************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Suasana Haru Warnai Peletakan Batu Pembangunan Kembali Mesjid dan Gereja '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Feb. 6, 2000 - 23:55 WIB AMBON, Mandiri - Suasana haru dan duka mewarnai acara peletakan batu pertama pembangunan tiga gedung ibadah yang musnah dalam kerusuhan bernuansa SARA selama 1999 lalu, yang dilakukan oleh Pemda bersama tokoh agama, di Ambon, Minggu (6/2). Warga di Kodya Ambon yang bertikai selama ini terlihat larut dalam suasana haru, mereka seakan menyesali segala pertikaian yang terjadi selama ini. Kantor Berita Antara Ambon melaporkan, peletakan batu pertama itu dimulai di Gereja Silo oleh Gubernur Maluku, DR. Saleh Latuconsina, dilanjutkan ke Masjid An-Nur yang letaknya hanya sekitar 10 meter dari Gereja Silo, kemudian dilanjutkan ke Gereja Santo Yakobus. Acara peletakan batu pertama itu juga turut dilakukan oleh para tokoh agama dan masyarakat seperti Ketua Yayasan Al Fatah Abdullah Soulisa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku R.R Hasanussi, Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Samy Titaley STh, Kakanwil Departemen Agama Maluku, Drs Hasyim Marasabessy SH, dan Walikota Madya Ambon Chris Tanasale. Yang sangat menarik dan berkesan dalam acara itu ialah ketika warga yang selama ini hidup dalam keresahan akibat kerusuhan, terlihat saling berangkulan dan bersalam-salaman di bawah penjagaan ratusan aparat keamanan dari berbagai kesatuan yang menjaga lokasi itu. Warga Muslim yang sejak pertikaian terakhir 26 Desember 1999 lalu tidak pernah menginjakkan kakinya di kawasan Jl. Diponegoro karena mengkhawatirkan keselamatan dirinya, tampak leluasa hilir mudik di sekitar gedung PLN di kawasan itu di sela kerumunan warga Kristen tanpa merasa was-was. Sebaliknya ketika peletakan batu pertama dilanjutkan ke Masjid An-Nur, beberapa warga Kristen yang hampir setahun tidak pernah menginjakkan kakinya di kawasan perempatan Jl. Masjid Al Fatah dapat melenggang dengan aman di jalan itu. Walikota Madya Ambon dalam sambutannya mengajak warga untuk tidak lagi mengasah pedang, tombak dan panah serta merakit bom dan senjata lalu membuat kerusuhan, yang ujung-ujungnya hanya menimbulkan penderitaan panjang, dendam kesumat dan membumi-hanguskan kota. Ia mengharapkan, peletakan batu pertama tiga gedung ibadah ini sekaligus menjadi simbol untuk menghilangkan segala pertikaian di antara sesama warga Maluku, dan dalam waktu bersamaan Pemda juga akan membangun kembali 3.000 unit rumah penduduk yang musnah selama kerusuhan. Sementara para tokoh agama dari kedua pihak yang bertikai saling menyarankan ummatnya agar mau menghentikan pertikaian secara damai, penuh kerelaan dan keikhlasan serta ketulusan.*** "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
