidak mengenal Thamrin Amal Tomagola. �Saya tak pernah jumpa dia,
kok tiba-tiba dia .ngoceh seperti itu,� ujar Mudaffar Syah bernada berang
mengomentari tuduhan Thamrin bahwa dirinya provokator konflik SARA Maluku.
Mudaffar Syah ditemui detickom secara khusus usai menggelar jumpa pers di
Hotel Dharmawangsa           Jl. Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan, Jumat
(21/1/2000).
Lebih jauh Sultan menuturkan sebuah rahasia mengenai masalalu Thamrin.
Menurut cerita Munawar Jamak seorang wiraswasta yang tinggal di Ternate,
demikian Sultan menuturkan, ketika masih duduk di bangku SMP dan SMU,
Thamrin pernah terkena penyakit syaraf. Akibat penyakit tersebut, dia
sampai harus menjalani terapi menggunakan kejutan listrik. �Jadi saya
sanksi mengenai pernyataan dia, apakah dia bicara waras atau sedang
 kambuh,� ujar Mudaffar Syah.
Sultan juga membeberkan bukti-bukti lain mengenai �ketidakberesan�
penasehat khusus presiden untuk kasus Ambon. �Misalnya dia mengaku tahu
nama provokator, lalu DPR memanggil minta keterangan, tapi dia ngoceh hal
lain, sehingga ketua Pansus Ambon marah,� tutur Sultan.
Mudaffar Syah juga membantah keras analisis Thamrin yang mengatakan
kerusuhan Maluku dipicu perebutan kursi gubernur. �Pemilu lokal saja belum,
DPRD-nya juga belum tersusun. Jadi mungkin yang bicara itulah berambisi,�
Mudaffar Syah balik menuduh Thamrin.

Fatwa pada Matori: Ngawur, Tuduh Amien Provokator
==============================================
Jumat, 21 Jan 2000 detikcom - Jakarta,
Pernyataan Wakil Ketua MPR Matori Abdul Djalil yang menyebut Amien Rais
secara moral termasuk provokator Mataram, mendapat tanggapan keras dari AM.
Fatwa. Ketua DPP PAN ini menganggap pernyataan Matori sangat ngawur.
"Sebagai seorang wakil ketua MPR menyebut ketuanya begitu sangat tidak
etis. Masak Amien Rais provokator," ungkap AM. Fatwa kepada detikcom, Kamis
pukul 20.00 (20/1/2000) di Jakarta.
Menurut Fatwa, sejak Sidang Umum MPR bulan Oktober lalu, Matori memang
selalu mengindahkan etika dalam berpolitik. "Mestinya pernyataan itu ia
konsultasikan dalam Rapat Pimpinan MPR," jelas AM. Fatwa yang wakil ketua
DPR ini. Fatwa menjelaskan, jika ada masalah diantara pimpinan DPR dan MPR,
mekanisme yang sudah disepakati akan diungkapkan dalam Rapim. "Di DPR kita
senantiasa konsultasi antara ketua dan wakil ketua sehingga terhindar
pernyataan saling menyudutkan," kata Fatwa. Dengan bertindak seperti itu,
menurut Fatwa, Matori jelas-jelas membuat masalah baru dengan ketua MPR.***

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke