************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Salam Sejahtera dalam Kasih Tuhan, Harian Surya hari ini (21/1/2000) memberi tajuk utama (halaman 1) : "Secara Moral Amien provokator". Memang kalau menyangkut moral, Amien Rais tentu bertanggung jawab kepada publik. Masyarakatlah yang menilai sikap dan tindakan seorang pemimpinnya. Namun, yang sulit ialah menyangkut pertanggungjawaban hukumnya sebagaimana diungkapkan Mathori Abdul Djalil kepada Harian Surya. Berikut ini kami postingkan cuplikan berita Harian Surya tersebut. Selamat membaca. Salam, Eskol Net ======== "Secara Moral Amien provokator" ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' (MATORI SOAL RUSUH MATARAM) Jakarta, Surya Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mathori Abdul Djalil mengatakan, masyarakat menilai bahwa secara moral Amien Rais bisa dikatakan sebagai provokator. Karena, keikutsertaan dan support-nya dalam aksi sejuta umat di Monas ternyata berdampak kerusuhan di Mataram. "Perkataan seseorang itu secara hukum mungkin tidak melanggar hukum tapi pemimpin yang membuat pernyataan itu punya tanggung jawab moral dan etik, " ujar Mathori menjawab wartawan di sela-sela Rapat Paripurna III, Kamis (20/1). Sehingga, tambah dia, bilapernyataan seseorang dalam satu rapat umum tiba-tiba berbuntut pada kerusuhan dan meski secara formal hukum tidak salah tapi secara moral harus bertanggung jawab. Karena itu, ia berharap elit politik harus dewasa di dalam berdemokrasi karena setiap langkahnya bukan sekedar kebebasan yang harus menjadi acuan tapi juga pertanggungjawaban. "Orang boleh saja hari ini bilang A besok bilang B, boleh saja. Tetapi kebebasan mengatakan A dan B, kalau orang Jawa mengatakan MENCLA-MENCLE, itu artinya tanggung jawab moral jadi dipertanyakan masyarakat,"paparnya. Kalau begitu bagaimana dengan pernyataan Ketua MPR yang juga Ketua Umum DPP PAN, Amien rais ketika mengikuti aksi sejuta umat di Monas dan kemudian mengatakan agar menghindari kumpulan massa setelah peristiwa Mataram ?. "Kalau secara moral ya provokator. Itu yang sebetulnya harus dimengerti karena seorang pemimpin, setidak-tidaknya orang akan melihat seperti itu secara moral,"jawabnya. Sebab, tambah dia, dalam pengertian legal maka tidak ada yang bisa mengatakan, kalau Amien Rais berbuat sesuatu yang bisa mengakibatkan geger di Mataram, NTB. "Kan tidak bisa ya ? Karena (Amien) tidak menyuruh, tetapi melakukan atau memberikan support yang kira-kira buntutnya mengarah ke situ, ini yang harus dimengerti," papar dia. Ia memberi contoh, kalau ada orang tua membiarkan anaknya main-main di jalan lalu ketabrak motor, maka secara hukum orang tua itu tidak salah, tetapi secara moral telah membiarkan anak itu kemungkinan ketabrak mobil maka orang tua itu tidak benar. Matori mengakui, memberikan tanggapan terhadap perkataan Amien Rais akan menemui kesulitan karena omongannya hari ini beda dengan esok paginya. "Seperti kemarin dia jadi sponsor atau support mengenai pengerahan massa di Monas, hari ini sudah menyatakan sebaiknya pengerahan massa secara besar-besaran dihindari. Kalau besok bicaranya lain bagaimana ? Lebih baik tak ditanggapi saja ya ? Omongannya itu kalau orang Jawa mengatakan, esok dele (kedelai) sore tempe, ya sorry saja." ====================================== Tanggapan Fungsionaris PAN (Hatta Rajasa) ----------------------------------------------------- "Ketua MPR kok dikatakan provokator. Saya kira tak perlu ditanggapi pernyataan orang yang tidak sepantasnya. Apakah bisa menyulut kemarahan pendukung PAN ?. "Pendukung PAN sudah dewasa, tak perlu ditanggapi. Gitu saja kok repot, "katanya seperti menirukan Gus Dur. -------------------------------------------------- Tanggapan Ketua DPP PBB (A. Sumargono) -------------------------------------------------- Semua ini masalah politis. "saya saja dituduh sebagai dalang di belakang Mataram. Saya sendiri juga heran. Kita sama sekali tidak tahu..." ------------------------------------------------------- Tanggapan Fungsionaris Golkar (Yahya Zaini) ------------------------------------------------------- Amien Rais seperti ketakutan setelah peristiwa Mataram, sehingga mengeluarkan pernyataan agar menghindari pengerahan massa. "Saya melihat, sikap Mas Amien memang berbeda atau ada perubahan dengan sebelumnya. Dia sendiri kan ikut tabliq akbar di Monas dan sekarang mengatakan bahwa sebaiknya pengerahan massa dihindari,"ujarnya. '''''''''''''''''''''''' "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
