'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 20 Januari 2000
====================================
@ Jika TNI Kudeta, Negara Akan Hancur
@ Ketua MPR Soal Kasus Mataram:
    Provinsi Lain Jangan Terprovokasi
@ AM Fatwa: Tak Ada Alasan Tangkap Amien
@ RAPBN 2000 Defisit Rp 45,37 Triliun
@ RAPBN 2000 Defisit Rp 45,37 Triliun
@ Radikalisme IKhawatirkan slam di Indonesia
@ Tembak Provokator yang Masuk Bali
@ Jumlah Pengungsi Capai 3.180 Orang
@ Tindak Tegas Pelaku Peristiwa Mataram

----------- Luar Negeri ------------
** Pesawat Cile Jemput Pinochet
** Rusia Galakkan Kampanye
    Menguasai Total Grozny
---------------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Jika TNI Kudeta, Negara Akan Hancur
-----------------------------------------------
MANADO (Waspada): Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Wirahadikusumah
kembali menegaskan sikap TNI tak akan melakukan kudeta pada pemerintahan
yang sah, sebab jika itu terjadi negara akan hancur.
Ditemui usai silaturahmi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di
Makorem 131/Santiago Manado, Sulawesi Utara Selasa (18/1) malam, Pangdam
berpandangan yang paling penting dalam situasi kritis saat ini adalah
mengembalikan TNI ke alam sesungguhnya yakni sebagai militer.
"Apa pun yang terjadi, TNI mendukung sepenuhnya demokratisasi yang
dikembangkan saat ini dan tidak ada niat dari melakukan kudeta kepada
pemerintah yang sah," kata Agus Wirahadikusumah.
Menurut Pangdam, reposisi TNI di bidang sosial politik dan pemerintahan
tidak akan mengabaikan fungsi dan peranan tentara di bidang sosial
kemasyarakatan karena sebagai perangkat keamanan negara TNI harus tetap
dekat dan menyatu dengan rakyat.
Selengkapnya: http://waspada.com/

Ketua MPR Soal Kasus Mataram:
Provinsi Lain Jangan Terprovokasi
-----------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Ketua MPR RI M Amien Rais mengingatkan, setelah
peristiwa Mataram di setiap provinsi harus betul-betul jangan terprovokasi.
Sebab yang kita khawatirkan kalau peristiwa Ambon itu sudah menjalar sampai
ke Mataram menuju ke Barat dan Bali bisa juga terjadi. "Kalau ini sampai
terjadi di daerah-daerah yang banyak turisnya akan mengurangi income kita,"
katanya kepada wartawan di Jakarta Rabu (19/1).
Sekarang ini kita berharap bukti bahwa provokator itu mulai ditangkap dan
diadili dengan tegas. Karena kalau hal ini belum dilakukan dikhawatirkan
bisa menuju pada anarki nasional. "Dan pada waktu itu sebagai bangsa kita
merasa betapa sia-sianya reformasi dan betapa tidak ada harganya lagi
demokrasi itu," tukasnya.
Selengkapnya: http://waspada.com/

AM Fatwa: Tak Ada Alasan Tangkap Amien
----------------------------------------------------
detikcom - Jakarta, "Aksi Sejuta Umat" di Monas, Jakarta, beberapa waktu
lalu, rupanya terus menggulirkan sejumlah isu. Termasuk berkembangnya rumor
bahwa Amien Rais harus ditangkap karena dianggap memotori aksi itu. Itulah
sebabnya, AM Fatwa, buru-buru menepis isu tersebut. "Tak ada alasan
menangkap Amien,"tandas Ketua DPP PAN itu.
"Lagi itu pula, Amien tak bisa ditangkap begitu saja. Ia itu kan Ketua MPR
RI,"tandas Fatwa kepada wartawan, Rabu (19/1/2000) pukul 21.30 WIB di
sela-sela halal-bihalal Barisan Muda Penegak Amanat Nasional di Gedung
YTKI, Jl Gatot Suboto, Jakarta Selatan.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/200001/2000119-212114.html

RAPBN 2000 Defisit Rp 45,37 Triliun
----------------------------------------------
JAKARTA -- Tidak ada lagi anggaran berimbang pada Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Pada anggaran 2000 ini, pemerintah
mencoba jujur dengan mengatakan bahwa RAPBN mengalami defisit, yakni
sebesar Rp 45,37 triliun.
''Format dan struktur APBN yang selama ini disusun dalam bentuk tabel T
(T-account) berdasarkan prinsip anggaran berimbang dan dinamis, diubah
menjadi anggaran defisit yang dibiayai dengan sumber pembiayaan dari dalam
negeri,'' begitu tertulis dalam Pokok-pokok Penjelasan tentang RAPBN Tahun
Anggaran 2000.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/20/15377.htm

Radikalisme IKhawatirkan slam di Indonesia
-----------------------------------------------------
JAKARTA -- Adanya konflik berkepanjangan di beberapa wilayah di tanah air
yang berbau SARA membawa Wakil Menteri Luar Negeri AS urusan Asia Pasifik
Stanley O Roth menemui Ketua MPR RI Amien Rais dan Ketua DPR RI Akbar
Tanjung. Dalam pertemuannya itu Roth mempertanyakan peranan Islam dalam
kehidupan politik kita saat ini.
Menurut Akbar Tanjung, Roth menyinggung masalah Maluku dikaitkan dengan
peran Islam. Dia juga sangat khawatir umat Islam di Indonesia menjadi
radikal dengan menyebutkan contoh adanya seruan jihad dalam apel akbar umat
Islam di Monas belum lama ini.
Menanggapi kekhawatiran AS ini Akbar menegaskan Islam di Indonesia
sangatlah moderat. Umat Islam sangat terbuka untuk hidup berdampingan
dengan saudaranya yang bukan Islam.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/20/15365.htm

Tembak Provokator yang Masuk Bali
-------------------------------------------
Kapolda Bali, Brigjen Pol Togar M. Sianipar memerintahkan seluruh
jajarannya untuk meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Padangbai dan
Pelabuhan Benoa, Bali, untuk mengantisipasi kemungkinan provokator yang
membuat kerusuhan di Mataram, NTB, beralih ke Bali.
"Jika diketahui mereka itu benar-benar provokator langsung tembak saja,"
kata Kapolda Togar di hadapan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga
swadaya masyarakat (LSM) dalam rapat yang dipimpin Gubernur Bali, Dewa
Beratha di Denpasar Rabu.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/

Jumlah Pengungsi Capai 3.180 Orang
--------------------------------------------
Jumlah pengungsi akibat terjadi amuk massa di Mataram, Nusa Tenggara Barat,
sejak awal pekan ini hingga sekarang telah mencapai 3.180 orang yang
ditampung di beberapa tempat.
"Mereka paling banyak ditampung di Mapolda NTB yaitu sekitar 2.000 orang,
selebihnya di asrama Yonif 742 Gebang, Lanal Mataram, Lanud Rembiga, dan
Polres Lombok Barat," kata Kakanwil Depsos NTB Mulyono Machasi di Mataram,
Rabu.
Dikatakannya, sebagian pengungsi telah dievakuasi ke Bali melalui pelabuhan
penyeberangan Lembar dengan menggunakan puluhan bus, ini atas keinginan
pengungsi sendiri yang khawatir akan keselamatannya.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/

Tindak Tegas Pelaku Peristiwa Mataram
-------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Kejadian akhir-akhir ini di Mataram (Lombok) dan di tempat-tempat lain yang
serupa harus ditindak tegas, siapa pun yang terlibat di dalamnya, termasuk
terhadap aparat pemerintahan sendiri.
Presiden KH Abdurrahman Wahid menegaskan hal itu, Rabu (19/1), dalam Sidang
Kabinet Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin). Demikian
diungkapkan Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak usai Sidang Kabinet
Ekuin di Bina Graha, Jakarta. Simanjuntak menambahkan, Presiden telah
mendapat laporan adanya indikasi keterlibatan yang tidak dikehendaki,
sengaja atau tidak sengaja.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/20/utama/tind01.htm

----------- Luar Negeri ---------
Pesawat Cile Jemput Pinochet
-----------------------------------
London, Rabu
Sebuah pesawat AU Cile diharapkan tiba di Inggris hari Rabu, siap
menerbangkan mantan diktator Augusto Pinochet kalau Inggris menolak
upaya-upaya terakhir untuk mengekstradisinya ke Spanyol, guna diadili atas
tuduhan pe-nyiksaan.
Para pejabat Inggris tidak dapat mengatakan kapan Menteri Dalam Negeri Jack
Straw akan mengumumkan keputusan akhirnya mengenai apakah jenderal berusia
84 tahun, yang secara medis dinyatakan tidak dapat disidangkan itu, akan
bebas untuk pulang ke Cile atau diekstradisi.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/20/LN/pesa16.htm

Rusia Galakkan Kampanye Menguasai Total Grozny
------------------------------------------------------------
Makhachkala, 19 Januari
Rusia menggalakkan kampanyenya untuk menguasai ibu kota Chechnya, Grozny,
dan Rabu (19/1) ini akan membawa delegasi Eropa ke provinsi itu dalam usaha
melawan kritik Barat.
Pertempuran sengit untuk memperebutkan Grozny pekan ini menyusul masa
tenang dari pihak Rusia, yang dimanfaatkan oleh kaum pejuang Chechnya
dengan menyerang kota-kota yang sudah dikuasai Rusia.
Para pemimpin Barat mengatakan, Rusia memakai kekerasan yang tidak seimbang
dalam kampanye itu, dan serangan terhadap Grozny mengancam nyawa sekitar
10.000 sampai 40.000 warga sipil yang bersembunyi di ruang-ruang
bawah-tanah tanpa cukup makanan.
Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2000/01/19/index.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke