''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 1 Februari 2000 ==================================== **Presiden akan Berhentikan Menko Polkam Wiranto **Mau Lagi, Mega Dinilai Tak Konsisten **Marzuki Tak Dapat Dukungan Untuk Bongkar KKN Orba **Wakil Ketua Pansus Aceh Terbunuh di Sumut +++++++++ **Researchers look to a new generation of HIV drugs ____________________ Presiden akan Berhentikan Menko Polkam Wiranto ------------------------------------------------------------ Davos, Senin Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan akan memberhentikan Jenderal Wiranto dari posisinya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), segera setelah ia kembali ke Tanah Air. Penegasan Gus Dur ini menyusul pengungkapan keterkaitan Wiranto dengan kekerasan massal di Timor Timur tahun lalu, seperti diungkapkan Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM) hari Senin (31/1). "Kita harus menegakkan hak asasi manusia di Indonesia, apa pun persoalannya (yang harus dihadapi)," kata Gus Dur seperti dikutip Reuters Television saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, kemarin. Ditanya apakah itu berarti ia akan memecat (sacked) Wiranto, Gus Dur mengatakan, "Oh ya tentu. Saya akan meminta dia, dengan bahasa yang halus, meminta dia untuk mengundurkan diri." Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/01/UTAMA/pres01.htm Mau Lagi, Mega Dinilai Tak Konsisten Dimyati: Harus Ada Kader yang Berani Calonkan Diri ---------------------------------------------------------------- SEMARANG - Pernyataan Megawati Soekarnoputri yang bersedia dicalonkan kembali menjadi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDI-P) dalam HUT partainya di Jakarta beberapa hari lalu membuat orang-orang di sekelilingnya terkejut. Kesediaan Mega siap dipilih kembali itu dinilai terlalu cepat dilontarkan di depan publik, tanpa mempertimbangkan posisinya. ''Meski itu hak Mbak Mega, semestinya permintaan itu dipertimbangkan lagi. Mbak Mega kan sekarang bukan pemimpin partai, melainkan sudah menjadi milik bangsa yang punya tanggung jawab besar,'' tandas Ketua DPP Prof Dr Dimyati Hartono SH di Hotel Santika, Senin sore kemarin. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/01/nas3.htm Marzuki Tak Dapat Dukungan Untuk Bongkar KKN Orba laporan Asep Salahudin Samboja ------------------------------------------------------------------ satunet.com-Koordinator Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Teten Masduki menyesalkan sikap Jaksa Agung Marzuki Darusman yang tidak berani merombak sistem Kejaksaan yang masih dipengaruhi rejim kleptokrasi Orde Baru. Akibatnya Kejagung lamban dalam menyelesaikan kasus korupsi yang kini menumpuk di Kejaksaan karena tidak mendapat dukungan dari orang-orang dalam institusi tersebut. "Konsisi ini harusnya dirombak. Tapi, yang kita sesalkan, Kiki tidak berani merombaknya, keluh Teten Masduki. Sampai saat ini, kata Teten, belum ada langkah-langkah dari Jaksa Agung untuk menempatkan kejaksaan sebagai ujung tombak penegakan hukum. Terbukti sampai sekarang belum ada kasus-kasus korupsi yang dituntaskan Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/01/5880.html Wakil Ketua Pansus Aceh Terbunuh di Sumut ----------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah sempat simpang siur, kabar tewasnya anggota DPR-RI dan Wakil Ketua Pansus Aceh Tgk. Nashiruddin Daud di Pancur Batu, Sumatera Utara akhirnya berhasil dikonfirmasikan. Menurut Ketua DPR-RI Akbar Tanjung, ia telah menerima informasi dari Gubernur Sumatera Utara mengenai kesamaan ciri-ciri mayat yang ditemukan kemarin dengan Nashiruddin Daud. "Dugaan bahwa yang meninggal itu dia, sembilan puluh persen benar," kata Akbar kepada Tempo Interaktif di gedung DPR, Senayan, Senin (31/1) sore. Jenazah Daud ditemukan Minggu (31/1) pagi lalu di luar penginapan. Pada saat itu, almarhum tidak diketahui identitasnya dan langsung dikebumikan. Ditambahkan oleh Akbar bahwa hari ini pembongkaran makam akan dilakukan untuk kemudian dilakukan otopsi atas jenazah dengan seizin keluarga. Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=122000-89 ----English Section----- Researchers look to a new generation of HIV drugs --------------------------------------------------------------- By Maggie Fox, Health and Science Correspondent SAN FRANCISCO, Jan 31 (Reuters) - Frustrated by the virus's ability to mutate and evade current drugs, and impatient with the slow progress of work to develop an AIDS vaccine, researchers are looking to a new generation of HIV drugs to help keep patients alive a while longer. But two new classes of drugs are looking hopeful to scientists attending a meeting of researchers in San Francisco. The entry inhibitors stop the virus from getting into the cells it infects, and a class known as integrase inhibitors stop it from hijacking the genes of its victims' cells. They offer a new way to block the deadly virus, which infects 16,000 people every day around the world and which is rapidly learning to resist the current strong cocktails designed to keep it suppressed. More: http://newsnet.reuters.com/cgi-bin/basketview.cgi?b=rcom:science&s=nN311312 07 +++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
