************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Kronologi sementara penyerangan desa Haruku-Sameth di pulau Haruku Tanggal 23 januari 2000 Jam : 01.00 WIT Diperoleh informasi dari Desa Haruku dan Sameth (keduanya adalah desa Kristen) bahwa ada pengumpulan "massa Putih" di perbatasan Desa Sameth dan Desa Rohomoni. Menurut laporan, massa yang berkumpul berasal dari sejumlah desa Islam di pulau Haruku yakni desa Rohomoni, Kabau, Pelauw, dan Kailolo. Untuk kejelasan lokasi pengumpulan massa. Jam : + 05.00 WIT Terjadi penyerangan massa putih ke desa Haruku-Sameth dari arah laut oleh para penyerang, yang diduga berasal dari sejumlah desa Islam di luar pulau Haruku yakni dari desa Tulehu, Tial, dan tengah-tengah di Pulau Ambon (sebab bila serangannya berasal dari sekitar Desa-Desa Rohomoni, Kabau, Pelauw atau Kailolo, pastilah telah terdengar bunyi speed boat di Desa Haruku-Sameth). Sementara masyarakat Desa Haruku-Sameth terkonsentrasi untuk menghalau penyerang dari arah laut, tiba-tiba datang lagi serangan dari arah lain yakni dari arah gunung (massa yang sebelumnya berkumpul di Desa Rohomoni; yakni dari dari belakang Desa Haruku-Sameth). Pada saat konsentrasi masyarakat terpecah dua menghadapi serangan dua arah yakni dari [1] arah laut dan [2] gunung, datang lagi serangan arah ketiga yakni [3] penyerangan dari arah jalan raya yang menghubungkan Desa Haruku-Sameth dengan Desa Rohomoni. Penyerangan diawali dengan penembakan senjata organik secara beruntun dari arah laut, jalan raya dan gunung diiringi sorak-sorai dari massa penyerang. Menghadapi agresi para penyerang yang datang dalam jumlah besar dan terus menerus menembak dengan senjata otomatis, penduduk desa Haruku-Sameth akhirnya tidak mampu mempertahankan desanya dan mengambil langkah mundur setelah jatuh banyak korban di pihak mereka. Seiring mundurnya penduduk Desa Haruku/Sameth ke arah gunung, massa penyerang kemudian maju dan mulai melakukan pembakaran rumah-rumah penduduk dan sekolah di Sameth. Sangat disayangkan bahwa ketika terjadi penyerangan ini, aparat keamanan dari kesatuan kostrad 303 yang berada di perbatasan desa Haruku-Sameth dengan desa Rohomoni, sama sekali tidak melakukan tindakan pencegahan terhadap para penyerang Jam : + 06.30 WIT Bankom (Bantuan Komunikasi) Maranatha di Ambon menerima laporan adanya penyerangan dari Satkom (Satuan Komunikasi) Haruku. Petugas Bankom menyampaikan informasi ini kepada pimpinan sinode GPM yang kemudian diteruskan ke Pangdam. Sampai jam ini, Pangdam Kodam Trikora sama sekali tidak memperoleh laporan adanya kerusuhan dari pihak jajarannya di tingkat Koramil maupun Dan Ton Kostrad 303 yang bertugas di lokasi kejadian, padahal hubungan telepon STO di p.Haruku masih berfungsi baik. Jam : + 07.30 WIT Laporan dari Satkom Haruku bahwa Kampung Baru yang berbatasan langsung dengan wilayah petuanan desa Rohomoni sudah terbakar habis. Mengingat posisi masyarakat desa Haruku-Sameth kian terancam dari serangan tiga arah,.sementara pada saat itu aparat kostrad 303 sendiri terkesan membiarkan para perusuh bergerak bebas ke arah tengah wilayah petuanan desa Haruku-Sameth, Satkom Haruku meminta agar pimpinan GPM untuk mendesak Pangdam mengupayakan bantuan aparat keamanan lain untuk segera melindungi masyarakat desa Haruku-Sameth. Jam : + 08.30 WIT Sebuah Helikopter yang membawa tambahan pasukan pertama mendarat di sekitar desa Kabau dan pelauw. Sepuluh menit kemudian terdengar tembakan otomatis yang diarahkan ke perkampungan desa Haruku-Sameth. Selang sejam kemudian terlihat helikopter melintas di atas desa Haruku-Sameth. Menurut informasi, helikopter tersebut membawa tambahan pasukan keamanan yang kedua, namun hingga jam 18.00 WIT, tidak terlihat sama sekali ada pasukan keamanan yang datang ke desa Haruku-Sameth untuk melindungi masyarakat desa Haruku-Sameth yang kian terdesak di dalam desanya sendiri. Jam : + 10.00 WIT Laporan dari Satkom Haruku, bahwa massa penyerang terus melakukan aksi pembakaran tanpa ada hadangan oleh aparat keamanan. Aksi pembakaran itu telah meluas ke sebagian besar wilayah pemukiman penduduk desa Haruku-Sameth dan semakin dekat ke arah gedung gereja GPM Ebenhaezer. Walupun dihujani penembakan beruntun senjata otomatis, lemparan granat maupun tembakan mortir, penduduk desa Haruku-Sameth tetap berusaha mempertahankan gedung gereja Ebenhaezer. Jam : + 12.00 WIT Laporan dari Satkom Haruku bahwa gedung gereja Ebenhaezer tidak lagi tertolong dan mulai tampak terbakar. Bersamaan dengan terbakarnya gedung gereja Ebenhaezer, ada sejumlah anggota masyarakat yang masih terjebak di dalam bangunan gereja. Mereka tidak mampu melarikan diri karena terjebak dalam kepungan tembakan beruntun senjata otomatis. Hingga laporan ini dibuat (jam 22.35 WIT, nasib mereka belum diketahui). Laporan Satkom haruku, bahwa hingga jam ini telah jatuh korban sebanyak 16 orang, masing-masing 4 orang meninggal dan 12 orang luka-luka. Semuanya terkena tembakan senjata organik. Korban yang luka-luka selanjutnya dilarikan dengan speed boat ke rumah sakit umum Saparua melalui pelabuhan desa Haria Jam : + 14.00 WIT Laporan Satkom Haruku bahwa gedung gereja Ebenhaezer telah habis terbakar dan aksi pembakaran masih terus berlanjut. Sementara itu, penduduk desa Haruku-Sameth, terutama wanita dan anak-anak, terpaksa mengungsi dengan berjalan kaki melintasi bukit-bukti berbatu menuju desa Kristen lain yakni desa Oma maupun langsung diungsikan dengan speed boat milik masyarakat ke desa Haria, p.Saparua. Jam : + 15.00 WIT Tiba di pelabuhan gudang Arang di Ambon, 15 korban luka tembak yang segera dilarikan ke RSU Ambon dan rumah sakit GPM. Jam : + 16.00 WIT Massa penyerang berhasil dipukul mundur. Jam : + 18.00 WIT Laporan Satkom Haruku, jumlah Korban meninggal 22 orang dan 35 orang luka-luka. Semua korban baik yang meninggal maupun luka-luka terkena tembakan senjata organik. Belum diperoleh informasi mengenai nasih sejumlah orang yang terjebak di dalam gedung gereja yang terbakar. Sumber Informasi: Satkom Haruku dan para Korban yang tiba di Ambon. YAYASAN SAGU "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
