*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************

Perkembangan Terakhir di Saparua
Sejak Minggu, 23 - 28 Januari 2000
---------------------------------------------
Sejak Minggu (23/1) mulai sekitar pk.04.30 WIT dinihari sampai sekitar
pk.12.30 WIT, ketika warga desa Rohomoni, Kabau, Kailolo, dan Ori yang
dipimpin oleh oknum aparat TNI dari kesatuan Kostrad 303, Koramil Pelau,
Brimob, dan diduga juga dari Kopasus (sebagaimana disaksikan oleh warga
Haruku-Sameth) menyerang Haruku-Sameth, kondisi di kawasan tersebut menjadi
sangat tidak tenang.
    Selain korban meninggal 24 orang dan 51 luka-luka, hampir 85% bangunan
rumah
hangus terbakar dan rusak berat--termasuk rumah gereja milik GPM
Haruku-Sameth--akibat serangan menggunakan granat standard TNI oleh para
penyerang. Jumlah pengungsi sekitar 4000 jiwa, yang hidup terlantar di
sekitar desa dengan memanfaatkan rumah yang tersisa serta bantuan
dariberbagai pihak (peralatan masak, terpal, dan tikar).
    Pada hari Jumat (21/1) sebelumnya, pos jaga Brimob di desa
Haruku-Sameth telah di tarik. Akibatnya para penyerang yang terdiri dari
oknum TNI-Polri serta warga Muslim yang dipersenjatai dengan senjata
standard TNI-Polri (antara lain jenis SS1, Mauser, Geren, ini, bisa dengan
leluasa membumi hanguskan desa.
    Sebelumnya kepala desa Haruku-Sameth sudah meminta kepada Pangdam XVI
Pattimura selaku pemegang Kodal untuk segera menggirim pengganti personil
Brimob yang ditarik, mengingat situasi yang sudah tidak aman dan
kemungkinan munculnya serangan. Pangdam menjamin akan segera mengirim
bantuan dengan helikopter. Namun sampai dengan penyerangan terjadi,
personel aparat yang dijanjikan tidak kunjung tiba. Helikopter yang datang
hanya berputar-putar di atas desa dan kemudian mendarat di daerah desa
Muslim.
    Hari Jumat kemarin (28/1) personel Kostrad 303 ditarik dari kawasan
ini. Kodam XVI Pattimura sudah mengirimkan tim investigasinya guna mencari
data seputar keterlibatan oknum aparat TNI-Polri dalam penyerangan
tersebut. Tim ini bermarkas di desa Oma.

Bantahan Isu Penyerangan Terhadap ds. Islam di Saparua
-----------------------------------------------------------------------
    Seiring dengan tragedi ini, tersebar isu menyesatkan bahwa desa-desa
Kristen di P.Saparua hendak melakukan penyerangan ke desa Islam. Isu ini
juga yang telah menggerakkan Pangdam XVI Pattimura untuk mengirimkan satu
peleton dari Yon 405 Kostrad untuk mengamankan kota Saparua sejak 17
Januari 2000. Bahkan pasukan ini di drop langsung ke desa Siri Sori Islam,
karena ada isu bahwa desa Kristen akan menyerang mereka.
      Oleh karena itu, dengan ini kami (Badan Pekerja Klasis GPM PP.Lease)
menegaskan bahwa isu-ius tersebut tidak benar dan hanya akan memperburuk
opini serta persepsi masyarakat di luar Saparua. Tidak ada penyerangan ke
desa Siri Sori atau Kulur oleh warga Kristen di Saparua, Haruku, dan
Nusalaut. Isu tersebut hanya manipulasi informasi dan pembodohan yang
menyesatkan.

Sumber: Badan Pekerja Klasis GPM PP.Lease

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke