**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

HARI DOA DAN PUASA SEDUNIA BAGI MALUKU, INDONESIA
---------------------------------------------------------------------------
----
(MINGGU, 20 PEBRUARI 2000)

**MENANGGAPI JERITAN DARI MASYARAKAT MALUKU DI SELURUH DUNIA. MOHON
INFORMASI INI DISEBARLUASKAN AGAR DIBACA OLEH SEBANYAK MUNGKIN ORANG
KRISTEN.

Kepulauan Maluku merupakan salah satu lokasi di dunia di mana umat Kristen
kini sedang mengalami pembantaian besar-besaran hanya atas dasar bahwa
mereka beragama Kristen. Situasi di Maluku SANGAT GENTING dan kekerasan
anti Kristen yang sedang terjadi di sana cenderung untuk meluas ke
bagian-bagian lain dari Indonesia. Kekerasan yang sedemikian rupa terhadap
umat Kristen di seluruh Indonesia bisa membawa dampak sangat fatal bukan
hanya bagi negara ini sendiri, tetapi juga bagi seluruh kawasan Asia
Tenggara. Warga Kristen Maluku telah mengeluarkan seruan mendesak kepada
saudara-saudara seiman mereka di seluruh dunia untuk menyelenggarakan Hari
Doa dan Puasa Sedunia bagi Maluku pada hari Minggu, tanggal 20 Pebruari
2000. Semua gereja dihimbau untuk ambil bagian dalam acara doa dan puasa
sedunia ini dengan mencantumkan hal ini dalam agenda kebaktian hari Minggu
ini dan selain itu juga berdoa semalaman khusus berkenaan situasi yang
sedang dihadapi.

Sejak pertengahan kedua bulan Desember 1999 hingga awal Januari yang lalu
telah terjadi ledakan kekerasan yang membawa korban 700 orang Muslim dan
Kristen tewas. Sejak kekerasan antar-agama mulai meledak bulan Januari 1999
sekitar 2000 orang telah mati terbunuh. Aparat keamanan disinyalir telah
makin menunjukkan keberpihakannya terhadap golongan Muslim dan ikut
membantu penyerangan terhadap umat Kristen. Misalnya, pada tanggal 26
Desember yang lalu pasukan aparat telah bergabung dengan perusuh-perusuh
Muslim dalam penyerangan mereka terhadap Gereja Silo di pulau Ambon. Gereja
ini merupakan gereja Protestant terbesar di kepulauan Maluku. Gereja ini
berhasil dikuasai dan dihancurkan total oleh penyerang-penyerang dari pihak
Muslim yang dibantu aparat. Aparat bahkan menggunakan mobil lapis baja
dalam penyerangan tersebut. Sebelumnya, pada tanggal 11 Agustus 1999 lebih
dari 25 warga Kristen telah digiring masuk ke dalam gereja Protestant Yabok
dan dibantai di dalamnya oleh aparat.

Tenaga-tenaga relawan Muslim dari luar Maluku telah menyusup ke daerah ini
untuk melancarkan perang jihad terhadap umat Kristen. Pada hari Jum'at,
tanggal 7 Januari 2000 puluhan ribu warga Muslim berdemonstrasi di Jakarta
selama tiga hari berturut-turut, menyerukan perang jihad terhadap umat
Kristen di Maluku. Sebagian besar media Islami di Indonesia dan sejumlah
tenaga LSM Muslim telah memutarbalikkan fakta, menggambarkan pihak Muslim
sebagai yang menjadi korban dan umat Kristen sebagai pihak yang menyerang,
dan ini ikut membangkitkan semangat jihad dan kebencian terhadap umat
Kristen di seluruh Nusantara.

Kekerasan anti Kristen ini kini telah mulai meluas ke luar dari wilayah
Maluku. Misalnya, pada tanggal 17 Januari pemuda-pemuda Islam telah
melakukan penyerangan terhadap gereja-gereja yang berada di Mataram,
ibukota pulau Lombok. Hal itu terjadi setelah dalam sebuah tablig
(pertemuan) akbar pihak pemrotes setempat menuntut agar pemerintah segera
bertindak untuk mengakhiri kekerasan di Maluku. Laporan-laporan berita
suratkabar dan media lainnya yang dikuasai pihak Muslim telah membangkitkan
kebencian terhadap umat Kristen di berbagai tempat dengan memutarbalikkan
fakta, seakan-akan pihak Kristen telah melakukan agresi dalam konflik di
Maluku.

Para pemimpin Kristen kini menyerukan intervensi pasukan internasional
untuk menghentikan pertumpahan darah. Persekutuan Gereja-gereja di
Indonesia (PGI telah menyatakan "keprihatinan yang mendalam" atas eskalasi
penyerangan terhadap umat Kristen selama beberapa pekan terakhir. PGI
menyatakan bahwa "Serangan masal terhadap jemaat-jemaat Kristen merupakan
akibat langsung dari kurangnya transparansi dalam penanangan konflik Maluku
oleh TNI dan POLRI."

"Jika tidak ada tindakan bertanggungjawab, mengingat kekerasan semakin
meningkat dan keinginan masyarakat itu sendiri, sebaiknya TNI dan POLRI
ditarik mundur dari Maluku dan digantikan oleh pasukan penjaga perdamaian
internasional."

Pokok-Pokok Doa:

(1) Terselenggaranya perdamaian dan rekonsiliasi di Maluku dan agar upaya
pihak tertentu untuk mengislamkan seluruh kepulauan itu tidak berhasil.

(2) Kiranya tercipta hubungan damai antara Muslim dan Kristen di seluruh
Indonesia dan agar pertikaian agama di Maluku tidak menimbulkan kekerasan
pihak Muslim terhadap umat Kristen di bagian-bagian lain Republik
Indonesia.

(3) Supaya ada tekanan masyarakat internasional terhadap pemerintahan dan
militer Indonesia untuk menghentikan kekerasan (kiranya kekerasan itu
termasuk juga pembekuan penjualan senjata kepada Indonesia) dan untuk
menjamin tindakan bertanggungjawab dari aparat serta kenetralan mereka
dalam konflik.

(4) Agar Tuhan melindungi masyarakat Kristen di seluruh Indonesia dan
menyediakan keperluan dari lebih 80.000 pengungsi di Maluku, yang
kehilangan tempat tinggal akibat pertikaian agama di sana.

(5) Kiranya PBB dapat mengirimkan pasukan penjaga perdamaian internasional
dan penyidik HAM ke Maluku (pihak penyidik supaya tetap netral meneliti
penyebab konflik dan mengidentifikasi para pelakunya).

(6) Kiranya Tuhan menguatkan iman dan menghibur umat Kristen di Maluku yang
menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar dan yang telah kehilangan banyak
sanak saudara dalam pertikaian.

(7) Kiranya umat Kristen bisa tetap tinggal di Maluku dan tidak diusir dari
tanah air mereka karena kekerasan yang terjadi.

(8) Kiranya upaya pihak tertentu untuk mengislamkan Indonesia dan
mengubahkan UUD yang berasaskan Pancasila digagalkan.

PUASA

Mengingat skala yang demikian besar dari kekerasan dan kejahatan yang
dihadapi oleh umat Kristen Maluku, kiranya saudara-saudara yang perduli
dengan situasi ini mulai dengan serius mempertimbangkan untuk juga
berpuasa. Puasa ini bisa berbentuk puasa total, artinya tidak makan apa pun
juga sepanjang hari itu. Atau puasa parsial, artinya tidak makan apa pun
untuk sebagian hari itu. Jika Saudara mengidap penyakit, sebaiknya
konsultasi dahulu dengan dokter Saudara sebelum berpuasa.

CARA-CARA LAIN UNTUK MENGULURKAN BANTUAN
(BERLAKU UNTUK WARGA INGGRIS)

1. MENULIS SURAT - Tulislah surat kepada anggota parlemen Anda atau anggota
parlemen Eropa mengenai situasi ini. Untuk mendapatkan petunjuk mengenai
surat mengenai situasi di Maluku, silahkan hubungi:
Wilfred Wong, c/o Ian Bruce MP, Room 201, Norman Shaw South, Victoria
Embankment, London SW1A 2HZ.

2. MEMBERI SUMBANGAN - Karena kekurangan peralatan medis untuk memberikan
perawatan kepada begitu banyak korban dan lebih dari 80.000 pengungsi di
Maluku yang kehilangan tempat tinggal akibat pertikaian, ada kebutuhan
besar sekali akan bantuan kemanusiaan. Untuk mendapatkan keterangan lebih
lanjut mengenai cara Anda bisa menyumbang uang untuk bantuan kemanusiaan
tersebut, silahkan menulis kepada Wilfred Wong di alamat tersebut di atas.

3. MEMOBILISASI ORANG-ORANG LAIN  -- JANGAN HANYA UNTUK SEHARI INI SAJA
KITA MENGGALANG KEPEDULIAN ORANG LAIN - MARI KITA MEMOBILISASI SELURUH
MASYARAKAT KRISTEN SEDUNIA UNTUK BERKOMITMEN SETERUSNYA UNTUK MEMBANTU UMAT
KRISTEN YANG MENDERITA DI MALUKU DAN BAGIAN-BAGIAN LAIN NEGERI INI.

Untuk membantu kita mencapai tujuan tersebut, harap Saudara mendapatkan
sebanyak mungkin orang Kristen lain untuk membantu. Sebagai umat Kristen
kita perlu menunjukkan solidaritas kepada orang-orang percaya lainnya yang
menghadapi penganiayaan. 1 Korintus 12:25-27: "supaya jangan terjadi
perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu
saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota
turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut
bersukacita. Karena semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing
adalah anggotanya."

Ketika Yesus menampakkan diri kepada Saulus, Ia bertanya kepadanya:
"Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya AKU?" Ketika Saulus bertanya
siapa yang berbicara kepadanya, Yesus menjawab: "Akulah Yesus yang
kauaniaya itu." (Kisah 9:4-5) Yesus bisa saja mengatakan kepada Saulus,
bahwa ia telah menganiaya para pengikut-Nya. Tetapi Ia berkata, Saulus
telah menganiaya Dia. Berarti, Yesus menganggap setiap anggota dari
umat-Nya yang teraniaya adalah Dirinya Sendiri. Semestinya, kita tidak
berdiri saja dan tidak berbuat sesuatu apabila orang menyerang Tuhan.

Galatia 6:9-10: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila
sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat
baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke